Precedence: bulk


Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka
PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp
Xpos, No 42/II/21-27 Nopember 99
------------------------------

MEMAHAMKAN TAMAN KANAK-KANAK

(POLITIK): Gus Dur bermimpi tentang civil society karena itu Deppen dan
Depsos perlu dilikuidasi. Tapi para anggota dewan tidak menangkap ide
cemerlang Gus Dur dan hanya bisa marah-marah.

Dengan gayanya yang khas, polos dan kadang-kadang jenaka presiden Gus Dur
akhirnya melayani juga permintaan DPR untuk minta penjelasan perihal
pembubaran Departemen  Penerangan (Deppen) dan Departemen Sosial (Depsos).
Dan dengan style yakin Gus Dur di depan 292 dari 490 anggota DPR pada Kamis
(18/11), tetap berpendirian bahwa  pemerintah tidak lagi lagi mencabut
kembali kebijakannya melikuidasi kedua departemen itu.

Dari alasan filosofi yang dikemukakan Gus Dur, sebenarnya pengorbanan
karyawan (juga keluarga karyawan) kedua departemen tersebut memang sebuah
jasa yang luar biasa bagi perkembangan bangsa ini. Gus Dur mengatakan, dalam
kehidupan masyarakat madani, masyarakat tidak perlu lagi direcoki dengan
usaha-usaha indoktrinasi informasi dan harus dilayani terus menerus oleh
pemerintah. Fungsi pemberi santunan dan berfungsi penerangan secara total.

Menurutnya, selama Deppen dan Depsos masih ada, masyarakat dan pemerintah
tidak dapat sejalan. Pemerintah menjadi berkuasa dan masyarakat tidak
mandiri karena dilayani terus menerus. Tugas penerangan dan sosial bukan
terletak di pundak pemerintah melainkan harus dilaksanakan sendiri oleh
masyarakat. 

Gus Dur menilai, selama ada Deppen, informasi atau penerangan pemerintah dan
masyarakat tidak akan sejalan. Dia bahkan menyebut Deppen sering mengelabui
masyarakat. 

"Kita percaya pada masyarakat, percaya pada pers nasional bahwa mereka akan
memikirkan apa yang dipikirkan pemerintah walaupun versinya bikin sakit hati
pemerintah," kata presiden. 

Selain alasan filosofi, Gus Dur juga mengemukakan alasan praktisnya bawha
penghapusan kedua departemen juga sejalan dengan ide otonomi daerah yang
akan diterapkan. Dimana, pekerjaan-pekerjaan pemerintah di pusat hendaknya
dibebankan kepada daerah. Dengan demikian, kata presiden, pemerintah pusat
tidak terlalu direpotkan oleh segala macam pekerjaan yang menyebabkan adanya
anggapan pemerintah pusat sebagai keranjang sampah. 

Dan Gus Dur menegaskan para pegawai yang telah mengabdikan diri kepada dua
departemen tersebut, Gus Dur menyatakan akan tetap menyalurkan mereka kepada
pemerintah daerah atau badan lain. Tapi dalam kesempatan itu Presiden tidak
menjelaskan secara rinci apa yang dimaksudkan dengan lembaga pengganti tersebut.

"Berat memang karena harus berganti pekerjaan, tapi bangsa kita tidak akan
melupakan dan akan memberi tempat kepada Anda (pegawai) dalam menata
kehidupan," ujar Gus Dur.

Presiden yang menyampaikan pidato tanpa teks itu mengajak anggota DPR untuk
bersama-sama memikirkan ke mana para pegawai tersebut akan disalurkan. Namun
sebaliknya, ajakan simpatik Gus Dur ini tidak mendapat tanggapan yang serius
dari DPR. Bahkan sebaliknya, sejumlah anggota DPR justru emosional dan
cenderung sok pahlawan dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan keras tapi
tidak mencari solusi atau malah ingin menghidupkan kembali kedua departemen
itu. Ada kesan, mereka ingin dinilai masyarakat sebagai anggota dewan yang
vokal terhadap pemerintah.

Tanggapan para anggota dewan yang cenderung oposisi tanpa memberi usulan
solusi itu mendapat tanggapan balik dari presiden dengan seloroh-seloroh ala
Gus Dur. Ia menyentil anggota Dewan  kena penyakit kekanak-kanakan dimana
setiap orang ingin mengemukakan pandangan di tempat yang kurang tepat. Dari
seluruh pertanyaan 24 anggota Dewan, Presiden memuji pertanyaan Fraksi
TNI/Polri yang dinilainya telah membuka pembahasan lebih serius dari hanya
sekadar unek-unek dan marah-marah.

Yang tentu ucapan ini mendapat hujanan interupsi dari sejumlah anggota
dewan. Sebagian dewan merasa tersinggung dengan seloroh Gus Dur itu.
Sayangnya, dewan tidak tersinggung ketika mereka jadi anggota MPR sempat
mengelabui para pemilih dalam Pemilu ketika menentukan presiden. (*)

---------------------------------------------
Berlangganan mailing list XPOS secara teratur
Kirimkan alamat e-mail Anda
Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS
Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda
ke: [EMAIL PROTECTED]


----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

Kirim email ke