Foto: http://www.pontianakpost.com/images/19-boks-ROngsai-f.jpg
Sabtu, 26 Februari 2005 Tak Ada Diskriminasi Warga Tionghoa Singkawang,- Satu diantara sekian banyak masalah sosial masyarakat kota Singkawang yang sampai kini masih muncul adalah anggapan dari masyarakat Tiongghoa, bahwa mereka didiskriminasikan. Masalah itu perlu diperhatikan elemen Tionghoa, karena selama ini baik pemerintah maupun masyarakat lainnya tidak pernah bersikap diskriminasi. "Justru masyarakat Tionghoa diberikan hak dan perlakuan yang sama di kota ini. Tidak ada perbedaan karena semuanya sama-sama berstatuskan masyarakat kota Singkawang," kata Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Kota Singkawang, Maya Satrini. FKPSM menyorot masalah sosial ini, karena pihaknya kerap mendapatkan laporan dari masyarakat Tionghoa, bahwa mereka telah didiskriminasikan. Tidak saja dari masyarakat awam yang menganggap demikian, dari masyarakat yang berpendidikan juga tak jauh beda. "Sehingga kami dari FKPSM merasa perlu untuk mengangkatnya agar dapat diperhatikan oleh organisasi Tionghoa," kata Maya. Menurut Maya, laporan diskriminasi yang kerap diterimanya itu seputar SBKRI. Menurut mereka, masyarakat Tionghoa masih diberlakukan SBKRI sementara keberadaan mereka di tanah air ini sudah menyatu dengan negara kesatuan republik Indonesia. Akhirnya muncul anggapan dari diri mereka, bahwa mereka diperlakukan tidak adil. Anggapan tersebut sangat keliru, karena pemerintah dalam hal ini berupaya mempertegas dan memperjelas status kewarganegaraan Indonesia dalam bingkai NKRI. Menurut hemat Maya, bisa saja pemerintah menghapuskan SBKRI secara utuh, kalau saja dari masyarakat Tionghoanya sendiri sudah menunjukkan sikap yang mencerminkan warga Indonesia. Seperti bahasa, kemudian partisipasi masyarakat Tionghoa terhadap program-program pemerintah. Baik itu pemerintah pusat maupun pemerintah daereah seperti di Singkawang ini. Di Singkawang misalnya untuk kegiatan 17 Agustus, program KB Kesehatan dari Pemerintah Kota Singkawang dan lain sebagainya. "Selama ini kita lihat partisipasi dari masyarakat Tionghoa untuk kegiatan seperti ini masih sangat kurang. Padahal sepengatahuan kami, dari pemerintah maupun pihak pelaksana kegiatan sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengajak mereka,"kata dia. Nah lanjutnya, andai saja masyarakat Tionghoa bisa menunjukkan pelbagai partisipasi yang dapat mempersatukan kita, ada kemungkinan SBKRI itu dihapuskan sama sekali. Jadi sekali lagi ditegaskannya, mohon kepada masyarakat Tionghoa untuk tidak lagi menganggap keberadaan mereka didiskriminasikan. (vie) =============================================================== Homepage : [www.singkawang.go.id] [www.singkawang-tourism.com] Berita : [http://www.pontianakpost.com/berita/default.asp?Berita=Singkawang&id=83] Friendster: [http://www.friendster.com/user.php?uid=15839394] =============================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/singkawang/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
