ananta darma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya kira wajar saja orang Tionghoa sekarang merayakan Imlek. Dulu
situasi politik yang membuat mereka tidak bisa merayakan tahun baru China itu.
Orde Baru yang rasialis dan deskriminatif, adalah jawabannya. Nah, kalau Walubi
yg dulunya mengedarkan surat larangan merayakan Imlek, mungkin perlu kita
pertanyakan sikapnya. Tapi itulah politik, mudah berbalik arah tegantung angin
bertiup.
Akhir-akhir ini banyak orang yang memperebutkan imlek. Vihara-vihara mengadakan
sembahyang, gereja-gereja ngadain misa dan kebaktian imlek dengan nuansa merah,
sekalian dengan barongsai dan angpao. Di tv-tv, para bikhuni/bante mengucapkan
selamat imlek sebagai iklan narik simpati. Para pendeta, pasteur gak
ketinggalan. Itu berbeda dengan keadaan 10-20 tahun yang lalu, semua ngumpet.
Pas hari raya imlek disekolah-sekolah katolik dan kristen langsung mengadakan
ulangan, dan murid-murid yang tidak masuk pada saat tahun baru imlek dapat
hukuman atau langsung dikasih merah nilainya karena tidak ikut imlek. Memang
manusia kadang cepat berubah. Kadang jadi orang Tionghua Indonesia malu juga,
karena kadang agak kurang rasa malunya. Salah satu contoh menyolok adalah
edaran dari Walubi yang dulu melarang merayakan imlek, tapi sekarang malah
ngotot berbalik arah. Kasihan umat Khonghucu yang bertahan, pada saat angin
perubahan,
orang-orang enggak rela imlek menjadi perayaan agamanya.
Maka semua berlomba menjadikan imlek perayaan kebudayaan. Menyedihkan...
-------------------------------
Recent Activity
33
New Members
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Indonesian languages
Dan
Indonesian
Indonesian language course
Indonesian language learn
Got Yodel?
Best Yahoo! Yodel
Give us your best
yodel and win!
Y! Toolbar
Get it Free!
easy 1-click access
to your groups.
Yahoo! Groups
Start a group
in 3 easy steps.
Connect with others.
.
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com