Dear Pak Lie, Sorry,kalau pak Li merasa posting saya bernada offensive.Saya tidak berniat mengancam,apalagi posting saya merupakan ancaman bagi member di milist ini.Ini bukan gaya tindakkan saya.Sebagai manusia beradab,saya sadar dan tidak menggunakan cara kekerasan dalam bentuk aksi memberi ancaman terhadap sesama manusia. Kalau kita ikut2an mendukung sesuatu yang tidak jelas kepastiannya, ada peluang kita membuat kesalahan.Kesalahan ini kadang-kadang dapat mencelakakan orang lain.Ambil saja sebagai contoh kasus ikut2an dukung kandidat wako kita.Padahal kita sudah tahu masalah yang paling prinsip yang dihadapi kandidat belum ada pemecahan yg jelas.Nah,kalau kandidat kita gagal maju.Apakah tidak diketawai oleh tetangga kita atau etnis lain(non chinese) melihat kita kegila2an mendukung sesuatu yang sia-sia.malu2in! Walaupun secara fisik tidak menyakitkan tetapi secara mental mendapat malu itu. Orang lain boleh membuat kesalahan tetapi not for me.Saya tidak akan memberi dukungan kepada kandidat yang belum jelas statusnya. Saya tidak sepandangan dengan pak Lie dalam hal ini Kita kan memilih kandidat wali kota, bukan memilih satu partai. Yg akan ngurus kota Skw nantinya kan si kandidat, bukan partai. Perahu itu tak akan melayu kedepan tanpa kandidat yg mendayung Tanpa dukungan politis partai akan banyak keputusan diambil(rancangan perda) oleh Wako akan berakhir di tong sampah karena mendapat tantangan di DPRD,perda harus mendapat persetujuan dari DPRD.Kalau wako tidak mendapat dukungan partai di DPRD pemerintahnya pasti tidak berjalan efektip. Oleh sebab itu para kandidat harus berjuang mendapatkan dukungan parpol sebanyak mungkin karena ,contoh kandidat Gubernur DKI Foke(Fauzi Bowo) bahkan mendapat dukungan 16 parpol. Hi, saya ingin belajar banyak dari pak Li tentang pernyataan pak Li seperti berikut: Yang harus kita utamakan adalah kalifikasi nya bukan perahu nya. Kalifikasi yang didukung oleh fakta Kalafiikasi ? Itu hal baru bagi saya.Kalau pak Li tidak keberatan memberi pandangan dalam topik ini. Terima kasih best regards, Bong Ket kong .Li Malikasim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sdr Ket Kong, Hanya satu konsekwensi - terpilihnya kandidat yg mendapat banyak "dukungan ikut2an". Pernyataan demikian berbau "ancaman". Alasan utk mendukung satu kandidat sebenarnya tak perlu dengan alasan yg "muluk2". Bisa aja karna: tetangga kita, temannya teman kita, pernah liat gambar tempelnya, anaknya satu sekolah dengan anak kita, pernah ketemu di pasar atau restoran, latar belakang keluarganya, profesinya, pendidikannya, pengalaman dalam manajemen, karena katanya A ket, dan alasan2 sepeleh lainnya. Kita kan memilih kandidat wali kota, bukan memilih satu partai. Yg akan ngurus kota Skw nantinya kan si kandidat, bukan partai. Perahu itu tak akan melayu kedepan tanpa kandidat yg mendayung. Kalo utk saya sendiri, pendidikan, kesuksesan dalam hidup, keberhasilan dalam usaha, pengetahuaan, keanggotaan dalam milis ini, yang saya utamakan. Calon2 wakota seharusnya memperkenalkan dirinya ke kita di milis ini. Siapa tau nanti akan dapat banyak suara "dukungan ikut2an". Yang harus kita utamakan adalah kalifikasi nya bukan perahu nya. Kalifikasi yang didukung oleh fakta. Kalo sdr Ket Kong udah mengambil sikap dan mendukung satu kandidat, perkenalkanlah kandidat tsb ke kita. "Tell us all about him". Siapa tahu banyak yg akan ikut2an dengan pilihan sdr Ket Kong dan juga agar supaya tidak dicap "membeli kucing didalam karung" oleh sdri Lydia Pei nantinya. Peace and Cheers
Ket Kong Bong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Emang benar orang2 suka " ikut2an ",termasuk ikut2an mendukung salah satu kandidat tanpa mengerti latar belakangnya. Anda tau konsekwensi dari ikut2an ? __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
