Dear Hendy,
  Terima kasih Hendy.Atas koreksi beberapa kata bahasa Indonesia yang salah 
ketik.Bahasa Indonesia bukan bahasa “mother tongue” bagi saya.Kalau didalam 
penulisan(posting) saya terdapat kesalahan dari segi tata bahasa 
Indonesia,harap maklum.Mengenai tempat tinggal saya,saya rasa tidak ada 
relevansinya untuk kita bahas didalam forum ini.Juga tidak diwajibkan didalam 
forum ini.
   
  Saya tidak perlu memberikan penjelasan 2 kali untuk pertanyaan yang sama. 
Kalau anda ingin tahu konsekuensi memberikan dukungan kepada kandidat wako yang 
belum pasti mengikuti pilkada nanti,anda dapat menemukan jawabannya pada 
posting saya yang lalu itu.
  Mengenai pertanyaan anda berbunyi seperti berikut” Memangnya Anda sendiri 
sekarang bisa menyebutkan siapa yang sudah pasti jadi cawako? Coba sebutkan 
namanya dan perahu apa yang dia pakai nantinya?”Pertanyaan anda itu tidak perlu 
saya jawab karena dalam posting saya yang lalu tidak mengupas masalah ini.Perlu 
saya ingatkan kepada anda, please baca posting saya sebelum bertanya.Saya tidak 
akan melayani pertanyaan yang tidak ada hubungan dengan posting saya.Time is 
money.
   
  Jika "kalifikasi" yang  dimaksudkan oleh Pak Lie adalah "kualifikasi".Saya 
tidak keberatan mendengar pendapat dari Pak Lie tentang menilai kandidat dari 
segi "kualifikasi".
   
  Best regards,
  Bong Ket Kong


Hendy Lie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:           
  Dear Bong Ket Kong,
   
  Selamat datang di mailing list Singkawang. Semoga kehadiran Anda bisa 
memberikan nilai tambah untuk mailing list ini.
   
  Wah ternyata Anda tidak berniat mengancam Pak Lie toh. Sayang sekali nih 
soalnya saya juga seorang pendukung Pak Hasan Karman. Jadi saya juga pengen tau 
konsekuensi apa yang akan saya terima kalau saya mendukung Pak Hasan? :)
   
  Soal cawako, sebelum pendaftaran ditutup (Juli 2007?) saya rasa semuanya 
masih belum pasti. Memangnya Anda sendiri sekarang bisa menyebutkan siapa yang 
sudah pasti jadi cawako? Coba sebutkan namanya dan perahu apa yang dia pakai 
nantinya?
   
  Soal kata "kalifikasi", saya rasa dari susunan kalimatnya yang dimaksud Pak 
Lie itu adalah "kualifikasi". Saya rasa member lain juga tau hal ini. Ini hanya 
masalah kesalahan mengetik saja. Anda sendiri juga di postingan di bawah ini 
ada beberapa kesalahan mengetik seperti "Kalafiikasi" dan "tindakkan" :)
   
  Saya rasa ini hal yang wajar aja mengingat Pak Lie udah lama meninggalkan 
Indonesia dan jarang menggunakan bahasa Indonesia. Hal yang sama bisa kita 
lihat pada tulisan Pak Robert yang udah lebih dari 25 tahun tinggal di 
Australia. Pak Robert juga beberapa kali salah tulis dan tata bahasanya sedikit 
kacau :) (sorry nih Pak Robert)
   
  Oh ya, kalau liat tata bahasa yang Anda pakai, sepertinya Anda juga udah lama 
gak menggunakan bahasa Indonesia ya? Soalnya tata bahasa yang Anda pakai juga 
sedikit kacau tuh :). Kalau boleh tau Pak Ket Kong sekarang berdomisili dimana 
ya?
   
  Thanks
   
   
  Salam,
Hendy Lie
   
   
   
    ----- Original Message ----- 
  From: Ket Kong Bong 
   
  

  Dear  Pak Lie,
  Sorry,kalau pak Li merasa posting saya bernada offensive.Saya tidak berniat 
mengancam,apalagi posting  saya merupakan ancaman bagi member di milist ini.Ini 
bukan gaya tindakkan saya.Sebagai manusia beradab,saya sadar dan tidak 
menggunakan cara kekerasan dalam bentuk aksi memberi ancaman terhadap sesama 
manusia.
  
  Kalau kita ikut2an mendukung sesuatu yang tidak jelas kepastiannya, ada 
peluang kita membuat kesalahan.Kesalahan ini kadang-kadang dapat mencelakakan 
orang lain.Ambil saja sebagai contoh kasus ikut2an dukung kandidat wako 
kita.Padahal kita sudah tahu masalah yang paling prinsip yang dihadapi kandidat 
belum ada pemecahan yg jelas.Nah,kalau kandidat kita gagal maju.Apakah tidak 
diketawai oleh tetangga kita atau etnis lain(non chinese) melihat kita 
kegila2an mendukung sesuatu yang sia-sia.malu2in! Walaupun secara fisik tidak 
menyakitkan tetapi secara mental …mendapat malu itu.
  
  Orang lain boleh membuat kesalahan tetapi not for me.Saya tidak akan memberi 
dukungan kepada kandidat yang belum jelas statusnya.
  Saya tidak sepandangan dengan pak Lie dalam hal ini” Kita kan memilih 
kandidat wali kota, bukan memilih satu partai. Yg akan ngurus kota Skw nantinya 
kan si kandidat, bukan partai. Perahu itu tak akan melayu kedepan tanpa 
kandidat yg mendayung”
  Tanpa dukungan politis partai akan banyak keputusan diambil(rancangan perda) 
oleh Wako akan berakhir di  tong sampah karena mendapat tantangan di DPRD,perda 
harus mendapat persetujuan dari DPRD.Kalau wako tidak mendapat dukungan partai 
di DPRD pemerintahnya pasti tidak berjalan efektip.
  Oleh sebab itu para kandidat harus berjuang mendapatkan dukungan parpol 
sebanyak mungkin karena ,contoh kandidat Gubernur DKI Foke(Fauzi Bowo) bahkan 
mendapat dukungan 16 parpol.
  
  Hi, saya ingin belajar banyak dari pak Li tentang pernyataan pak Li seperti 
berikut: “Yang harus kita utamakan adalah kalifikasi nya bukan perahu nya. 
Kalifikasi yang didukung oleh fakta” Kalafiikasi ? Itu hal baru bagi saya.Kalau 
pak Li tidak keberatan memberi pandangan dalam topik ini.
  Terima kasih
   
  best regards,
  Bong Ket kong
  

       

       
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.
 
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

Kirim email ke