Dear Bong Ket Kong, Selamat datang di mailing list Singkawang. Semoga kehadiran Anda bisa memberikan nilai tambah untuk mailing list ini.
Wah ternyata Anda tidak berniat mengancam Pak Lie toh. Sayang sekali nih soalnya saya juga seorang pendukung Pak Hasan Karman. Jadi saya juga pengen tau konsekuensi apa yang akan saya terima kalau saya mendukung Pak Hasan? :) Soal cawako, sebelum pendaftaran ditutup (Juli 2007?) saya rasa semuanya masih belum pasti. Memangnya Anda sendiri sekarang bisa menyebutkan siapa yang sudah pasti jadi cawako? Coba sebutkan namanya dan perahu apa yang dia pakai nantinya? Soal kata "kalifikasi", saya rasa dari susunan kalimatnya yang dimaksud Pak Lie itu adalah "kualifikasi". Saya rasa member lain juga tau hal ini. Ini hanya masalah kesalahan mengetik saja. Anda sendiri juga di postingan di bawah ini ada beberapa kesalahan mengetik seperti "Kalafiikasi" dan "tindakkan" :) Saya rasa ini hal yang wajar aja mengingat Pak Lie udah lama meninggalkan Indonesia dan jarang menggunakan bahasa Indonesia. Hal yang sama bisa kita lihat pada tulisan Pak Robert yang udah lebih dari 25 tahun tinggal di Australia. Pak Robert juga beberapa kali salah tulis dan tata bahasanya sedikit kacau :) (sorry nih Pak Robert) Oh ya, kalau liat tata bahasa yang Anda pakai, sepertinya Anda juga udah lama gak menggunakan bahasa Indonesia ya? Soalnya tata bahasa yang Anda pakai juga sedikit kacau tuh :). Kalau boleh tau Pak Ket Kong sekarang berdomisili dimana ya? Thanks Salam, Hendy Lie ----- Original Message ----- From: Ket Kong Bong Dear Pak Lie, Sorry,kalau pak Li merasa posting saya bernada offensive.Saya tidak berniat mengancam,apalagi posting saya merupakan ancaman bagi member di milist ini.Ini bukan gaya tindakkan saya.Sebagai manusia beradab,saya sadar dan tidak menggunakan cara kekerasan dalam bentuk aksi memberi ancaman terhadap sesama manusia. Kalau kita ikut2an mendukung sesuatu yang tidak jelas kepastiannya, ada peluang kita membuat kesalahan.Kesalahan ini kadang-kadang dapat mencelakakan orang lain.Ambil saja sebagai contoh kasus ikut2an dukung kandidat wako kita.Padahal kita sudah tahu masalah yang paling prinsip yang dihadapi kandidat belum ada pemecahan yg jelas.Nah,kalau kandidat kita gagal maju.Apakah tidak diketawai oleh tetangga kita atau etnis lain(non chinese) melihat kita kegila2an mendukung sesuatu yang sia-sia.malu2in! Walaupun secara fisik tidak menyakitkan tetapi secara mental .mendapat malu itu. Orang lain boleh membuat kesalahan tetapi not for me.Saya tidak akan memberi dukungan kepada kandidat yang belum jelas statusnya. Saya tidak sepandangan dengan pak Lie dalam hal ini" Kita kan memilih kandidat wali kota, bukan memilih satu partai. Yg akan ngurus kota Skw nantinya kan si kandidat, bukan partai. Perahu itu tak akan melayu kedepan tanpa kandidat yg mendayung" Tanpa dukungan politis partai akan banyak keputusan diambil(rancangan perda) oleh Wako akan berakhir di tong sampah karena mendapat tantangan di DPRD,perda harus mendapat persetujuan dari DPRD.Kalau wako tidak mendapat dukungan partai di DPRD pemerintahnya pasti tidak berjalan efektip. Oleh sebab itu para kandidat harus berjuang mendapatkan dukungan parpol sebanyak mungkin karena ,contoh kandidat Gubernur DKI Foke(Fauzi Bowo) bahkan mendapat dukungan 16 parpol. Hi, saya ingin belajar banyak dari pak Li tentang pernyataan pak Li seperti berikut: "Yang harus kita utamakan adalah kalifikasi nya bukan perahu nya. Kalifikasi yang didukung oleh fakta" Kalafiikasi ? Itu hal baru bagi saya.Kalau pak Li tidak keberatan memberi pandangan dalam topik ini. Terima kasih best regards, Bong Ket kong
