Dear Pak HB,
Indonesia itu jelas jauh lebih kaya dibanding negara
negara kecil yg disebutkan dicerita itu. Sekarang
masalahnya kalo dibandingkan seumpama mengurus satu
keluarga, Ortu jadi presidentnya, trus anaknya jadi
rakyat. Nah yang mempunyai anak 2 dengan mempunyai
anak 10 kan jauh lebih sulit yg  mempunyai anak 10 itu
kan.   Mana rumahnya besar lagi, sering anak anak itu
gak ketahuan ada diruangan yg mana, yg ada cuma
laporannya doang, agak menyulitkan.
Indonesia ini mirip dengan yg anaknya banyak trus
rumahnya besar, udah dipisah dengan laut lagi jelas
susah. Lebih celaka lagi anak anak ini sering nakal,
dan bisa berkelit. Kasihan yg jadi President.Tidak
segampang orang yg mencaci maki dan menghujat, siapa
saja yg duduk dikursi itu aku yakin tidur mereka akan
susah.

--- Hidayat Boesran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> 
> Indonesia
> miskin atau kaya ?
> 
> 
> Februari 20th, 2006 — Rovicky 
> 
> 
> Memanfaatkan energi alternatif
> seringkali mengundang diksusi, eh diskusi panjang …
> (maksute alternatip itu
> kali non BBM kali ya). Knapa Indonesia belum beralih
> juga padahal sudah jelas
> pemerintah kedodoran mensubsidi energi yg selama ini
> sudah terlanjur dinikmati
> rakyat lewat subsidi BBM.
> 
> 
> Diskusi menarik di IAGI bahkan Prof Koesoema
> menunjuk masalah
> sederhananya soal duik, tapi apa iya duik ini saja
> masalahnya ?
> 
> 
> 
> 
>  —–Original Message—–
> 
> From: R.P. Koesoemadinata [mailto:koesoema@ net.id]
> 
> 
> 
> 
> Masalahnya simple: tidak ada duit!
> 
> 
> Ya … Yg tidak ada duit ini
> pemerintahnya.
> 
> 
> Pemerintah Indonesia ini miskin.
> 
> Namun duit Indonesia berada di pejabat dan rakyatnya
> sebagai asset pribadi.
> 
> Problem lain soal duit ini adalah masalah distribusi
> yg tidak merata serta
> “mode of distribution mechanism” yg cenderung
> menjadikan sebuah proses produksi
> memiliki efisiensi yang rendah, secara mudahnya
> menjadi boros energi. “Money
> distribution mode” di Indonesia ini sering bentuknya
> “palak-memalak”.
> Masing-masing rakyat-pejabat-pemerintah ingin
> enaknya tanpa kerja keras, ini
> dimulai dari tukang parkir yg memungut bayaran
> seenaknya, pengemis jalanan
> hingga direktur perusahaan yg menghendaki proyek
> dengan sogokan dll, termasuk
> juga pemerintahan yg ingin meningkatkan pendapatan
> negara dengan palak … eh
> pajak!. Miskinnya pemerintah Indonesia ini
> menjadikan kontrol jalannya
> pemerintahan menjadi sangat lemah.
> 
> 
> Berbeda dengan Malaysia yg
> pemerintahnya kaya, sedang jumlah uang beredar di
> penduduknya relatif lebih
> sedikit dibanding Indonesia. Namun distribusinya
> relatif lebih merata dengan
> proses pemerataan pendapatan yg lebih baik.
> 
> Dengan duit yg dimiliki pemerintah sehingga
> pemerintah mampu memiliki kekuatan
> kontrol terhadap jalannya pemerintahan.
> 
> 
> Tapi apakah di Malesa ngga ada
> korupsi? upst … tunggu dulu cara pemberantasan atau
> lebih tepatnya “pembatasan”
> korupsi di Malesa ini unik. Koruptor kelas kakap
> dapat lebih leha-leha
> dibanding di Indonesia, diem tenang2 saja tidak
> dikejar-kejar. Sedangkan
> koruptor kelas teri dikejar2 habis. Sehingga si
> teri-teri kecil ini ngga
> berkembang menjadi kakap. Pemberantasan kelas Kakap
> hanya melahirkan teri-teri
> kecil yang baru. Coba saja kalau ada koruptor
> 10Milyar Rupiah, maka dia akan
> dengan suka rela membagi 2 atau bahkan 6 milyar bagi
> pelindung2nya. Artinya
> dari satu percobaan penangkapan koruptor kelas kakap
> berpotensi untuk munculnya
> koruptor2 teri. Dan si teri ini kalau tidak
> dibrantas ya selalu saja ada yg
> lolos naik kelas kakap.
> 
> 
> Nah kembali dengan negara
> kaya-miskin …
> 
> Berbeda lagi dengan Belanda …. Belanda termasuk
> negara yang memiliki hutang
> terbesar di dunia. Namun hutang tersebut hutang
> terhadap rakyatnya dalam bentuk
> obligasi. Sehingga pemeritahannya berhati-hati dan
> selalu berusaha sebaik
> mungkin terhadap rakyatnya yg memiliki duit.
> 
> 
> RDP
> 
> 
> 
> 
> “kaya itu harus, sederhana itu wajib”
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
>
________________________________________________________
> 
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
> http://id.yahoo.com/



       
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 
http://searchmarketing.yahoo.com/

Kirim email ke