Dear Lidya berikut ini pandangan dr segi ekonomi ditinjau dari segi kegunaan dan cost sekarang pun kalau mau dibangun kereta api harus ada analisa terhadap biaya sedangkan kita tahu kalbar tidak mempunyai penduduk yang padat seperti pulau jawa dan tingkat mobilitas penduduknya jg tidak setinggi pada pulau dengan penduduk padat seperti pulau jawa jadi jika seandainya mau dibangun transportasi KA, harus dipertimbangkan pengembalian dr investasi ini seberapa lama. tentunya membangun jaringan kereta api membutuhkan biaya yang tidak kecil -biaya pembebasan tanah -biaya rancangan -pertimabangan bahan bakar ( pertimbangan jangka lama) -pertimbangan segi kegunaan, kalau masyarakat tidak terlalu butuh kenapa harus dibangun ? seperti halnya jakarta, karena transportasi sudah sgt vital bagi kota kawasan bisnis tentunya dibutuhkan transportasi, dan oleh sebab itu transjakarta busway, waterway etc muncul dan masi h byk biaya2 lainnya
tenang saja kalau kalbar memang sudah butuh transportasi spt KA pastinya pmrintah akan melirik pembangunan transportasi KA. jgnkan KA, monorel pun bs ada tar. :) menurut saya suatu kota memungkinkan utk dibangun KA jika -kependudukan padat -mobilitas tinggi -aktivitas perekonomian tinggi etc sementara saya sebutkan 3 (saya ambil pontianak sebagai contoh) misal pontianak daerah bisnis dan byk org2 dr daerah lain merantau kesana utk cari kerja/buka usaha. maka pontianak akan padat, sama halnya spt jkt yg terdiri dr byk jenis org dengan jumlah org / padat sekali mobilitas yang mungkin: - daily mobility hal ini seperti orang yang tinggal di sambas terus kerja nya di pontianak, jd dia akan PP dr ponti sambas setiap hari -non- daily mobility kalau yang ni tergantung , ada yang misal menetap di pontianak dan kemudian pulang ke kampung halamanya seminggu, sebulan, setahun sekali ataupun hanya pada hari2 besar Di saat itulah transportasi yang cepat dan massal akan dibutuhkan kalau tingkat mobilitas nya sudah tinggi. ( ini hanya dipandang dr segi mobilitas manusia nya loh, belum lagi pengiriman barang dll) kalau hanya sedikit orang yang memakai KA ini, tentunya akan mubazir dan malah merugi. pihak KA pasti ga mau rugi dong contoh: sekali jalan butuh bahan bakar 300ribu tiket 1 orang @20ribu, maka dibutuhkan 15 orang dong utk bisa kembali modal dan tentunya diharapkan lebih dr 15 orang dong ? kalau seandainya yang naik cm 5 org? mau ga mau harus jalan kan KA nya ? (tapi rugi) oleh sebab itu, kalbar masih belum memerlukan KA note: saya ga tahu jumlah statistik transportasi per hari nya pada daerah2 di kalbar namun sejauh ni kita tidak melihat adanya keluhan kesulitan maupun permasalahan transportasi , berarti kalbar belum terlalu butuh transport spt KA jadi semua tulisan saya di atas adalaha berupa anggapan kalau tingkat transportasi di kalbar masi rendah karena penduduknya tidak terlalu padat. semoga tulisan saya bermanfaat Best regards, Al > ----- Pesan Asli ---- > Dari: Lidya Pei <[EMAIL PROTECTED]> > Kepada: [email protected] > Terkirim: Jumat, 29 Juni, 2007 10:34:37 > Topik: Re: [Singkawang] Abrasi Pantai Sepanjang Pontianak - Singkawang - Pemangkat. > Dear Pak HB, > > Saya pribadi punya tanda tanya yg belum sepenuhnya > > mendapat jawaban yg memuaskan. Apakah Bpk tau kenapa > > yah di KalBar itu tidak ada jalur rel kereta api? > > Pernah saya mendapat jawaban katanya sih, karena tanah > > diKalBar itu tidak cocok buat bantalan rel???? apa > > iya??? Soalnya kok rasanya transportasi antar kota > > pontianak, mempawah, singkawang, pemangkat, sambas itu > > akan terasa lebih asyik yah kalo ada kereta api. > > Apalagi jalurnya sepanjang pantai, membayangkan saja > > sudah terasa asyik. Alih alih lapangan udara lebih > > asyik punya jalur rel. Ah mimpi lagi deh. > > > > --- Hidayat Boesran <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote: > > > > > Dear Rudi Dustika Teja, > > > > > > Abrasi di sepanjang pantai Pontianak - Singkawang - > > > Pemangkat ? > > > Saya coba menjawab dengan keterbatasan wawasan saya > > > kalo ada kesulitan menjawabnya saya harus nanya > > > dengan Pa' Dhe lho > > > Semoga Pa' Dhe bisa bantu saya karena setahu saya > > > Pa' Dhe sering bergelut dengan tanah (geologi) > > > bukan bergelut dengan gelombang > > > > > > Ya, memang benar abrasi pantai sudah sedemikian lama > > > menggeruti pantai sepanjang > > > Pontianak - Singkawang - Pemangkat > > > Setahu saya kerusakan pantai tsb. telah ditangani > > > oleh pemda dengan pemasangan triangle pemecah > > > gelombang > > > disekitar pantai Mempawah & Sie. Duri namun seberapa > > > efektivkah usaha ini ? saya tidak tau persis. > > > Namun perlu untuk dicermati bahwa pantai2 > > > disepanjang Pontianak - Singkawang - Pemangkat > > > adalah pantai > > > yang terbuka, hanya terdapat sedikit pulau2 kecil > > > yang dapat menghambat gelombang tsb. > > > > > > Gelombang dipengaruhi oleh banyak > > > faktor : > > > > > > Angin : Kecepatan anginPanjang/ jarak hembusan > > > anginWaktu (lamanya) hembusan anginGeometri laut > > > (topografi atau profil laut dan bentuk > > > pantai)Gempa (apabila terjadi tsunami) - sangat > > > kecil/minor > > > > > > Terlihat diatas bahwa pada kenyataan > > > gelombang laut lebih banyak dipengaruhi oleh faktor > > > kondisi atmosfer. Kondisi > > > angin in tentusaja salah satu-nya cuaca yaitu > > > kondisi sesaat dari atmosfer > > > meliputi : suhu, tekanan (angin), uap air (awan) dan > > > hujan. > > > > > > > > > > > > > > > > > > 1 = Arah angin > > > > > > 2 = Puncak gelombang (peak) > > > > > > 3 = Lembah gelombang (trough) > > > > > > > > > Bentuk gelombang akan berubah sesuai > > > dengan kedalaman dasar laut. > > > > > > > > > Pada lokasi B bentuk perputaran > > > gelombang berupa elips, semakin dangkal maka semakin > > > elips. Apabila tinggi > > > gelombang masih cukup tinggi maka gelombang akan > > > pecah di pantai. > > > > > > > > > Pada gelobang laut ini air hanya > > > naik turun, namun tidak ada pergerakan atau aliran. > > > Sedangkan pada gelombang > > > tsunami, karena gelombangnya cukup panjang (jarak > > > titik titik puncak ("2 ke 2 > > > berikutnya") cukup panjang maka ketika sampai di > > > pinggir pantai akan semakin > > > tinggi yang menyebabkan gelombang tsunami ini akan > > > terkesan menyapu pantai. > > > > > > > > > Pada gelombang tsunami akan > > > terlihat tinggi gelombang semakin besar di pantai. > > > Nah karena yang dirasakan > > > merusak serta yang teramati pada gelombang tsunami > > > ini sepertinya memiliki > > > tinggi gelombang yang besar juga di tengah samodra. > > > Padahal kalau ada kapal > > > ditengah laut, maka kapal itu hanya merasakan > > > sedikit sekali gejala gelombang > > > tsunami yang berupa gelombang yang miliki jarak > > > antar puncaknya cukup panjang. > > > > > > > > > Jadi gempa tidak banyak mempengaruhi > > > besarnya gelombang laut pada umumnya. > > > > > > Karena : > > > > > > - Hanya gempa besar yang menyebabkan tsunami. > > > > > > - Akan lebih dirasakan akibatnya di pinggir pantai. > > > > > > > > > > > > > > > > > > Memang tidak aneh kalau ada yang > > > bertanya-tanya "apakah mungkin besarnya gelombang > > > laut dipengaruhi oleh > > > gempa ? Bukankah tsunami yang diakibatkan gempa dua > > > tahun kemarin gelombangnya > > > sangat besar menyapu kota-kota besar di Sumatra > > > Utara ? Juga di Pangandaran ?" > > > > > > > > > Jawaban sederhana saya begini : > > > Gelombang laut itu lebih dipengaruhi proses > > > atmospheric ketimbang proses > > > dari geologic. Artinya proses-proses serta kondisi > > > udara lebih > > > berpengaruh terhadap kondisi gelombang ketimbang > > > proses dasar laut. > > > > > > > > > > > > > > > > > > Tetapi kenapa gelombang tsunami bisa > > > jauh lebih merusak ketimbang gelombang laut ? > > > > > > > > > Gelombang tsunami > > > digambarkan sebagai gelombang yang menjalar > > > sedangkan gelombang laut biasa > > > adalah gelombang naik-turun biasa, lihat gambar > > > disebelah. > > > > > > > > > Gelombang laut tidak akan bergerak > > > kesamping seperti gelombang tsunami. Sehingga daya > > > rusak gelombang tsunami akan > > > maksimum pada pinggir pantai. Di laut gelombang > > > tsunami tidak akan dirasakan > > > oleh kapal laut. Karena kemarin kita menyaksikan > > > bagaimana gelombang tsunami > > > yang diakibatkan oleh gempa besar (skala diatas 6.8 > > > MI) yang sangat merusak, > > > tentunya secara intuisi kita melihat bahwa akan ada > > > gelombang besar ketika ada > > > gempa besar. > > > > > > > > > Ketika gelombang mencapai pantai, > > > seringkali diikuti dengan peningkatan ketinggian > > > gelombang karena laut semakin > > > dangkal sedangkan volume air yang mengalir dalam > > > jumlah yang sama. Ketinggian > > > "tembok gelombang tsunami" (tsunamic wave wall) ini > > > yang terlihat atau yang > > > diamati di pantai, namun bukan berarti bahwa tinggi > > > gelombang di tengah laut > > > juga setinggi itu. Hal inilah yang sering mengecoh > > > perkiraan tinggi gelombang > > > tsunami di tengah laut. > > > Yang pasti gelombang laut yang disebabkan stunami > > > tidak pernah terjadi di sepanjang pantai Pontianak - > > > Singkawang - Pemangkat. > > > Jadi jangan takut yachh. > > > > > > Untung aja si Tole sedang tidur . . . . > > > Kalo ngga tidur . . . . wah pasti ikut nimbrung > > > nanya. > > > Turu sing nyenyak yo Le . . . . (tidur yang nyenyak > > > ya To Le) > > > > > > Salam Hormat, > > > HB > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Membaca informasi tersebut saya jadi ingat tentang > > > abrasi, terutama pantai-pantai di KalBar. Saya jadi > > > teringat akan pantai di tengah perjalanan dari > > > Pontianak ke Singkawang, dan juga yang di Pemangkat. > > > Apakah abrasi di kampung halaman kita ini merupakan > > > dampak dari pemanasan global juga ya Pak Dhe? . > > > > > > > > > > > > Salam, > > > > > > Rudi. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > === message truncated === > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > > Choose the right car based on your needs. Check out Yahoo! Autos new Car Finder tool. > > http://autos. yahoo.com/ carfinder/ > > > > > > > > > > > > > <!-- > > #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} > #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} > #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} > #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} > #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} > #ygrp-text{ > font-family:Georgia; > } > #ygrp-text p{ > margin:0 0 1em 0;} > #ygrp-tpmsgs{ > font-family:Arial; > clear:both;} > #ygrp-vitnav{ > padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} > #ygrp-vitnav a{ > padding:0 1px;} > #ygrp-actbar{ > clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} > #ygrp-actbar .left{ > float:left;white-space:nowrap;} > .bld{font-weight:bold;} > #ygrp-grft{ > font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} > #ygrp-ft{ > font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; > padding:5px 0; > } > #ygrp-mlmsg #logo{ > padding-bottom:10px;} > > #ygrp-vital{ > background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} > #ygrp-vital #vithd{ > font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} > #ygrp-vital ul{ > padding:0;margin:2px 0;} > #ygrp-vital ul li{ > list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; > } > #ygrp-vital ul li .ct{ > font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} > #ygrp-vital ul li .cat{ > font-weight:bold;} > #ygrp-vital a { > text-decoration:none;} > > #ygrp-vital a:hover{ > text-decoration:underline;} > > #ygrp-sponsor #hd{ > color:#999;font-size:77%;} > #ygrp-sponsor #ov{ > padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} > #ygrp-sponsor #ov ul{ > padding:0 0 0 8px;margin:0;} > #ygrp-sponsor #ov li{ > list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} > #ygrp-sponsor #ov li a{ > text-decoration:none;font-size:130%;} > #ygrp-sponsor #nc { > background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} > #ygrp-sponsor .ad{ > padding:8px 0;} > #ygrp-sponsor .ad #hd1{ > font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} > #ygrp-sponsor .ad a{ > text-decoration:none;} > #ygrp-sponsor .ad a:hover{ > text-decoration:underline;} > #ygrp-sponsor .ad p{ > margin:0;} > o {font-size:0;} > .MsoNormal { > margin:0 0 0 0;} > #ygrp-text tt{ > font-size:120%;} > blockquote{margin:0 0 0 4px;} > .replbq {margin:4;} > --> > > > > > > > > > > ________________________________________________________ > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > http://id.yahoo.com/ >
