Dear all,
Ikutan nimbrung ya soal abrasi sepanjang pantai di kal-bar yang kelihatannya
pemda memang sudah sedikit berusaha membendung terjangan abrasi tersebut,
kenapa sedikit karena yang terlihat pemda tidak menanggulangi secara serius
yang dipindah malah jalan lagi jalan lagi sudah berapa kali jalan di sui duri
yang dipindah.....saya jadi bertanya apa abrasi ini memang tidak bisa
ditanggulangi secara ilmiah maksudnya pakek teknologi gitu....(ada yang bisa
jawab gak....) . Kalau dilihat dari segi hukumnya juga berdampak kok.Saya dulu
skripsi penelitian di sinam pemangkat tentang hilangnya hak atas tanah karena
abrasi.....banyak sekali masyarakat di situ yang kehilangan hak tanah karena
abrasi tapi penggantiannya tidak sesuai hak milik hanya diganti hak pakai dan
gak ada yang peduli....masayarakatnya juga gak tau kalau perbedaan hak atas
tanah yang di dapat akan berdampak hukum beda pula.... hak milik diganti hak
pakai... siapa yang bertanggung jawab atas kebodohan ini. Sekalian nih mumpung
mau pilkada Cawako carilah program - program prioritas yang bisa
membuat masyarakat anda menjadi pintar .
rgds
evi novia
Hidayat Boesran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Rudi Dustika Teja,
Betul sekali bahwa besar kemungkinannya bahwa abrasi pantai disepanjang
Pontianak - Singkawang - Pemangkat
adalah disebabkan gelombang yang terbentuk dari tiupan angin, dan hal ini
secara berkesinambungan berlangsung tahun ke tahun.
Memang benar pemanasan global adalah juga salah satu faktor penyebabnya namun
hempasan jenis gelombang yang terbentuk oleh tiupan angin inilah yang lebih
dominan terjadinya abrasi pantai demikian juga dengan gelombang pasang yang
melanda pantai selatan Jawa minggu lalu (18-19 May 2007) merupakan gejala alam
yang disebabkan oleh gerakan-gerakan benda-benda langit luar angkasa bersamaan
dengan kondisi meteorologi yang mendukung. Gaya-gaya Astronomi ini terutama
disebabkan oleh matahari dan bulan. Bulan merupakan benda langit yang paling
dekat dengan bumi yang menyebabkan hampir 70% efek pasang surut. Sedangkan
matahari memiliki pengaruh sebesar 30%.
semoga penjelasan ini tidak njelimet yach
kata Pa' Dhe kalo menjelaskan kepada To Le tentang fenomena alam, sebaiknya
dengan gaya bahasa yang mengajak To Le ikut membuat kesimpulan. dengan demikian
si To Le ikut belajar mencintai alam.
Terimakasih,
HB
----- Pesan Asli ----
Dari: Rudi Dustika Teja <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sabtu, 30 Juni, 2007 10:50:16
Topik: Re: [Singkawang] Abrasi Pantai Sepanjang Pontianak - Singkawang -
Pemangkat.
Dear Pak Dayat,
setelah membaca , menelaah dan memahami pelan-pelan penjelasan dari Pak Dayat
, tampaknya abrasi pantai di sini lebih disebabkan oleh gelombang angin ya. .
Pemandangan abrasi pantai ini sering saya perhatikan ketika dalam perjalanan
pulang dari Pontianak ke Singkawang, yang tak jarang juga membuat saya teringat
akan masa kecil saya yang kala itu berkunjung ke rumah seseorang di Pemangkat.
Waktu itu saya masih duduk di bangku SD, dan ketika ikut keluarga bertamu ke
rumah kolega di sana, sang tuan rumah sempat mengajak kita ke halaman rumahnya
. Saya ingat ada tumpukan-tumpukan karung pasir yang ditumpuk dalam jarak
tertentu di depan halamannya. Sang tuan rumah waktu itu menunjuk ke sebuah
patokan yang cukup jauh dan bercerita bahwa dulu garis pantai berada di sana.
Namun pelan-pelan menggerogoti sehingga semakin mendekati rumahnya.
Topik pemanasan global sering memberikan sorotan tentang mencairnya es di kutub
serta berbagai fenomena alam lainnya di dunia. Namun sebagai wong cilik dengan
wawasan yang terbatas ini saya belum sanggup berpikir skala dunia, eh..malah
teringat dengan kampung halaman sendiri he..he.. . Mohon maklum ya Pak.
Yang pasti dengan penjelasan dari Pak Dayat tersebut, saya tetap nggak berani
loh berspekulasi kalau abrasi sama sekali tidak dipengaruhi oleh pemanasan
global. Hehehe....
Akhir kata, terima kasih ya Pak Dayat sudah bela-belain cari info sampai
nanya ke Pak Dhe . .
Salam,
Rudi.
Hidayat Boesran <[EMAIL PROTECTED] co.id> wrote:
Dear Rudi Dustika Teja,
Abrasi di sepanjang pantai Pontianak - Singkawang - Pemangkat ?
Saya coba menjawab dengan keterbatasan wawasan saya
kalo ada kesulitan menjawabnya saya harus nanya dengan Pa' Dhe lho
Semoga Pa' Dhe bisa bantu saya karena setahu saya Pa' Dhe sering bergelut
dengan tanah (geologi)
bukan bergelut dengan gelombang
Ya, memang benar abrasi pantai sudah sedemikian lama menggeruti pantai sepanjang
Pontianak - Singkawang - Pemangkat
Setahu saya kerusakan pantai tsb. telah ditangani oleh pemda dengan pemasangan
triangle pemecah gelombang
disekitar pantai Mempawah & Sie. Duri namun seberapa efektivkah usaha ini ?
saya tidak tau persis.
Namun perlu untuk dicermati bahwa pantai2 disepanjang Pontianak - Singkawang -
Pemangkat adalah pantai
yang terbuka, hanya terdapat sedikit pulau2 kecil yang dapat menghambat
gelombang tsb.
Gelombang dipengaruhi oleh banyak faktor :
Angin :
Kecepatan angin
Panjang/jarak hembusan angin
Waktu (lamanya) hembusan angin
Geometri laut (topografi atau profil laut dan bentuk pantai)
Gempa (apabila terjadi tsunami) - sangat kecil/minor
Terlihat diatas bahwa pada kenyataan gelombang laut lebih banyak dipengaruhi
oleh faktor kondisi atmosfer. Kondisi angin in tentusaja salah satu-nya cuaca
yaitu kondisi sesaat dari atmosfer meliputi : suhu, tekanan (angin), uap air
(awan) dan hujan.
1 = Arah angin
2 = Puncak gelombang (peak)
3 = Lembah gelombang (trough)
Bentuk gelombang akan berubah sesuai dengan kedalaman dasar laut.
Pada lokasi B bentuk perputaran gelombang berupa elips, semakin dangkal maka
semakin elips. Apabila tinggi gelombang masih cukup tinggi maka gelombang akan
pecah di pantai.
Pada gelobang laut ini air hanya naik turun, namun tidak ada pergerakan atau
aliran. Sedangkan pada gelombang tsunami, karena gelombangnya cukup panjang
(jarak titik titik puncak (2 ke 2 berikutnya) cukup panjang maka ketika
sampai di pinggir pantai akan semakin tinggi yang menyebabkan gelombang tsunami
ini akan terkesan menyapu pantai.
Pada gelombang tsunami akan terlihat tinggi gelombang semakin besar di
pantai. Nah karena yang dirasakan merusak serta yang teramati pada gelombang
tsunami ini sepertinya memiliki tinggi gelombang yang besar juga di tengah
samodra. Padahal kalau ada kapal ditengah laut, maka kapal itu hanya merasakan
sedikit sekali gejala gelombang tsunami yang berupa gelombang yang miliki jarak
antar puncaknya cukup panjang.
Jadi gempa tidak banyak mempengaruhi besarnya gelombang laut pada umumnya.
Karena :
- Hanya gempa besar yang menyebabkan tsunami.
- Akan lebih dirasakan akibatnya di pinggir pantai.
Memang tidak aneh kalau ada yang bertanya-tanya apakah mungkin besarnya
gelombang laut dipengaruhi oleh gempa ? Bukankah tsunami yang diakibatkan gempa
dua tahun kemarin gelombangnya sangat besar menyapu kota-kota besar di Sumatra
Utara ? Juga di Pangandaran ?
Jawaban sederhana saya begini : Gelombang laut itu lebih dipengaruhi proses
atmospheric ketimbang proses dari geologic. Artinya proses-proses serta kondisi
udara lebih berpengaruh terhadap kondisi gelombang ketimbang proses dasar laut.
Tetapi kenapa gelombang tsunami bisa jauh lebih merusak ketimbang gelombang
laut ?
Gelombang tsunami digambarkan sebagai gelombang yang menjalar sedangkan
gelombang laut biasa adalah gelombang naik-turun biasa, lihat gambar disebelah.
Gelombang laut tidak akan bergerak kesamping seperti gelombang tsunami.
Sehingga daya rusak gelombang tsunami akan maksimum pada pinggir pantai. Di
laut gelombang tsunami tidak akan dirasakan oleh kapal laut. Karena kemarin
kita menyaksikan bagaimana gelombang tsunami yang diakibatkan oleh gempa besar
(skala diatas 6.8 MI) yang sangat merusak, tentunya secara intuisi kita melihat
bahwa akan ada gelombang besar ketika ada gempa besar.
Ketika gelombang mencapai pantai, seringkali diikuti dengan peningkatan
ketinggian gelombang karena laut semakin dangkal sedangkan volume air yang
mengalir dalam jumlah yang sama. Ketinggian tembok gelombang tsunami
(tsunamic wave wall) ini yang terlihat atau yang diamati di pantai, namun bukan
berarti bahwa tinggi gelombang di tengah laut juga setinggi itu. Hal inilah
yang sering mengecoh perkiraan tinggi gelombang tsunami di tengah laut.
Yang pasti gelombang laut yang disebabkan stunami tidak pernah terjadi di
sepanjang pantai Pontianak - Singkawang - Pemangkat.
Jadi jangan takut yachh.
Untung aja si Tole sedang tidur . . . .
Kalo ngga tidur . . . . wah pasti ikut nimbrung nanya.
Turu sing nyenyak yo Le . . . . (tidur yang nyenyak ya To Le)
Salam Hormat,
HB
.
---------------------------------
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com