ini maap ni pak de, ini... menarik sih menarik... tapi sebenarnya lagi 
ngomongin apa ini ? gak tau ini bahasanya yang emang kelewatan rumitnya, 
atau apa saya yang bodo ?

sebelumnya saya gak tau nih mau tanya ke siapa, mau tanya ke pak de, atau 
temannya pak de...

judulnya sih ok... awalnya ringan, tapi kok semakin menuju ke klimaksnya 
yang ditunggu2, justru semakin rumit ? akhirnya jadi complicated banget.

awalnya sih tertarik, sampai di tengah saraf2 otak dah mulai saling ikat, 
sampai ke bagian yang ditunggu2 otak malah kusut, kok justru jadi rumit 
sekali ? mungkin kalo ada orang pintar nanya : "jadi penyelesaiannya di mana 
? kok kesannya seperti diputar2 dengan bahasa2 ilmiah ?", kalo tukul nanya 
jadi : "tiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....iki ngomongin opo tiaaaaaaaaaa.......", 
mungkin emang saya yang bodo...

yang saya gak nyangka, ternyata tukang-tukang sumur sekarang kalo nyari air 
dah pakai istilah "hidrogeofisika" atau "hidrogeokimia" atau "induce 
polarization"... kalau gitu memang saya udah terlambat banget...

terakhir diucapkan : "selamat mencari...".... ok sih... tapi bagaimana 
caranya ? dengan istilah2 yang sangat spesifik seperti itu, apa caranya 
hanya ditujukan bagi ahli2 fisika dan kimia saja ?

pak hidayat, sebenarnya di hati ada harapan lebih, tapi it's ok, thanks for 
sharing...

regards,
sibodo

>From: Hidayat Boesran <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [email protected]
>To: [email protected]
>Subject: [Singkawang] Airtanah ? Apa dan Bagaimana Mencarinya ?
>Date: Tue, 10 Jul 2007 23:32:10 -0700 (PDT)
>
>
>Pa' Dhe, air dari pdam kota singkawang ngalirnya senin - kemis sejak jadul 
>(jaman dulu) ya ?
>mandinya dimana kalo To Le jalan2 ke singkawang ?
>Hhuuss, To Le kalo mau ke singkawang ya pegi aja, kog mikirin mandi !
>Mandi pake dua jari aja, celupin di air aqua !
>Usapin dua jari itu ke mata kiri kanan, mumet (pusing) aku !
>Pa' Dhe ngedumel (ngomel) yaa ?
>Pa Dhe, nyari mata air sing gampang, uakeh banyune pie (cari mata air yg 
>mudah, banyak airnya gimana) ?
>
>Siapkan garam secukupnya, letakan garam tsb. di tanah pada 5 s/d 6 lokasi 
>yang jaraknya berjauhan (dibersihkan dari rumput2) pada saat matahari sdh 
>tenggelam, bentuk tumpukan garam tsb. berupa gunungan (kerucut) yang 
>tingginya kira2 10 cm, sama dengan gunungan garam dilokasi lainnya (utk 
>pedoman), tutup gunungan garam tsb. dengan panci, ember dsb.
>Buka tutup gunungan garam tsb. pada saat subuh, amati ketinggian garam tsb. 
>pilih gunungan garam yang paling rendah dan basah (dikarenakan penguapan) 
>diantara gunungan garam lainnya. nah itulah lokasi airnya yang paling 
>banyak diantara lokasi2 lainnya. bikin sumur disitu.
>
>Thank's dahsyat ya Pa' Dhe, tapi kog gunungan garamnya bisa jadi rendah sih 
>Pa' Dhe ?
>Pikir sendiri, renungkan sendiri, ingat pelajaran sekolah dulu ?
>Iya . . . iya . . . Pa' Dhe, To Le buka lagi buku2 pelajaran sekolah dulu.
>Tapi kalo cuman dapat satu sumur ya ngga cukup lho Pa' Dhe buat orang 
>banyak di singkawang ? Jadi harus gimana Dhe ?
>Pa' Dhe nanya dengan tetangga Pa' Dhe dulu yaa yang kerjanya di LIPI.
>
>
>
>
>Seorang kawan (Rachmat Fajar Lubis)
>yg sedang berada di Jepang, bukan belajar gempa tetapi tentang air tanah. 
>Ya,
>belajar tentang air tanah. mengapa ? Karena air akan menjadi bahan komoditi
>ketika nanti kita kesulitan mencari air tawar dan air baku untuk kehidupan
>sehari-hari. Pak Fajar ini mempelajari pengelolaan air tanah, beliau 
>bekerja di
>Indonesia sebagai ahli air tanah di  Geotek LIPI,
>Bandung. Pak Fajar saat ini berada di Chiba, Jepang dalam rangka Joint
>Research.
>
>
>Berikut tulisan sekelumit beliau
>tentang air tanah.
>
>
>Airtanah?
>Apa dan Bagaimana Mencarinya?
>
>
>Rachmat
>Fajar Lubis
>
>
>
>
>
>Pertanyaan diatas seringkali muncul
>ketika sumber air yang kita gunakan selama ini seperti air sungai, danau 
>atau
>air hujan tidak bisa kita dapatkan. Satu hal yang pasti ini adalah 
>salahsatu
>jenis air juga.
>
>
>Hanya dikarenakan jenis air ini
>tidak terlihat secara langsung, banyak kesalahfahaman dalam masalah ini. 
>Banyak
>orang secara umum menganggap airtanah itu sebagai suatu danau atau sungai 
>yang
>mengalir di bawah tanah. Padahal, hanya dalam kasus dimana suatu daerah 
>yang
>memiliki gua dibawah tanahlah kondisi ini adalah benar. Secara umum 
>airtanah
>akan mengalir sangat perlahan melalui suatu celah yang sangat kecil dan 
>atau
>melalui butiran antar batuan
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>(Model
>aliran airtanah melewati rekahan dan butir batuan)
>
>
>Batuan yang mampu menyimpan dan
>mengalirkan airtanah ini kita sebut dengan akifer. Bagaimana interaksi kita
>dalam penggunaan airtanah? Yang alami adalah dengan mengambil airtanah yang
>muncul di permukaan sebagai mataair atau secara buatan. Untuk pengambilan
>airtanah secara buatan, mungkin analogi yang baik adalah apabila kita 
>memegang
>suatu gelas yang berisi air dan es. Apabila kita masukkan sedotan, maka 
>akan
>terlihat bahwa air yang berada di dalam sedotan akan sama dengan tinggi air 
>di
>gelas. Ketika kita menghisap air dalam gelas tersebut terus menerus pada
>akhirnya kita akan menghisap udara, apabila kita masih ingin menghisap air 
>yang
>tersimpan diantara es maka kita harus menghisapnya lebih keras atau 
>mengubah
>posisi sedotan. Nah konsep ini hampirlah sama dengan teknis pengambilan
>airtanah dalam lapisan akifer (dalam hal ini diwakili oleh es batu) dengan
>menggunakan pompa (diwakili oleh sedotan)
>
>
>Hal yang menarik, jika kita tutup
>permukaan sedotan maka akan terlihat bahwa muka air di dalam sedotan akan
>berbeda dengan muka air didalam gelas. Perbedaan ini akan mengakibatkan
>pergerakan air. Sama dengan analog ini, airtanahpun akan bergerak dari 
>tekanan
>tinggi menuju ke tekanan rendah. Perbedaan tekanan ini secara umum 
>diakibatkan
>oleh gaya gravitasi (perbedaan ketinggian antara daerah pegunungan dengan
>permukaan laut), adanya lapisan penutup yang impermeabel diatas lapisan 
>akifer,
>gaya lainnya yang diakibatkan oleh pola struktur batuan atau fenomena 
>lainnya
>yang ada di bawah permukaan tanah. Pergerakan ini secara umum disebut 
>gradien
>aliran airtanah (potentiometrik). Secara alamiah pola gradien ini dapat
>ditentukan dengan menarik kesamaan muka airtanah yang berada dalam satu 
>sistem
>aliran airtanah yang sama.
>
>
>Mengapa pergerakan atau aliran
>airtanah ini menjadi penting? Karena disinilah kunci dari penentuan suatu
>daerah kaya dengan airtanah atau tidak. Perlu dicatat : tidak seluruh 
>daerah
>memiliki potensi airtanah alami yang baik.
>
>
>Model aliran airtanah itu sendiri
>akan dimulai pada daerah resapan airtanah atau sering juga disebut sebagai 
>daerah
>imbuhan airtanah (recharge zone). Daerah ini adalah wilayah dimana
>air yang berada di permukaan tanah baik air hujan ataupun air permukaan
>mengalami proses penyusupan (infiltrasi) secara gravitasi melalui lubang 
>pori
>tanah/batuan atau celah/rekahan pada tanah/batuan.
>
>
>
>
>
>
>
>
>(Model
>siklus hidrologi, dimodifikasi dari konsep Gunung Merapi-GunungKidul)
>
>
>Proses penyusupan ini akan
>berakumulasi pada satu titik dimana air tersebut menemui suatu 
>[EMAIL PROTECTED] struktur batuan yang bersifat kedap air (impermeabel).
>Titik akumulasi ini akan membentuk suatu zona jenuh air (saturated zone)
>yang seringkali disebut sebagai daerah luahan airtanah (discharge zone).
>Perbedaan kondisi fisik secara alami akan mengakibatkan air dalam zonasi 
>ini
>akan bergerak/mengalir baik secara gravitasi, perbedaan tekanan, kontrol
>struktur batuan dan parameter lainnya. Kondisi inilah yang disebut sebagai
>aliran airtanah. Daerah aliran airtanah ini selanjutnya disebut sebagai 
>daerah
>aliran (flow zone).
>
>
>Dalam perjalananya aliran airtanah
>ini seringkali melewati suatu lapisan akifer yang diatasnya memiliki 
>lapisan
>penutup yang bersifat kedap air (impermeabel) hal ini mengakibatkan 
>perubahan
>tekanan antara airtanah yang berada di bawah lapisan penutup dan airtanah 
>yang
>berada diatasnya. Perubahan tekanan inilah yang didefinisikan sebagai 
>airtanah
>tertekan (confined aquifer) dan airtanah bebas (unconfined aquifer).
>Dalam kehidupan sehari-hari pola pemanfaatan airtanah bebas sering kita 
>lihat
>dalam penggunaan sumur gali oleh penduduk, sedangkan airtanah tertekan 
>dalam
>sumur bor yang sebelumnya telah menembus lapisan penutupnya.
>
>
>Airtanah bebas@(water table) memiliki
>karakter berfluktuasi terhadap iklim sekitar, mudah tercemar dan cenderung
>memiliki kesamaan karakter kimia dengan air hujan. Kemudahannya untuk
>didapatkan membuat kecenderungan disebut sebagai airtanah dangkal (Padahal
>dangkal atau dalam itu sangat relatif lho).
>
>
>Airtanah tertekan/ airtanah
>terhalang inilah yang seringkali disebut sebagai air sumur artesis 
>(artesian
>well). Pola pergerakannya yang menghasilkan gradient potensial,
>mengakibatkan adanya istilah artesis positif ; kejadian dimana potensial
>airtanah ini berada diatas permukaan tanah sehingga airtanah akan mengalir
>vertikal secara alami menuju kestimbangan garis potensial khayal ini. 
>Artesis
>nol ; kejadian dimana garis potensial khayal ini sama dengan permukaan 
>tanah
>sehingga muka airtanah akan sama dengan muka tanah. Terakhir artesis 
>negatif ;
>kejadian dimana garis potensial khayal ini dibawah permukaan tanah sehingga
>muka airtanah akan berada di bawah permukaan tanah..
>
>
>
>
>
>
>
>
>Jadi, kalau tukang sumur bilang
>bahwa dia akan membuat sumur artesis, itu artinya dia akan mencari airtanah
>tertekan/airtanah terhalang ini.. belum tentu airnya akan muncrat dari 
>tanah ;p
>
>
>Lalu airtanah mana yang akan dicari?
>
>
>Itulah yang pertama kali harus kita
>tentukan. Tiap jenis airtanah memerlukan metode pencarian yang spesifik. 
>Tapi
>secara umum bisa kita bagi menjadi :
>
>
>Metode berdasarkan aspek fisika (Hidrogeofisika)
>: Penekanannya pada aspek fisik yaitu merekonstruksi pola sebaran lapisan
>akuifer. Beberapa metode yang sudah umum kita dengar dalam metode ini 
>adalah
>pengukuran geolistrik yang meliputi pengukuran tahanan jenis, induce
>polarisation (IP) dan lain-lain. Pengukuran lainnya adalah dengan
>menggunakan sesimik, gaya berat dan banyak lagi.
>
>
>Metode berdasarkan aspek kimia (Hidrogeokimia)
>: Penekanannya pada aspek kimia yaitu mencoba merunut pola pergerakan 
>airtanah.
>Secara teori ketika air melewati suatu media, maka air ini akan melarutkan
>komponen yang dilewatinya. Sebagai contoh air yang telah lama mengalir di 
>bawah
>permukaan tanah akan memiliki kandungan mineral yang berasal dari batuan 
>yang
>dilewatinya secara melimpah.
>
>
>Metode manakah yang terbaik?
>
>
>Kombinasi dari kedua metode ini akan
>saling melengkapi dan akan memudahkan kita untuk mengetahui lebih lengkap
>mengenai informasi keberadaan airtanah di daerah kita.
>
>
>Selamat mencari airtanahc untuk kehidupan yang
>lebih baik.
>Chiba,
>23 Agustus 2006
>
>
>Semoga bermanfaat,
>Salam Hormat,
>HB.
>
>
>
>
>
>
>
>________________________________________________________
>Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
>http://id.yahoo.com/

_________________________________________________________________
More photos, more messages, more storage—get 2GB with Windows Live Hotmail. 
http://get.live.com/en-id/mail/features



=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply

United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
===================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/singkawang/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/singkawang/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke