http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=157499

*Jumat, 9 Mei 2008*
*Isu Santet via Ponsel, Resahkan Warga
*
*Singkawang,-*  Isu santet melalui ponsel, bukan hanya merisaukan warga di
Bengkalis, Riau, namun juga di Kota Singkawang. Akibatnya, banyak warga yang
bertanya-tanya bahkan ada yang khawatir pembunuhan lewat telpon genggam ini.
Salah warga kepada Pontianak Post mengatakan, dia menerima pesan singkat
dari salah satu temannya, yang mengatakan bahwa bila ada panggilan masuk
dengan warna merah, jangan diangkat. Isi pesan singkat itu pun berbeda-beda.


Tapi ada yang menerima dengan pesan singkat berisikan antara lain, "Kalau
ada telpon yang nomor berwarna merah, dan nomor HP yang akhirnya 0866 dan
0666 jangan diangkat karena bisa menelan jiwa. Hari ini sudah disiarkan
berita, terjadi di Jakarta dan Duri, Bengkalis dan sudah terbukti. Sekarang
masih diusut polisi. Dugaan sementara, ada kasus pembunuhan jarak jauh
melalui telpon genggam oleh dukun ilmu hitam/si penelpon adalah roh
getayangan yang mencari mangsa.

Harap dimengerti dan dikirimkan ke teman atau saudara semua. Bahkan, ada
lagi sms yang beredar, "hari ini pas jam 10 pagi ada yang mau tes ilmu
hitam. Non-aktifkan hpnya. Sebarkan sms ini, pliss. 1 sms, selamatkan 1
nyawa, pulsa gak pntg, nyawa lebih pntg, daripada kehilangan orang2 yang
kita syg." Pesan singkat tersebut sudah menyebar dari telepon genggam satu
ke yang lainnya.

"Sejak beberapa hari ini, saya menerima sms seperti ini,"kata Susan, kepada
Pontianak Post, kemarin. Ibu tiga anak ini mengatakan, bahkan dia sering
ditanya oleh keluarga dan teman-temannya soal isi pesan singkat tersebut.

"Saya sudah bilang kepada mereka itu hanya isu dan bohong. Ada yang percaya
ada yang tidak," kata Susan, kemarin. Susan sendiri tidak percaya soal
santet dengan menggunakan ponsel. "Zaman sudah maju. Tapi masih saja yang
percaya. Itu hanyalah persaingan bisnis telpon selular saja," kata Susan.

Susan mengatakan, saat ini saja banyak singkatan atau arti dari GSM yang
berada di Indonesia. "Ada singkatan dan arti dari lambang-lambang GSM.
Padahal, itu hanya untuk persaingan bisnis saja," katanya. Hal yang sama
diakui Eugenia Wu. Dia sangat menyayangkan isu itu beredar sehingga
memberikan rasa takut kepada masyarakat. Untuk itu, dia mendesak kepada
kepolisian untuk menangkap pelaku penyebaran pesan singkat itu.

"Jangan cari sumbernya. Yang penting, siapa yang mengedarkan pesan singkat
itu bisa diciduk. Karena menyampaikan informasi bohong dan memberikan rasa
takut kepada masyarakat," katanya. Seorang pemuda, yang tinggal di Kampung
Tengah mengakui, memperoleh pesan singkat dari Riau. "Sahabat saya yang
kirim. Katanya di Riau banyak yang meninggal, baik di Bengkalis dan daerah
lainnya, mencapai belasan orang. Saya sendiri sudah minta cek kan kepada
teman apakah ada di koran-koran. Ternyata tidak ada hal semacam itu,''
katanya. (zrf)

Kirim email ke