Singkawang,-  PENGUCURAN dana dari pusat melalui APBN serta APBD untuk
pembangunan tidaklah sedikit jumlahnya. Karena itu, masyarakat harus
mengawasinya serta jangan takut untuk mengkritisi atau melapor ke
pihak berwenang jika melihat terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaannya.

"Masyarakat berhak. Soalnya, hasil dari semua pekerjaan fisik dan
nonfisik yang dilakukan di daerah kita adalah demi kepentingan kita
semua," kata Deni Isnaeni, Aktivis dari LSM G2, kemarin.

Apabila ada penyimpangan pada saat pelaksanaannya tetapi tidak diawasi
dan dikritisi, maka hasil yang akan dinikmati masyarakat menurutnya
akan jauh dari harapan. "Masyarakatlah yang rugi sebab dana yang
diambil adalah dari masyarakat juga," ujarnya. Di Kota Singkawang,
saat ini juga dinilai perlu pengawasan ketat agar korupsi proyek
pembangunan yang merugikan tidak ada lagi.

Bukan saja infrastruktur pembangunan jalan, melainkan proyek-proyek
lain seperti bantuan proyek air bersih yang dikelola PU. Proyek
tersebut menurutnya harus tepat sasaran mengingat kondisi pelayanan
PDAM yang kian memburuk dan faktor-faktor lainnya.

"Pemerintah juga kita harapkan untuk memprogramkan proyek pembangunan
sesuai dengan kebutuhan tiap daerah dan tepat sasaran. Di sisi lain,
masyarakat pun hendaknya bersama-sama mendukung program pembangunan
yang akan dilaksanakan," katanya.(rnl)

Source :
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=162635

Kirim email ke