Senin, 11 Agustus 2008 Perangi HIV/AIDS dan Narkoba Pemangkat,- Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Sambas H Hairi Syafei, mengajak seluruh masyarakat Sambas untuk bersama memerangi penyakit masyarakat (pekat) termasuk HIV AIDS dan narkoba.
"Jangan sampai masyarakat khususnya generasi muda menjadi loyo dan lemah dikarenakan penyakit tersebut, karena mereka akan menjadi pemimpin masa depan," tegasnya. Oleh sebab itu, kantor Departemen Agama Kabupaten Sambas terus berupaya memerangi penyakit masyarakat tersebut. Seperti pembinaan penyuluhan muda dan madya se-Kabupaten Sambas yang telah dilaksanakan di aula Rambis Resto Café (RRC) Sambas, belum lama ini di Sambas. Dia mengatakan Departemen Agama Kabupaten Sambas tidak sendiri, kali ini, kandepag kabupaten Sambas bekerjasana dengan UNFPA dan BAN Kabupaten Sambas memerangi penyakit masyarakat. "Kegiatan ini sangat efektif karena penyuluh agama langsung pembinaan kepada masyarakat dengan tepat sasaran," ujarnya. Apalagi, kata dia, kegiatan ini sinergis dengan visi misi depag dan pemkab Sambas. Dikatakannya, visi depag mewujudkan masyarakat Kabupaten Sambas yang religius, cerdas, berakhlaqul karimah, rukun dan sejahtrera. Ini realisasi pada muatan misi, dia mengatakan peningkatan pelayanan urusan agama, peningkatan mutu pendidikan agama, peningkatan penyelenggaraan haji , zakat, wakaf atau potensi ekonomi umat, peningkatan bimbingan pemahaman dan pengamalan agama dan peningkatan kerukunan kehidupan umat dengan trilogi kerukunan. Begitu pun dengan kata religius, cerdas, dan berakhlaqul karimah Sebagai aksi dari visi dan misi tersebut, kerjama ini, kata dia, merupakan bukti konkrit mendukung program bupati/wakil bupati Sambas, dimana memberdayakan para penyuluh agama melalui khutbah jumat dan mingguan. "Diperlukan kerjasama semua pihak seperti orang tua , pemuka masyarkat dan agama," timpalnya. Kegiatan ini difasilitasi oleh Pemda Sambas, Dinas Kesehatan Sambas, Depag, Polres Sambas, kerjasama bisa berlanjut secara berkala. Dikatakanya, perang terhadap pekat sudah disosisalisasikan setiap Jumat dan peringatan Isro Miraj di semua kecamatan, dengan pemberdayaan melalui penyuluhan agama. Terutama kepada kecamatan binaan yakni Pemangkat, Tebas, Sambas, Jawai dan Teluk Keramat. "Karena angka HIV/AIDS dan narkoba yang ada di lima kecamatan tersebut," timpalnya. Dia mengatakan untuk mengantaisipasi hal tersebut, langkah-langkah yang ditempuh seperti sosialisasi melalui khutbah dan ceramah agama kepada masyarakat. Kemudian, penyuluhan kepada penyuluh amil/lebai, pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat selain itu, kandepag terus melakukan langkah preventif kepada calon pengantin, pelajar, maupun para korban pekat sampai pada rehabilitasi di LP dan rumah rehabilitisasi. (har) Source : http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=163584
