Singkawang, Sengketa tapal batas antara Kecamatan Singkawang Utara (Singut) dengan Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur mulai mengarah pada konflik fisik. Warga Singut pun tidak menginginkan kerusuhan terjadi. Mengingat, sudah pernah mengalami pahitnya peristiwa berdarah beberapa tahun lalu. Demikian dikemukan Koordinator Tim Peduli Tapal Batas dan Masyarakat Singkawang Utara Tarmili, dalam pertemuan di Aula I, Rabu (13/8) siang.
Terhadap desakan perlunya pengamanan dan patroli, Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH MM menyatakan akan menindaklanjuti. Caranya, berkoordinasi dengan Kapolres Singkawang AKBP Parimin Warsito SH. Ratusan masyarakat Kecamatan Singkawang Utara sudah tiba di Kantor Wali Kota sejak pukul 09.00. Mereka berangkat dari Kantor Kecamatan Singkawang Utara dengan dikawal ketat petugas Sat Pol PP dan Polres Singkawang. Hanya saja, mereka terpaksa menunggu hingga pukul 14.30, karena Wali Kota beserta jajaran tengah menggelar pertemuan di Aula I. "Wali Kota dan Tim Tapal Batas harus tegas kepada para pelaku pencaplokan tanah di Kecamatan Singkawang Utara," tegas Tarmili. Pada tanggal 22 Mei lalu sebut Tarmili, semua kronoligis kejadian sudah dijabarkan kepada Asisten Kebijakan dan Pemerintahan. Sehingga, kemarin menjadi momen yang tepat meminta karya nyata Wali Kota dan Tim Tapal Batas dalam menyikapi sengketa di lapangan. "Mohon hari ini dituntaskan," tegasnya membacakan pernyataan sikap yang tertulis dalam lembaran kertas. Selanjutnya, Tarmili menyebut, tapal batas sebelah timur sudah ada, yaitu Sungai Air Hitam sesuai historis alam. Demi penegasan dan kejelasan, sebaiknya segera didirikan tapal batas permanen berupa tugu antara Kecamatan Singkawang Utara dengan Kelurahan Pajintan. "Kepada Wako dan tim tapal batas, segera hentikan sengketa dan tindak pelaku yang meng-kavling tanah di Singkawang Utara. Apalagi secara hukum, tanah tersebut sah kepemilikannya, baik surat sertifikat hak milik, Surat Keterangan Tanah (SKT), Satuan Peta Tanah (SPT) atau surat lainnya," timpalnya. Senada, Ruslan pemuka agama yang bermukim di Kelurahan Sui Bulan memastikan, masyarakat Kecamatan Singkawang Utara tetap berjuang meletakkan tapal batas yang sebenarnya. "Kami ingin menjaga keutuhan masyarakat Singkawang. Walaupun warga di Kecamatan Singkawang Timur membakar pondok, menebang pohon dan datang rombongan, kami tetap diam. Karena menginginkan Singkawang kondusif," ujarnya. Jika Pemkot yang punya wewenang meletakkan tapal batas segera memutuskan tapal batas, Ruslan memastikan menerima sepenuhnya. Sehingga jelas dan timbul perasaan bahagia. Warga Kecamatan Singkawang Utara secara terbuka meminta aparat keamanan berjaga-jaga di lokasi. Mengingat, para petani di tapal batas sering diintimidasi dan diharuskan membayar pajak. "Ini tidak ada rekayasa dan iming-iming dapat sesuatu," sahut mereka. Menanggapi permasalahan tersebut, Wali Kota menyatakan sudah berupaya semaksimal mungkin. Dan ia meminta semua pihak menenangkan hati dan jangan ribut-ribut. "Selasa (12/8) malam saya sudah dihubungi seputar pertemuan ini. Namun, karena sudah ada jadwal lain, langsung saya minta pertemuan berlangsung pukul 14.30. Sehingga tidak ada niat memperlambat," tandas Hasan didampingi Wakil Wali Kota Drs H Edy R Yakoub MSi. Hasan menyebut, permasalahan tapal batas sebagai warisan yang tidak kunjung selesai. Pemkot telah mengusahakan segera menyelesaikan sengketa ini karena menyangkut wibawa Pemkot dimata warganya. "Setiap warga yang punya surat itu dijamin hukum dan tidak akan kehilangan hak dengan permasalahan ini," tandasnya. Kepada masyarakat Kecamatan Singkawang Utara, Hasan mempersilahkan memiliki tanah di Kecamatan Singkawang Timur. Demikian juga sebaliknya, warga Kecamatan Singkawang Timur yang memiliki tanah di Kecamatan Singkawang Utara juga harus diakui. "Wako dan Tim Tapal Batas hanya menegaskan, bukan menetapkan. Karena tapal batas tidak ada yang baru," tegasnya. Hasan menyebut, berbagai dokumen mengenai tapal batas tengah diteliti dan dirunut. Hal ini bukan hal mudah. "Pemerintah tidak akan merugikan warganya," tukasnya. Senada, Kepala BPN Kota Singkawang dan juga anggota Tim Tapal Batas Drs Iswan menyebut, tim hanya sebatas menegaskan. Dan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin. "Tahun 2005 sudah pernah ditetapkan batas. Demikian juga tahun 2005 sudah ada penetapan batas di Kabupaten Sambas," timpalnya. (man Source : http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=5187
