Singkawang, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang terletak di
Jalan Wonosari Kota Singkawang dirancang menjadi TPA percontohan
sekaligus TPA regional yang melayani wilayah Kota Singkawang,
Kabupaten Bengkayang dan Sambas.

Penegasan itu dikemukakan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan
Kebersihan (DLHK) Kota Singkawang, Wolter C Koyongian SSos mengutip
pernyataan Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Regional
Kalimantan pada Seminar Pekerjaan Detail Engineering Design (DED) TPA
Sampah Wonosari di ruang rapat wali kota, Rabu (27/8) siang. "TPA
percontohan dan TPA regional memerlukan biaya sangat besar. Guna
melengkapi sarana dan prasarana pendukungnya," timpalnya.

Keterbatasan anggaran jelas Wolter, dapat diatasi dengan bantuan dana
dari pemerintah provinsi dan pusat. Demikian juga upaya kerjasama
dengan Kabupaten Sambas dan Bengkayang. "Namun ini semua masih dalam
proses pengajuan," tandasnya.

TPA regional di Kota Singkawang tambah Wolter, bukan menjadikan kota
seribu kuil tersebut sebagai kota sampah. Hal ini berkaca dari Kota
Balikpapan yang sudah sejak lama menerapkan sistem tersebut. "DLHK
sedang mengkaji keuntungan atau kerugian jika wacana ini terealisasi
di Kota Singkawang," tambahnya.     

Pemkot menurut Wolter, telah bekerjasama dengan CV Hanum guna
melakukan detail engineering design (DED) dalam rangka penataan TPA
Wonosari. Dengan DED diharapkan terwujud TPA yang memadai dan memenuhi
syarat, dilengkapi dengan sarana dan prasarana serta fasilitas
pelindung lingkungan. Selain itu, DED ini juga merekomendasikan adanya
fasilitas penunjang seperti air bersih, jembatan timbang dan bengkel
serta fasilitas operasional misalnya alat berat dan truk pengangkut
tanah serta fasilitas-fasilitas lain. "Jika rekomendasi dipenuhi maka
permasalahan sampah di Singkawang dapat teratasi dengan baik.
Dampaknya, Kota Singkawang menjadi bersih," tuturnya.

Sejauh ini lanjut Wolter, fasilitas di TPA Wonosari masih terbatas.
Karena itu hasil rekomendasi DED akan menjadi usulan pada anggaran
APBD 2009. "Besar anggaran yang dibutuhkan masih dalam kajian. Dan
kita coba bertahap," tuturnya.

Senada, tenaga ahli CV Hanum Mufti M Sabirin ST menyebut, TPA Wonosari
berpotensi untuk menjadi TPA regional. TPA Wonosari dengan luas
mencapai 10 hektar dipandang  paling baik di Kalbar. Berhubung bekas
pertambangan dan sisi kemiringan mendukung. "Ini cukup ideal," serunya.

Berdasakan perkiraan, anggaran yang dibutuhkan untuk melengkapi
berbagai fasilitas TPA Wonosari mencapai miliaran rupiah. Antara lain
kolam lindi sekitar Rp 3 miliar, alat berat sekitar Rp1 miliar berikut
kelengkapan lainnya. (man) 

Sumber : www.equator-news.com

Kirim email ke