Singkawang,-  Rencana pembangunan rumah melayu diperkirakan akan
menelan dana Rp3,6miliar sebenarnya sudah cukup lama digaungkan.
Namun, selain terbentur persoalan aset, masalah dana juga menjadi
salah satu kendala yang dihadapi. Hingga saat ini, dana yang sudah
terkumpul untuk pembangunan sebesar Rp500 juta.

"Itu adalah sumbangan pemkot," ujar Ketua Persatuan Forum Komunikasi
Pemuda Melayu (PFKPM) Kota Singkawang, Drs H Elmin MH. Guna mencukupi
kekurangan, pihaknya sedang mengupayakan adanya partisipasi dari
donatur-donatur serta simpatisan.

Lokasi Gedung Juang sengaja dipilih karena dipandang strategis. Selain
itu, situasi lingkungan juga dinilai sangat mendukung.

"Untuk pelaksanaan pembangunannya kita masih menunggu proses
penyerahan aset Gedung Juang. Tetapi pada prinsipnya Pemerintah
Kabupaten Sambas, Bengkayang dan Pemkot Singkawang tidak
mempermasalahkan," katanya. Dia berharap, proses penyerahan aset dapat
segera selesai.

Elmin menegaskan, rumah adat ini nanti bukan hanya milik etnis melayu
melainkan dapat digunakan juga oleh semua golongan. Itu sesuai dengan
prinsip melayu sendiri yang selalu terbuka terhadap siapa saja tanpa
memandang suku. Bahkan, bangunan ini pun tidak hanya dikhususkan bagi
warga Singkawang. Masyarakat dari Sambas dan Bengkayang juga
diperkenankan untuk memanfaatkannya.

Di samping sebagai sekretariat PFKPM, gedung akan difungsikan sebagai
wadah atau tempat kegiatan pembinaan generasi muda, seni budaya dan
pusat-pusat pertemuan. Diharapkan keberadaan rumah adat ini dapat
memberikan kontribusi bagi pembangunan sektor wisata dan budaya.
"Lebih kurang, fungsinya mirip dengan rumah adat melayu di Kota
Pontianak," ujarnya. (rnl)

Sumber : www.pontianakpost.com

Kirim email ke