http://www.borneo-tribune.net/2008/11/12/skate-board-idola-baru-remaja-singkawang/
Skate Board Idola Baru Remaja Singkawang

Olah raga ekstrem skate board menjadi permainan yang saat ini digandrungi
pelajar di Kota Singkawang. Sebagai contoh, terdapat 27 pelajar yang
tergabung dalam asosiasi skate board yang kerap kali melakukan latihan.
Mereka berasal dari beberapa sekolah berbeda. Mereka terdiri dari siswa SMAN
1, SMAN 2, SMAN 3, dan beberapa sekolah lainnya. Namun, mereka punya minat
sama.

Di antara penggemar skate board adalah, Nindy dan Nova. Dua pelajar
perempuan ini, sedang menggandrungi cabang olah raga dari negara Paman Sam.
Keberadaan dua pelajar itu terbilang langka, karena perempuan peminat skate
board sangat minim.

"Untuk daerah Singkawang, peminat skate board memang terbilang sedikit.
Apalagi untuk wanitanya," kata Nindy, saat ditemui pada sela-sela kesibukan
melatih kemampuan bermain skate board. Dalam kelompok itu, hanya mereka
berdua yang perempuan. Selebihnya lelaki.

Nindy menuturkan, kelompoknya sudah terbentuk cukup lama. Saat ini, mereka
sedang menyusun sebuah proposal yang nantinya diajukan ke Pemerintah Kota
Singkawang.

Menurutnya, sekarang ini, kebanyakan yang ada anggota baru. Anggota senior
banyak yang keluar daerah. "Oleh karena itu, kami agak kesulitan dalam
membuat proposal yang akan kami ajukan ke Pemkot Singkawang," kata Nindy.

Nindy berkata, proposal tersebut ditujukan pada Pemkot Singkawang dan dinas
terkait. Mereka minta tempat bermain skate board yang bisa dipergunakan
sebagai tempat bermain.

Selama ini, mereka bermain di lokasi Taman Burung dan di salah satu bekas
bangunan yang tidak terpakai di Jalan Pangeran Diponegoro.

Dua tempat yang digunakan tersebut, tidak memenuhi syarat. Dikarenakan,
Taman Burung banyak pengunjung lain. Bisa saja, pengunjung akan terluka,
karena terkena skate board yang dimainkan. Sementara di Jalan Diponegoro
merupakan bekas bangunan. Lokasinya tidak memungkinkan, untuk dijadikan
tempat berlatih.

Selain bermain di Singkawang, mereka juga sering diundang berlatih bersama
dengan kelompok pecinta skate board di Pontianak. Sebaliknya, mereka juga
sering mengundang untuk berlatih bersama di Singkawang.

Keduanya berharap, dengan proposal yang direncanakan tersebut, kelompok ini
berharap kepada Pemerintah Kota Singkawang, untuk merespon dan
mempertimbangkan. "Untuk para orang tua dan guru, kami berharap dinilai
bukan kegiatan yang negatif," kata keduanya.
Menurut keduanya, skate board sebagai kegiatan yang kreatif dan tidak
merugikan orang lain. Selain menyehatkan, permainan tersebut merupakan
keterampilan yang sangat membanggakan.

Kirim email ke