Boet Semua Warga Skw,

Ijinkan Saya memberikan beberapa pendapat ttg kontroversial tugu Naga,
beserta pihak2 yg berkonflik



Komentar saya yg pertama tentang FPI
Gerombolan ini sdh berkali2 melakukan tindakan anarkisme di beberapa wilayah 
Indonesia
dan yg terakhir berupa penyerangan kepada massa AKKBB di Monas, mereka tanpa 
peduli
menghajar warga yg tdk berdosa sebagian diantara mereka adalah anak2 dan wanita,
Maka pada saat itu juga presiden SBY mengingatkan agar negara tidak boleh kalah 
oleh tindakan 
biadab spt itu, yg ujungnya berupa penangkapan thd mrk yg bertindak anarkhis 
termasuk gembongnya
Rizieg Shihab, mereka sempat mengancam aparat jika menangkap mereka maka mrk 
akan melawan,
ancaman mrk ditanggapi serius oleh aparat dan menurunkan pasukan yg ckp besar 
dan FPI yg sebelumnya
galak jadi lemes dibawa oleh polisi tanpa perlawanan, utk saat ini di Jawa 
mereka lagi hilang pamor alias
dituntut utk dibubarkan oleh krn itu mrk manuver ke daerah lain, tapi salah 
alamat jika mereka mengira
bisa mengacau di bumi Kalimantan

Di Jawa Timur, kebetulan saya tinggal di Surabaya, massa FPI saat itu 
disweeping oleh Garda Bangsa dan FPI
dituntut dibubarkan krn lbh byk mudharatnya drpd manfaatnya, salah satu 
pimpinan FPI hampir diamuk massa,
untungnya saat itu diselamatkan oleh pasukan Garda Bangsa, yg merupakan laskar 
yg setia kpd Gus Dur, massa Jatim
mengamuk krn dedengkot FPI melechkan Gus Dur sebagai seorang Negarawan sejati

Komentar Mengenai Patung Naga :
Patung Naga didirikan dgn Tujuan utk memperindah kota dan mendukung pariwisata 
tanpa membawa nama agama, ras
dan dibiayai oleh swasta tanpa membebankan kepada APBD, bukankah itu sdh 
sejalan dgn tuntutan pemerintah dalam
program PNPM, kenapa hrs dipersoalkan, sedangkan di Sulawesi Selatan saja ada 
taman Naga ( bukan tugu lagi lho )
dan taman itu juga merupakan taman publik, mengapa Sulsel saja tidak 
dipersoalkan tapi kenapa SKW jadi masalah
Tanya kenapa ????

Pemberitaan di Media massa :
Pemberitaan di media massa sgt tdk berimbang, tanpa menjalankan kaidah 
jurnalistik yg harus cover both side,
pemberitaan mengenai pembangunan tanpa ijin adalah tdk benar, pemberitaan yg 
seolah2 mayoritas menginginkan
patung dirobohkan juga tdk benar, krn kenyataan dilapangan sebagian besar warga 
meminta agar pembangunan
diteruskan, kalau perlu silahkan adakan polling

Issue2 yg berkembang :
Issue yg berkembang saat ini adalah issue yg mencoba meresahkan msyrkat, jadi 
pihak aparat wajib utk mengusut isu tsb
dan masyarakat SKW harus bersatu menghadapi gerombolan pengacau keamanan 
apalagi jika itu dilakukan oleh
pihak dari luar kota, Jika mereka JUAL KITA BELI, BELI DGN KONTAN KERAS, 
msyrakat SKW jgn menyerang
tapi mempertahankan diri boleh dan itu diatur oleh undang-undang, kalau mrk mau 
masuk kota silahkan, biarkan aja mrk
masuk tapi bikin mereka tidak bisa keluar alias "one way ticket" utk mereka, 
tapi kita tetap jaga kondisi utk tetap kondusif
dan jgn terpancing isu2 yg memecah belah

Komentar tentang milist yg aktif :
Saya mengikuti beberapa milist di Indonesia,  milist adalah milist yg toleran, 
akan tetapi dgn kehadiran milist spt Robert pamungkas
adalah pencemaran krn bahasanya sgt kasar, tlg saudara moderator utk Kick out 
milist spt ini, kita tidak mau krn setitik nila
rusak susu sebelanga, selain itu juga krn dia sdh menyerang milist lain yg 
hanya memberikan comment thd suatu peristiwa, hal
ini sgt tdk dibenarkan dari segi etika

Akhir kata salam Persahabatan buat semua warga Singkawang dimanapun berada

Salam,
Jusuf Djalamaludin


      

Kirim email ke