Wa'alaikum Salam sdr. Edilius

Apa yg saya sampaikan adalah fakta di lapangan, krn saya sendiri juga kesal krn 
gerombolan ini
selalu memakai nama agama dlm aksinya yg anarkhis, sbg muslim sy sgt terluka, 
terus terang saya
di Sby juga tdk setuju ajaran Ahmadiyah, tapi saya selalu menekankan agar kita 
persuasif kepada
sdr2 kita di Ahmadiyah utk kembali ke jalan yg benar, tapi oleh FPI mrk 
diancam, diintimidasi
dan di aniaya dgn biadab, ini yg membuat kita di Jatim maupun Yogya kesal

Kembali ke persoalan di SKW, lagi2 baru dibentuk mrk sdh buat ulah dan mengarah 
pada anarkhisme
hanya gara2 sebuah tugu, mrk permasalahkan ijin, rasialis dan ruang publik, nah 
kalau kita mau telusuri
sebelum bicara tentang ijin pembangunan patung, alangkah bagusnya kita juga 
mengecek apakah
organisasi FPI ini terdaftar tdk di skw, cek saja di Kesbagpora, jadi mrk ini 
kita ajak bercermin dulu
kalau tdk punya ijin maka mrk tdk perlu ditanggapi apalagi diajak duduk utk 
musyawarah, saya tidak habis 
pikir dgn pemkot SKW kok organisasi yg beginian diajak bicara, harusnya 
pihak kepolisian langsung bubarkan mrk, 
jajaran polres skw boleh cek ke Irjen Pol. Abubakar Nataprawira, sdh berapa byk 
anggota fpi yg ditangkap karena anarkhis,
kenapa aparat masih membiarkan mrk membaiat anggota di skw, tapi apapun itu 
saya percaya aparat punya
perhitungan sendiri

Kpd semua warga Singkawang saya harapkan tdk perlu terlalu risau dgn isu2 yg 
tak bertanggung jawab,
tetap rapatkan barisan dan tetap solidaritas kepada sesama warga tanpa 
memandang suku, agama, maupun ras
tolong jangan mau diadu domba

Teruntuk ibu Arimbi Juniati yg sampai mengucap setelah membaca pernyataan 
robert pamungkas, saya mengharapkan
ibu  bersedia memaafkan kelancangannya, kita semua memang tdk terbiasa dgn 
bahasa kotor dan hujatan tapi tiap
manusia memang punya sikap dan hati yg berbeda bu, tolong dimaklumi yah bu, 
saya sdh meminta kpd sdr modrator
utk memfilter org2 spt ini

Akhir kata saya sampaikan salam persatuan buat semua umat

Salam 
Jusuf Djamaludin

  




________________________________
From: edhylius_sean <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, December 10, 2008 12:02:16 AM
Subject: Fw: Balasan: Bls: [Singkawang] Re: Hari ini Patung Naga. Besoknya kuil 
atau gereja???


Ass. Wr. Wb. Sdr. Jusuf Djamaludin
Salam Persaudaraan,

Saya sangat tertarik dan setuju dengan opini/komentar yg anda
sampaikan. Di Milis spt ini, semua tulisan kita bisa diakses oleh
siapapun sehingga butuh kehati-hatian saat berkomentar. Isi dari
milis-pun bermacam2 mulai dari menyampaikan pendapat sampai dukungan
dan prokontra.
Berbekal niat ingin mengeliminir situasi yg menghangat, saya mengambil
resiko dengan menyentuh ke masalah agama dengan tujuan rekan milis yg
lain bisa kembali ke pokok pembahasan tanpa mengkaitkan agama dan
ormas yg pembahasannya cenderung mengarah ke sana. Konsekwensinya
adalah teguran dari moderator, dan saya sadar akan hal itu.
Sebuah tulisan bisa dimaknai dengan berbagai tanggapan tergantung dari
individu dan backgroundnya, juga pada muatan yg tersirat (tersembunyi)
pada tulisan itu sendiri.
Atas dasar tersebut, saya sangat menghargai dan tertarik dengan
tulisan anda buat karena mudah dicerna, sistimatik dan komplit. Lebih
dari itu, diharapkan tulisan tsb bisa menjadi preseden bagi rekan2
milis untuk menurunkan tensi polemik yg bisa membuat kita semua
terbelah menjadi 2 kutub yg ekstrim. Cukup lelah dan membosankan bila
harus berlarut dalam kondisi begini.
Kita semua sayang dengan kota kita, walaupun sudah kita tinggalkan
namun perhatian kita tidak pernah berakhir. Banyaknya komentar yg
masuk mencerminkan masih banyaknya warga yg 'care' dgn persoalan yg
dihadapi.
Adalah tugas kita bersama menjaga suasana yg kondusif, dengan tidak
membuat statement2 yg tidak bertanggung dan provokatif.
Ada indikasi politikus yg bermain dan menciptakan semua kondisi
seperti ini dalam pencapaian target politik mereka, sedangkan kita
semua dan warga Singkawang yg harus menanggung imbas dan akibatnya.
Hasilnya adalah KERUGIAN yg HARUS DITANGGUNG WARGA dengan
retak/rusaknya Tatanan Kehidupan yg Harmonis.

Salam,
Edhylius

--- In [EMAIL PROTECTED] ups.com, Jusuf Djamaludin <djamal1930@ ...>
wrote:
>
> Boet Semua Warga Skw,
> 
> 
> Ijinkan Saya memberikan beberapa pendapat ttg kontroversial tugu Naga,
> beserta pihak2 yg berkonflik
> 
> 
> 
> Komentar saya yg pertama tentang FPI
> Gerombolan ini sdh berkali2 melakukan tindakan anarkisme di beberapa
wilayah Indonesia
> dan yg terakhir berupa penyerangan kepada massa AKKBB di Monas,
mereka tanpa peduli
> menghajar warga yg tdk berdosa sebagian diantara mereka adalah anak2
dan wanita,
> Maka pada saat itu juga presiden SBY mengingatkan agar negara tidak
boleh kalah oleh tindakan 
> biadab spt itu, yg ujungnya berupa penangkapan thd mrk yg bertindak
anarkhis termasuk gembongnya
> Rizieg Shihab, mereka sempat mengancam aparat jika menangkap  mereka
maka mrk akan melawan,
> ancaman mrk ditanggapi serius oleh aparat dan menurunkan pasukan yg
ckp besar dan FPI yg sebelumnya
> galak jadi lemes dibawa oleh polisi tanpa perlawanan, utk saat ini
di Jawa mereka lagi hilang pamor alias
> dituntut utk dibubarkan oleh krn itu mrk manuver ke daerah lain,
tapi salah alamat jika mereka mengira
> bisa mengacau di bumi Kalimantan
> 
> Di Jawa Timur, kebetulan saya tinggal di Surabaya, massa
FPI saat itu disweeping oleh Garda Bangsa dan FPI
> dituntut dibubarkan krn lbh byk mudharatnya drpd manfaatnya, salah
satu pimpinan FPI hampir diamuk massa,
> untungnya saat itu diselamatkan oleh pasukan Garda Bangsa, yg
merupakan laskar yg setia kpd Gus Dur, massa Jatim
> mengamuk krn dedengkot FPI melechkan Gus Dur sebagai seorang
Negarawan sejati
> 
> Komentar Mengenai Patung Naga :
> Patung Naga didirikan dgn Tujuan utk memperindah kota dan mendukung
pariwisata tanpa membawa nama agama, ras
> dan dibiayai oleh swasta tanpa membebankan kepada APBD, bukankah itu
sdh sejalan dgn tuntutan pemerintah dalam
> program PNPM, kenapa hrs dipersoalkan, sedangkan di Sulawesi Selatan
saja ada taman Naga ( bukan tugu lagi lho )
> dan taman itu juga merupakan taman publik, mengapa Sulsel saja tidak
dipersoalkan tapi kenapa SKW jadi masalah
> Tanya kenapa ????
> 
> Pemberitaan di Media massa :
> Pemberitaan di media massa sgt tdk berimbang, tanpa menjalankan
kaidah jurnalistik yg harus cover both side,
> pemberitaan mengenai pembangunan tanpa ijin adalah tdk benar,
pemberitaan yg seolah2 mayoritas menginginkan
> patung dirobohkan juga tdk benar, krn kenyataan dilapangan sebagian
besar warga meminta agar pembangunan
> diteruskan, kalau perlu silahkan adakan polling
> 
> Issue2 yg berkembang :
> Issue yg berkembang saat ini adalah issue yg mencoba meresahkan
msyrkat, jadi pihak aparat wajib utk mengusut isu tsb
> dan masyarakat SKW harus bersatu menghadapi gerombolan pengacau
keamanan apalagi jika itu dilakukan oleh
> pihak dari luar kota, Jika mereka JUAL KITA BELI, BELI DGN KONTAN
KERAS, msyrakat SKW jgn menyerang
> tapi mempertahankan diri boleh dan itu diatur oleh undang-undang,
kalau mrk mau masuk kota silahkan, biarkan aja mrk
> masuk tapi bikin mereka tidak bisa keluar alias "one way ticket" utk
mereka, tapi kita tetap jaga kondisi utk tetap kondusif
> dan jgn terpancing isu2 yg memecah belah
> 
> Komentar tentang milist yg aktif :
> Saya mengikuti beberapa milist di Indonesia,  milist adalah milist
yg toleran, akan tetapi dgn kehadiran milist spt Robert pamungkas
> adalah pencemaran krn bahasanya sgt kasar, tlg saudara moderator utk
Kick out milist spt ini, kita tidak mau krn setitik nila
> rusak susu sebelanga, selain itu juga krn dia sdh menyerang milist
lain yg hanya memberikan comment thd suatu peristiwa, hal
> ini sgt tdk dibenarkan dari segi etika
> 
> Akhir kata salam Persahabatan buat semua warga Singkawang dimanapun
berada
> 
> Salam,
> Jusuf Djalamaludin
>

 


      

Kirim email ke