MEMPAWAH, RABU - Hujan lebat yang turun dalam dua hari terakhir mengakibatkan Sungai Segedong di Kabupaten Pontianak dan Sungai Singkawang di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, meluap. Akibatnya sejumlah rumah dan akses jalan di Kecamatan Segedong dan Kecamatan Singkawang Barat terendam banjir setinggi 0,75-1 meter.
Syamsuddin, TNI yang menjadi Bintara Penghubung di Kecamatan Segedong, Rabu (10/12), mengatakan, ratusan rumah di 10 dusun di Desa Peniti Besar dan Peniti Dalam Dua , Kecamatan Segedong terendam banjir sejak Rabu pagi. Banjir juga merendam SD Negeri Pangguk di Peniti Besar. "Akses jalan transportasi darat menuju dua desa tersebut terputus sejak tadi pagi. Masyarakat yang hendak menuju ibukota kecamatan atau ke pasar harus menggunakan motor air menyusuri sungai. Puluhan hektar lahan pertanian rakyat juga terendam banjir," katanya. Sejauh ini warga masih bertahan dan belum ada yang mengungsi. Kondisi ini sedikit berbeda dengan banjir yang terjadi bulan Oktober lalu, di mana ketinggian genangan air mencapai 1,5 meter. Saat itu, ratusan warga terpaksa dievakuasi dan mengungsi di SDN II Segedong Intan. "Kami khawatir banjir semakin parah karena curah hujan di sini dan di daerah hulu sungai di daerah Mandor (Kabupaten Landak) masih cukup lebat," katanya. Sementara itu Ketua Forum SAR Daerah (FKSD) Singkawang Yohanes Urip yang menghubungi lewat telepon dari Singkawang mengatakan, hujan lebat yang berlangsung mulai Senin dini hari- Selasa malam mengakibatkan Sungai Singkawang meluap. Sedikitnya 19 rumah terendam banjir hingga setinggi 70 centimeter. Sejumlah 27 warga di RT 12/4 Kelurahan Pasiran dievakuasi ke gedung pertemuan di Kecamatan Singkawang Barat pada Selasa sore sampai malam. "Sebagian dari mereka ada yang ibu hamil, orang lanjut usia, dan anak-anak," kata Yohanes. Sejauh ini satuan koordinasi pelaksanaan penanggulanan bencana alam setempat sudah memberikan bantuan bahan makanan dan layanan kesehatan bagi warga yang mengungsi. Sumber : Kompas
