*Singkawang akan Bidik Wisatawan Asing* SINGKAWANG – Membangun pariwisata merupakan sebuah keharusan bagi pemerintah Kota Singkawang. Untuk itu, pembangunan tersebut, jangan dilakukan setengah-setengah. Pemerintah Kota Singkawang berencana dalam pengembangan sektor ini, tidak akan tanggung-tanggung. Wisatawan asing pun jadi bidikan utama. "Kembangkan wisata tidak sekelas lokal dan daerah saja. Karena tidak membawa multiflier efek yang besar," kata Wali Kota Singkawang Hasan Karman belum lama ini.
Bukannya sekali, ia berbicara seperti ini. Bahkan dalam beberapa kesempatan, perkataan ini kerap disebutnya. "Kita bidik wisatawan asing mau datang dan membelanjakan uang mereka. Sehingga memberikan devisa buat Singkawang," katanya. Menurutnya, hal-hal yang dilakukan ini, tidak ada tujuan lain, selain untuk membangun Kota Singkawang. Sasarannya adalah demi kemajuan kota dan kemakmuran masyarakat. "Satu periode itu sudah sangat melelahkan. Saya ingin bersama pak Edy (Wawako) untuk bangun Singkawang. Nanti pada 2012, setelah terpilih yang baru, kami tidak akan ganggu," katanya. Pada bagian lain, Pemkot Singkawang juga berencana menggelar sayembara memilih bentuk design pintu gerbang di tiga pintu masuk ke kota ini. Singkawang Selatan pintu masuk dari Kota Pontianak dan Kabupaten Bengkayang berada di Kelurahan Sedau. Sedangkan Singkawang Timur merupakan pintu masuk dari Kabupaten Bengkayang. Serta Singkawang Utara, untuk Kabupaten Sambas. "Tidak hanya membangun patung. Pemerintah akan membangun pintu gerbang di perbatasan tiga pintu masuk tersebut," kata Wali Kota Singkawang Hasan Karman belum lama ini. Menurutnya, design yang diinginkan untuk setiap kecamatan, disesuaikan dengan etnis yang terbanyak mendiami kawasan tersebut. Ia menyebut, Singkawang Utara, didominasi oleh etnis Melayu. Oleh karena itulah akan dibangun pintu gerbang bernuansa melayu. Kemudian, di Singkawang Timur, didominasi penduduk dari etnis dayak, maka direncanakan pembangunan gate bernuansa dayak. "Singkawang Selatan, didominasi oleh etnis Tionghua, gatenya disesuaikan bernuansa Tionghua," katanya. Ia menambahkan, saat ini sudah ada beberapa design gambar pintu gerbang yang diajukan untuk tiga lokasi yang berbatasan dengan kabupaten tetangga tersebut. Konsep itu diajukan oleh dua perusahaan rokok besar di Indonesia yang memang terkenal jor-joran untuk beriklan. "Tapi saya belum setuju karena designya belum cocok," ungkapnya. Pada sebuah kesempatan, Hasan Karman juga memperlihatkan gambar-gambar design untuk pintu gerbang tersebut. Pada gambar itu terlihat berbagai warna-warni dan corak dari masing-masing etnis. Tapi semua masih belum pas. "Nanti kita akan gelar lomba design. Kalau bisa jangan hanya lokal saja, tapi juga luar. Sekalin mempromosikan Singkawang," katanya. (ody)
