Kehadiran Astro masih dipersoalkan 'Masyarakat minati TV berlangganan'
JAKARTA: Minat masyarakat untuk berlangganan TV Astro diperkirakan besar di mana pendaftaran calon pelanggan mencapai 1.000 keluarga per hari. Manajemen Direct Vision-penyelenggara TV berbayar Astro, melanjutkan roadshow ke Surabaya dan Medan. Nelia Molato Sutrisno, Chief Executive Officer PT Direct Vision, mengatakan akan melanjutkan roadshow yang diselenggarakan di beberapa kota besar lain yaitu ke Surabaya dan Medan agar konsumen dapat langsung menerima penjelasan, membuktikan dan mengambil keputusan untuk berlangganan TV. Selama roadshow, peluncuran Astro cukup menarik minat calon pelanggan di mana dalam satu hari bisa mencapai antara 500 dan 1.000 pelanggan. Nelia mengatakan pada tahap pertama layanan itu digelar pihaknya belum akan agresif karena masih mengamati perkembangannya di pasar. Untuk sementara proyeksi berlanggan tidak jauh dari riset pasar yaitu 200.000 pelanggan. Di tahap kedua atau sekitar satu setengah tahun ke depan tidak hanya di Jawa dan Sumatra tetapi juga ke Kalimantan dan Sulawesi. Mulai tahun ini dia menyatakan akan ada jaringan distribusi ke luar negeri di mana program yang diproduksi di Indonesia akan dapat dijual ke Brunei, Malaysia dan Timur Tengah bahkan di AS. "Permintaan lebih banyak dari Malaysia, dan karya Indonesia bisa diekspor." Saat ini Astro menyelenggarakan saluran lokal dari 46 saluran yang ditawarkan, di antaranya Astro Ceria (untuk anak-anak), Aruna (sinetron), Astro Kirana (Film) dan Astro Xpresi (remaja) disamping saluran internasional. Erwin Darwis Purba, Head Counsel, Corporate & Regulatory PTDV, mengatakan investasi sebesar US$1 miliar sampai 10 tahun meliputi call center peralatan perangkat, program, sewa transponder satelit dan infrastruktur serta modal kerja. Asing dipersoalkan Berbagai kalangan mempersoalkan kehadiran pay TV service (TV berlangganan atau TV berbayar) asing, karena dinilai belum memenuhi persyaratan, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika. Mereka meminta pemerintah meninjau ulang izin yang diberikan kepada perusahaan penyelenggara TV berlangganan Astro Malaysia. "Mestinya pemerintah konsisten dalam menerapkan aturan. Jangan sampai kita mengorbankan harga diri bangsa, dengan mengatasnamakan investasi asing sehingga peraturan di-costumize. Kita banyak dirugikan dalam berbagai kasus yang melibatkan investasi asing," kata Anggota Komisi I DPR-RI Deddy Djamaludin Malik, di Jakarta, kemarin. Politisi dari PAN tersebut juga meminta pemerintah meninjau ulang izin yang diberikan kepada perusahaan tersebut karena disinyalir menyembunyikan beberapa fakta yang seharusnya diketahui publik. "Misalnya soal kepemilikan asing, yang tadinya asing memiliki saham 51 % perusahaan itu, kini menjadi 20 %. Kok penjelasannya kepada publik tidak transparan?" kata Deddy. Deddy menjelaskan, penyelenggaraan TV berlangganan yang melakukan kerja sama dengan pihak asing, berlaku persyaratan yang harus dipenuhi sesuai UU Penyiaran No. 32 tahun 2002, antara lain satelit asing harus mendapatkan landing right. "Salah satu syarat landing right bagi satelit asing yang masuk ke Indonesia adalah prinsip resiprokal, jika satelit asing dapat masuk ke Indonesia maka negara asal juga harus membuka diri untuk satelit kita. Nah ini tidak dilakukan karena Malaysia kan menjaga harga diri bangsa," katanya. Menurut Deddy, pihaknya akan meminta kepada DPR-RI untuk memanggil Menkominfo dan juga perusahaan penyelenggara TV berlangganan asing, untuk menjelaskan duduk persoalan dalam masalah perizinan ini. "Ini sangat penting bagi semua pihak, bagaimana pemerintah bisa memberikan izin dan bagaimana Astro Malaysia mendapatkan izin. Sehingga kalau pun ada tudingan miring, bisa mereka jawab," kata Deddy. Rencana pemanggilan oleh DPR-RI tersebut ditanggapi positif oleh Koordinator Komite Pengawas Informatika Achmad Kholid. "DPR memang harus menegakkan harga diri bangsa, jangan sampai kasus investasi asing di bidang pertambangan juga terjadi di bidang informatika. DPR harus berani memanggil Menkominfo dan Astro Malaysia, untuk menjelaskan kecurigaan masyarakat." (Hery Lazuardi) ([EMAIL PROTECTED]) Oleh Roni Yunianto Bisnis Indonesia __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -- Milis sky2tv -- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sky2tv/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
