Noon Coffee Break
Selalu ada yang seru setiap kali usai menonton teater Koma. Saya selalu
tertarik dengan setting panggung, selain musik dan lagu-lagu yang mengiringinya.
Pementasan kali ini (Kunjungan Cinta) dibuka dengan setting stasiun kereta
api. Dan setiap ada kereta yang datang (dengan permainan suara kereta kuno dan
lampu) tak lupa dilengkapi dengan angin yang menerbangkan sampah di lantai
stasiun itu. Begitu artistik dan menarik, hanya penata panggung yang berjiwa
seni tinggi saja yang mampu melakukannya.
Konon ini pementasannya yang ke-111, diusia Koma yang sudah mencapai 30
tahun. Sejak di bangku kuliah, sebisa mungkin saya selalu mengikutinya. Maklum,
sebagai anak fakultas sastra, hobi lama tersalur kembali (dulu waktu SMA saya
mengikuti eskul teater) Jadi begitu ketemu teman-teman yang doyan teater,
bablas deh
:)
Selalu ada yang menarik dalam pementasan teater Koma. Selain pentasnya, saya
juga hobi memerhatikan para penonton yang datang. Di waktu weekend bisa
dibilang semua kursi terisi habis, bahkan tidak jarang ada yang rela nongkrong
di lantai karpetnya. Yang datang rata-rata orang gedean. Di area parkiran penuh
mobil-mobil mewah mengkilat. Nonton teater tidak ada bedanya seperti menghadiri
party. Pria dan wanita tampil dengan pakaian paling chic, meski banyak juga
yang berpakaian kerja, nggak sempat ganti baju.
Di sini saya juga menemukan keluarga-keluarga mapan. Pasangan-pasangan usia
matang, sangat matang bahkan ada juga para oma-opa. Para oma-opa ini yang
paling romantis. Lengkap dengan cardigan, syal, kadang ada yang membawa
tongkat, pasangan-pasangan ini tak jarang saling berpegangan tangan. Mungkin
mereka tengah menikmati saat-saat berdua, karena anak-cucu sudah sibuk dengan
urusan masing-masing, siapa tahu ya?
Jumat kemarin, saya menemukan pemandangan yang tidak biasa. Ada anak-anak dan
para ABG yang datang dengan teman-teman maupun orang tua mereka. Persis di
depan saya duduk malah ada keluarga lengkap yang terdiri dari ayah, ibu dan dua
anak perempuan. Yang satu sudah remaja yang satunya masuh berumur kira-kira
enam tahun. Gadis 6 tahun ini lucu banget, setiap ada perkataan ataupun adegan
yang tidak dia mengerti pasti nanya ke papanya, Pah, tadi dia ngomong apa Pah?
atau Pah, kenapa sih pada ketawa? dll. Berisik banget.
Saya jadi membayangkan, mungkin kalau saya seumuran dia dan pergi nonton
barengan Papa saya, saya juga akan melakukan hal yang sama. Sayangnya, Papa
saya boro-boro nonton Koma, beliau Cuma doyannya nonton wayang kulit di teve
.
Hehehe, dan saya sering menanyakan siapa tokoh-tokoh wayang kulit itu karena di
mata saya semuanya selalu kelihatan nggak ada beda satu sama laen, alias sama
dan serupa
.hahaha..
p.s. luv u, Pah! ;)
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.