Sebenarnya tidak ada persoalan yang dapat mengganggu
hidup kita, yang ada adalah kita terganggu dengan cara
pandang kita sendiri. Kalimat ini pernah saya temukan
di salah satu buku di jajaran koleksi lantai 3.
Aslinya sih dalam bahasa inggris, tapi saya lebih bisa
mengingatnya dalam bahasa Indonesia. Buku itu bukan
buku psikologi apalagi buku yang berbau-bau spiritual.
Tapi itu dari buku yang berbicara tentang bisnis.
Setiap harinya persoalan memang selalu datang silih
berganti. Kalau nggak mau punya persoalan, itu
tandanya udah bosan idup, kata dosen saya yang Ph.D,
saat masih kuliah dulu, sambil terkekeh sinis
meledek mahasiswanya yang pusing dengan penelitian
untuk tesis.
Lain waktu, seorang teman senior juga pernah
menasehati, punya persoalan itu artinya kita masih
dikasih rizki. Weleh, setali tiga uang ini sih. Alias
sama aja, orang kalau sudah terputus rejekinya artinya
udah selesai umurnya alias mati. Tapi siapa sih yang
senang dikasih persoalan?
Persoalan itu berat entengnya tergantung cara pandang.
Seperti rasa senang dan sedih, juga tergantung cara
pandang. Kita pasti seneng dong dapet bonus puluhan
jeti di akhir tahun tapi kalau kemudian ternyata uang
itu dipakai untuk mengobati penyakit parah yang
tiba-tiba muncul, akhirnya bukannya happy malah sedih.
Atau kita sedih banget kena PHK, tapi kalau kemudian
karena PHK itu kita dapet pekerjaan yang jauuh lebih
baik, PHK seharusnya bikin happy.
Jatuh cinta juga bisa bikin orang bahagia dan
berbunga-bunga, tapi kalau pada akhirnya kemudian kita
ternyata jadi broken heart, gagal hidup bersama dengan
orang yang kita cintai, jatuh cinta jadi sama sekali
nggak bikin bahagia.
Demikian sebaliknya, broken heart bikin nangis bombay
berkepanjangan. Tapi kalau kemudian setelah putus kita
bertemu dengan soulmate yang sesungguhnya dan ternyata
jauh lebih keren (hehehe), broken heart tentu jadi
bikin happy.
Wah andai kita bisa tahu apa yang terjadi kemudian,
pastinya semua rasa jadi begitu relatif ya. Atau
jangan-jangan hidup jadi tidak semenarik yang ada
sekarang. Jangan-jangan rahasia-rahasia di masa depan
itu yang sebenarnya bikin manusia terus berusaha,
berharap bahkan juga putus asa.
Tapi masalahnya, siapa yang tahu kejadian kemudian ya.
Kalau masih dalam hitungan hari sih masih berasa,
kalau ternyata jeda waktunya tahunan, tidak semua
orang nyadar dengan rentetan peristiwa yang sebenarnya
ada benang merahnya itu. Paling cuma mengandalkan
feeling yang nggak jarang sering meleset. Tapi konon,
orang yang dekat dengan Tuhan-Nya memiliki bashirah,
atau mata hati, yang seolah-olah bisa melihat banyak
hal di depan nanti (tapi bukan paranormal loh ya..).
Dan dengan bashirah itu ikut menuntun langkahnya
selama menghadapi semua persoalan di dunia ini.
Wuaah
mau banget deh.
Have a nice Wednesday :)
____________________________________________________________________________________
Be a better pen pal.
Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
http://overview.mail.yahoo.com/
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/