Istri gue punya pendapat film ini memang sedikit agak mengecewakan. 
Selain cerita di film ini ada yang melenceng dari novel nya 
juga 'pengkarakteran' si Fahri, yang sangat berbeda.
Hanung sendiri dalam wawancaranya bilang bahwa dia sangat-sangat 
pusing dengan pembuatan film ini karena dia merasa tertekan dengan 
kepentingan-kepentingan yang berbeda dari : penulis, produser, 
keinginan penonton dan tentu keinginan dia sebagai sutradara.
Sepertinya di film ini 'kemenangan' si produser lebih dominan, MD 
entertainment menginginkan sosok fahri yang agak sedikit 'gaul' 
dibandingkan dengan cerita asli novelnya.
2 minggu lalu gue sempet 'dipaksa' untuk nonton bareng sama bini gue, 
di senayan city XXI, kebetulan pas pemutaran juga dihadiri sama 
bintang-bintang di film tersebut. Tapi karena sejak dari rencana 
pembuatan film sudah ketahuan siapa produser nya, gue jadi males 
nonton. MDE selama ini terkenal dengan sinetron-sinetron sabunnya 
yang menurut gue gak berkualitas.
Tapi meskipun demikian, film ini insya Allah masih lebih baik dari 
film-film yang dibuat dengan kemahatololan kolektif pembuat film 
indonesia dengan film-film hantu, pocong, genderuwo,wewek gombel, 
sapi ngacir dan seterusnya!!!!


Apip Kamil
fis 3 91

- Gue pengen LASKAR PELANGI difilmkan dengan baik!!!

Kirim email ke