sorry lupa di kasih tulisan dari milis tetangga. BTW inti dari tulisan adalah tentang sikap kita terhadap hidup dan tantangan.
Kalo boleh memilih antara wortel, telur, atau kopi... saya milih jengkol yang udah disemur aja. Dia sudah mengalami banyak proses: direndam, kemudian direbus, dibuang kulitnya, kemudian digedik pake ulekan, dan dimasak lagi pake bumbu semur + kecap. tetapi semuanya menjadi enak, legit dan harum. Apalagi temennya nasi uduk yang pulen.... jadi laperr deh... --- In [email protected], OpiK <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > wow.. what a good story > cuma ada satu pertanyaan nih bang tiar.. mungkin ini pertanyaan bodoh. > mana yg lebih baik, menjadi wortel, telur, atau kopi? > toh, setelah direbus ketiga-tiganya memberikan manfaat yang lebih dari > bentuk asalnya > apakah intinya hanya menyuruh kita untuk berubah, seperti kata om RK ==> > gile, doi makin banyak ajah proyeknya setelah nulis buku change.. nyesel gak > ditempel terus > > salam, > opik > yangkurangfahamtulisansastra > > On 3/13/08, Rahman, Tiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia > > tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah > > berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain > > muncul. > > > > Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke > > dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing- masing dengan > > air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air > > dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. > > Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia > > memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. > > > > Ia membiarkan masing-masing mendidih. Selama itu ia terdiam seribu bahasa. > > Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang > > dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. > > > > Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. > > Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. > > Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga. Ia lalu > > menoleh pada anaknya dan bertanya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, > > telur, dan kopi, " jawab sang anak. > > > > > > > > Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. > > Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa > > lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu > > dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa > > keras. Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. > > Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. > > > > > > "Apa maksud semua ini, ayah?" tanya sang anak. > > > > > > > > Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang > > sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka > > berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan > > keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah. > > > > > > > > Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus > > menjadi keras dan kokoh. > > > > Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, > > setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu. > > > > Maka, yang manakah dirimu?" tanya sang ayah pada anaknya. > > > > "Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada > > dirimu? > > > > Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?" > > > > > > > > CONFIDENTIALITY NOTICE > > The information in this email may be confidential and/or privileged. > > This email is intended to be reviewed by only the addressee(s) named > > above. If you are not the intended recipient, you are hereby notified > > that any review, dissemination, copying, use or storage of this email > > and its attachments, if any, or the information contained herein is > > prohibited. If you have received this email in error, please > > immediately notify the sender by return email and delete this email > > from your system. Thank you. > > > > > > > > > > -- > OpiK > http://taufiek.wordpress.com >
