iyah... apalagi nasi uduk yg mangkal deket tepekong kalo malem..
wueeenaaakkk tenan. pa lagi kikilnya... mak nyus... sayang, bukanya malem
baungat

2008/3/14 tiarrahman <[EMAIL PROTECTED]>:

>   sorry lupa di kasih tulisan dari milis tetangga. BTW inti dari
> tulisan adalah tentang sikap kita terhadap hidup dan tantangan.
>
> Kalo boleh memilih antara wortel, telur, atau kopi... saya milih
> jengkol yang udah disemur aja. Dia sudah mengalami banyak proses:
> direndam, kemudian direbus, dibuang kulitnya, kemudian digedik pake
> ulekan, dan dimasak lagi pake bumbu semur + kecap. tetapi semuanya
> menjadi enak, legit dan harum. Apalagi temennya nasi uduk yang
> pulen.... jadi laperr deh...
>
>
> --- In [email protected] <sma1bks%40yahoogroups.com>, OpiK
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > wow.. what a good story
> > cuma ada satu pertanyaan nih bang tiar.. mungkin ini pertanyaan
> bodoh.
> > mana yg lebih baik, menjadi wortel, telur, atau kopi?
> > toh, setelah direbus ketiga-tiganya memberikan manfaat yang lebih
> dari
> > bentuk asalnya
> > apakah intinya hanya menyuruh kita untuk berubah, seperti kata om
> RK ==>
> > gile, doi makin banyak ajah proyeknya setelah nulis buku change..
> nyesel gak
> > ditempel terus
> >
> > salam,
> > opik
> > yangkurangfahamtulisansastra
> >
> > On 3/13/08, Rahman, Tiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >
> > > Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang
> sulit. Ia
> > > tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia
> lelah
> > > berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang
> lain
> > > muncul.
> > >
> > > Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak
> perempuannya ke
> > > dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-
> masing dengan
> > > air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat
> kemudian air
> > > dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan
> wortel.
> > > Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci
> ketiga ia
> > > memasukkan beberapa biji kopi tumbuk.
> > >
> > > Ia membiarkan masing-masing mendidih. Selama itu ia terdiam
> seribu bahasa.
> > > Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan
> apa yang
> > > dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah
> mematikan api.
> > >
> > > Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada
> sebuah piring.
> > > Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang
> sama.
> > > Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.
> Ia lalu
> > > menoleh pada anaknya dan bertanya, "Apa yang kau lihat,
> nak?" "Wortel,
> > > telur, dan kopi, " jawab sang anak.
> > >
> > >
> > >
> > > Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang
> wortel.
> > > Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel
> itu terasa
> > > lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah
> telur itu
> > > dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu
> kini terasa
> > > keras. Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi.
> > > Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu.
> > >
> > >
> > > "Apa maksud semua ini, ayah?" tanya sang anak.
> > >
> > >
> > >
> > > Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal
> yang
> > > sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan
> itu mereka
> > > berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula
> kuat dan
> > > keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak
> dan lemah.
> > >
> > >
> > >
> > > Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini
> setelah direbus
> > > menjadi keras dan kokoh.
> > >
> > > Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji
> kopi,
> > > setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu.
> > >
> > > Maka, yang manakah dirimu?" tanya sang ayah pada anaknya.
> > >
> > > "Di saat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang
> terjadi pada
> > > dirimu?
> > >
> > > Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?"
> > >
> > >
> > >
> > > CONFIDENTIALITY NOTICE
> > > The information in this email may be confidential and/or
> privileged.
> > > This email is intended to be reviewed by only the addressee(s)
> named
> > > above. If you are not the intended recipient, you are hereby
> notified
> > > that any review, dissemination, copying, use or storage of this
> email
> > > and its attachments, if any, or the information contained herein
> is
> > > prohibited. If you have received this email in error, please
> > > immediately notify the sender by return email and delete this
> email
> > > from your system. Thank you.
> > >
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > --
> > OpiK
> > http://taufiek.wordpress.com
> >
>
>  
>



-- 
OpiK
http://taufiek.wordpress.com

Kirim email ke