mau nambahin sedikit...

sebenarnya, krisis financial subprime mortgage bukan sesuatu yg tidak dapat 
dipridiksikan, hanya masalah momentum saja.

dampak krisis yg langsung nyampe kita adalah inflasi. harga2 menjadi naik 
karena adanya pressure  US Dollar yang begitu kuat terhadap rupiah terutama 
mulanya ditunjukkan dengan naiknnya aliran dana pendek ke pasar saham.tapi 
herannya kurs tukar kita anomali terhadap US dollar artinya ada sesuatu yg 
tidak beres di stuktur moneter terutama BI sbg otoritas moneter yang seharusnya 
kurs rupiah menguat kalau dinilai dari mekanisme pasar. Kalau kondisi ini 
dibiarkan, inflasi akan terus merambat naik. 




OpiK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             Krisis finansial yg 
terjadi di amrik atau yg dikenal dengan sebutan subprime mortgage terjadi 
karena adanya kompetisi yang sangat ketat dalam hal penyaluran kredit perumahan 
(KPR). Industri properti di sono booming selama tahun 2002-2005 (cmiiw). minan 
orang sono buat beli properti sangat tinggi. nah, karena yg memasarkan KPR ada 
banyak perusahaan, maka terjadilah persaingan diantara merek untuk bisa 
mendapatkan debitur sebanyak mungkin tanpa mempertimbangkan resiko yg ada.
 
 sekedar buat pengetahuan (ini berdasarkan pengalaman waktu gue sma disono, 
hehehe), disono, utk mendapat kredit, orang akan mendapat credit score yang 
dikeluarkan oleh lembaga credit scoring. semakin rendah nilainya, maka semakin 
tidak layak org tersebut mendapat kredit. tapi karena persaingan, akhirnya 
kredit score ini diabaikan. pokoke siapa ajah yg ngajuin kredit disetujuin.
  
 yang jadi masalah adalah, kredit yg disalurkan tsb menggunakan sistem bunga 
seperti yg sekarang banyak ditawarkan oleh bank2 di indon.. yaitu satu tahun 
pertama dengan fix rate, selanjutnya floating rate. biasanya, memasuki tahun 
kedua, maka jumlah cicilan meningkat secara signifikan sehingga banyak debitur 
yg gagal bayar. kondisi ini diperburuk dengan menurunnya sektor properti 
disono.. harga rumah turun dan suku bunga naik. karena buanyak buangat yg 
macet, terjadilah krisis finansial disono yg disebut dengan subprime mortgage, 
sesuai dengan namanya, subprime mortgage loan.
 
 nah, di indon, hal yg sama juga sangat mungkin terjadi.. ambil contoh di 
kredit motor. hanya dg 200K (bahkan ada yg gratis) bisa bawa pulang motor. coba 
ajah cek ke sekeliling rumah, ada brapa banyak tetangga anda yg ngambil kredit 
motor? apakah menurut anda mereka sumua sanggup membayar cicilan dengan baik? 
coba juga cek di depan tol bekasi timur? ada brapa banyak tukang ojeknya? 
hampir semua motor yg dgunakan adalah motor yang masih kredit? (tanpa bermaksud 
merendahkan) apa mereka semua itu pasti bisa membayar cicilannya? coba cek di 
ruko robinson. ada brapa banyak motor yg ditarik kembali oleh fif krn 
debiturnya gak bisa bayar? coba juga cek harga motor second. apakah harganya 
naik? 
 
 kira2 kek gitu bro yg ane tau.. mungkin ada yg lbh menguasai, monggo.....
 
 

On 3/31/08, komarudin ibnu mikam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                     
             
brother Opik,
  
 tolong dun loe jelasin apa yang terjadi dengan USA dengan krisis financialnya. 
Gimana dengan kita?
  
 thanks bro!
 
     
                 
                      





-- 
OpiK
http://taufiek.wordpress.com 
     
                                       

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke