Nice posting mba.
Memang Indonesia ini "kejam" sekali
... jadi ingat lagu Iwan Fals "Sore Tugu Pancoran" ...
    " anak sekecil itu berkelahi dengan waktu ... demi sebuah impian yang kerap 
ganggu tidurmu .."

Indonesia oh ... Indonesia

 



----- Original Message ----
From: ELFIRA ROSA <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, May 22, 2008 1:37:20 PM
Subject: [sma1bks] gadis kecil di bus..


Tubuh mungil itu berjalan tertatih...
Rambut kusutnya berantakan
Mata setengah ‘sadar’
Celana krem selutut, kaos merah terang
Tak menjadikan keadaannya tampak  lebih ‘layak’

Di dalam bus kotamodel jepang,
Dari ibukota menuju daerah penyangganya

Beberapa amplop lusuh dalam genggamannya
Satu persatu ia bagikan pada para penumpang bus

Tak ramai saat itu..
Namun cukuplah membuat gadis mungil itu kewalahan
Menjelajahi bus dari depan, hingga ujung belakang

Jalannya sempoyongan
Ditambah lagi laju bus yang tak karuan
Beberapa kali ia nyaris terjatuh karenanya
Namun, berkali-kali itu pula ia mampu bertahan

Miris hatiku mengamati  
Si mungil yang tak mampu menyembunyikan kantuknya
Gadis kecil yang seharusnya sudah nyenyak dalam buaian
Justru masih berada di jalan
Mengarungi derasnya kehidupan

Sari, nama gadis mungil itu. 
Ia membuat kami terpesona. Aku dan kedua temanku tak habis fikir.
Betapa anak se kecil itu (berusia 4 tahun)  
Diatas pukul 10 malam masih mencari nafkah di jalan.
Kantuk yang mendera, tak dihiraukannya. Ku rasa, yang difikirkannya hanya satu: 
“Tugasku bagi-bagi amplop, sementara kakakku bernyanyi”.

Ya, memang, si mungil tak sendiri.
Eka, sang kakak yang tak kalah imutnya, tak sungkan bernyanyi 
Sambil memainkan sendiri gitarnya. 
Suaranya boleh juga...
Serak-serak basah, berkarakter, khas Indonesia 

Setelah selesai melakukan aksi ‘panggung’ nya, 
Si mungil kembali menarik amplop  dari para penumpang
Lalu, terjadilah saat itu...
Saat dimana aku diperlihatkan,
Betapa anak kecil, yang ku kira lemah
Ternyata memiliki kekuatan tuk ‘survive’ yang luar biasa

Luar biasa...
Aku dan temanku terkagum dibuatnya
Ketika posisi gadis kecil ini di tengah-tengah bus
Dalam posisi dimana tangannya tak kan mampu 
Menggapai sesuatu tuk dijadikan pegangan
Bus berguncang cukup keras
Dan bisa ditebak
Si mungil yang sudah lelah plus ngantuk ini
Semakin sempoyongan saja posisinya

Tapi ditengah guncangan itu
Anak yang terlihat sangat lemah seperti dia
Mampu bertahan
Tanpa berpegang pada apapun
Dia hanya mengandalkan kekuatan kakinya, kurasa...

Beberapa kali terguncang
Miring kanan miring kiri
Nyaris jatuh ke depan & ke belakang
Tapi nyatanya
Dengan sedikit gurat senyum di wajah lugunya
Ia mampu bertahan...

Hingga sang kakak ‘menyelamatkannya’
Dan menariknya ke tepi dekat bangku penumpang

Aku dan temanku terkagum-kagum menyaksikan adegan itu
Sang kondektur bus ikut nimrung
“Yah, namanya juga udah terbiasa dari kecil turun-naik bis”, ujarnya

“Rumahnya dimana, dik?”ujarku
“Di Perumpung,”ujar Eka, sang kakak.

Reflek, ku tak kuasa menahan diri
Tuk membelai lembut kepala mungil itu

Belaian.... Yah... belaian...
Mungkin mereka jarang sekali ya, merasakan belaian di kepalanya...
Sementara kepala mereka selalu di jejali 
Pemikiran tuk bertahan hidup di dunia yang keras.... dan tak ramah

Bergelenglah kepalaku...
Tak habis pikir...
Betapa kejamnya dunia ini
Hingga membuat anak-anak ini 
Berjuang mengarungi hidup yang begini keras...

Sekitar pukul 22 lewat saat itu...
Di pinggiran Uki...
Bisa disaksikan dengan mata-kepala sendiri
Betapa banyak anak seusia mereka
Masih berada di jalan
Dengan peralatan ‘tempur’ nya
Gitar dan alat musik lainnya...

Sejurus kemudian,
Pemikiran apatis ku mencuat ke permukaan

Ah...Indonesiaku. ..
Beginilah cerminan bangsaku....

Bekasi, 22 mei 2008
00.50 WIB

-Elfira Rosa J-

Elfira Rosa J
Kompas Gramedia
Mingguan Bisnis & Investasi KONTAN
Jl. Raya Kebayoran Lama No.1119 Jakarta

www.firafira. multiply. com
www.imajinasi- ku.blogspot. com    


      

Kirim email ke