kalo gak kasih duit, 
dikatain pelit, kikir, dll (didalam bis kota, penumpang identik sama orang 
kaya, sedangkan pengamen dll yg perlu dibantu)
tar kalo semua pengamen di usap kepalanya bisa timbul fitnah, apalagi kalo 
penumpang sama pengamen lawan jenis.. 
katanya didenda kalo kasih uang dijalan, harus kedinas yg resmi atau yayasan yg 
formal...
balik lagi tar khawatir dananya di korup, disalurkan yg gak jelas, dll yg 
ngemis malah yg berdasi jadinya...
ribet yah..

----- Original Message ----
From: ELFIRA ROSA <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, May 22, 2008 3:29:50 PM
Subject: RE: [sma1bks] gadis kecil di bus..


hal kecil yang kongkrit bis akita lakukan saat ketemu dengan mereka, ya..bisa 
saja dengan ajakin ngobrol... kasih smangat.... (jangan kasih duit,ntar makin 
betah idup di jalan). klo emang mreka blom makan, ajakin makan bareng aja 
smabil ngobrol2...

Nasehatin supaya blajar yg rajin biar terbebas dari kemiskinan ;p

Yang paling penting... jangan lupa kasih 'sentuhan sayang'
he..he...
misalnya ya itu tadi, dengan mengusap kpala nya....
stidaknya 'sentuhan' itu akan menumbuhkan kenyamanan di hati mereka..
meskipun sedikit...

yah..lebih baik sedikit, tapi nyata, khan....



vanda.vandhana@ almega.co. id wrote:
Apa yang bisa kita perbuat sekarang………..??????????
 
with best regards
Vanda

________________________________

From:[EMAIL PROTECTED] .com [mailto: [EMAIL PROTECTED] .com ] On Behalf Of Beto 
FLP
Sent: Thursday, 22 May, 2008 2:14 PM
To: [EMAIL PROTECTED] .com ; incredible_bem@ yahoogroups. com; 
paskibraka_indonesi [EMAIL PROTECTED] com; [EMAIL PROTECTED] ps.com; 
smu_1_bekasi@ yahoogroups. com
Subject: Re: [sma1bks] gadis kecil di bus..
 
Nice posting mba.
Memang Indonesia ini "kejam" sekali
... jadi ingat lagu Iwan Fals "Sore Tugu Pancoran" ...
    " anak sekecil itu berkelahi dengan waktu ... demi sebuah impian yang kerap 
ganggu tidurmu .."

Indonesia oh ... Indonesia
 
 
----- Original Message ----
From: ELFIRA ROSA <[EMAIL PROTECTED] com>
To: incredible_bem@ yahoogroups. com; paskibraka_indonesi [EMAIL PROTECTED] 
com; [EMAIL PROTECTED] ps.com; [EMAIL PROTECTED] .com ; smu_1_bekasi@ 
yahoogroups. com
Sent: Thursday, May 22, 2008 1:37:20 PM
Subject: [sma1bks] gadis kecil di bus..
Tubuh mungil itu berjalan tertatih...
Rambut kusutnya berantakan
Mata setengah ‘sadar’
Celana krem selutut, kaos merah terang
Tak menjadikan keadaannya tampak lebih ‘layak’
 
Di dalam bus kota model jepang,
Dari ibukota menuju daerah penyangganya
 
Beberapa amplop lusuh dalam genggamannya
Satu persatu ia bagikan pada para penumpang bus
 
Tak ramai saat itu..
Namun cukuplah membuat gadis mungil itu kewalahan
Menjelajahi bus dari depan, hingga ujung belakang
 
Jalannya sempoyongan
Ditambah lagi laju bus yang tak karuan
Beberapa kali ia nyaris terjatuh karenanya
Namun, berkali-kali itu pula ia mampu bertahan
 
Miris hatiku mengamati 
Si mungil yang tak mampu menyembunyikan kantuknya
Gadis kecil yang seharusnya sudah nyenyak dalam buaian
Justru masih berada di jalan
Mengarungi derasnya kehidupan
 
Sari, nama gadis mungil itu. 
Ia membuat kami terpesona. Aku dan kedua temanku tak habis fikir.
Betapa anak se kecil itu (berusia 4 tahun) 
Diatas pukul 10 malam masih mencari nafkah di jalan.
Kantuk yang mendera, tak dihiraukannya. Ku rasa, yang difikirkannya hanya satu: 
“Tugasku bagi-bagi amplop, sementara kakakku bernyanyi”.
 
Ya, memang, si mungil tak sendiri.
Eka, sang kakak yang tak kalah imutnya, tak sungkan bernyanyi 
Sambil memainkan sendiri gitarnya. 
Suaranya boleh juga...
Serak-serak basah, berkarakter, khas Indonesia 
 
Setelah selesai melakukan aksi ‘panggung’ nya, 
Si mungil kembali menarik amplop dari para penumpang
Lalu, terjadilah saat itu...
Saat dimana aku diperlihatkan,
Betapa anak kecil, yang ku kira lemah
Ternyata memiliki kekuatan tuk ‘survive’ yang luar biasa
 
Luar biasa...
Aku dan temanku terkagum dibuatnya
Ketika posisi gadis kecil ini di tengah-tengah bus
Dalam posisi dimana tangannya tak kan mampu 
Menggapai sesuatu tuk dijadikan pegangan
Bus berguncang cukup keras
Dan bisa ditebak
Si mungil yang sudah lelah plus ngantuk ini
Sem akin sempoyongan saja posisinya
 
Tapi ditengah guncangan itu
Anak yang terlihat sangat lemah seperti dia
Mampu bertahan
Tanpa berpegang pada apapun
Dia hanya mengandalkan kekuatan k akin ya, kurasa...
 
Beberapa kali terguncang
Miring kanan miring kiri
Nyaris jatuh ke depan & ke belakang
Tapi nyatanya
Dengan sedikit gurat senyum di wajah lugunya
Ia mampu bertahan...
 
Hingga sang kakak ‘menyelamatkannya’
Dan menariknya ke tepi dekat bangku penumpang
 
Aku dan temanku terkagum-kagum menyaksikan adegan itu
Sang kondektur bus ikut nimrung
“Yah, namanya juga udah terbiasa dari kecil turun-naik bis”, ujarnya
 
“Rumahnya dimana, dik?” ujarku
“Di Perumpung,” ujar Eka, sang kakak.
 
Reflek, ku tak kuasa menahan diri
Tuk membelai lembut kepala mungil itu
 
Belaian.... Yah... belaian...
Mungkin mereka jarang sekali ya, merasakan belaian di kepalanya...
Sementara kepala mereka selalu di jejali 
Pemikiran tuk bertahan hidup di dunia yang keras.... dan tak ramah
 
Bergelenglah kepalaku...
Tak habis pikir...
Betapa kejamnya dunia ini
Hingga membuat anak-anak ini 
Berjuang mengarungi hidup yang begini keras...
 
Sekitar pukul 22 lewat saat itu...
Di pinggiran Uki...
Bisa disaksikan dengan mata-kepala sendiri
Betapa banyak anak seusia mereka
Masih berada di jalan
Dengan peralatan ‘tempur’ nya
Gitar dan alat musik lainnya...
 
Sejurus kemudian,
Pemikiran apatis ku mencuat ke permukaan
 
Ah...Indonesiaku. ..
Beginilah cerminan bangsaku....
 
Bekasi, 22 mei 2008
00.50 WIB
 
-Elfira Rosa J-


Elfira Rosa J
Kompas Gramedia
Mingguan Bisnis & Investasi KONTAN
Jl. Raya Kebayoran Lama No.1119 Jakarta

www.firafira. multiply. com
www.imajinasi- ku.blogspot. com
 


Elfira Rosa J
Kompas Gramedia
Mingguan Bisnis & Investasi KONTAN
Jl. Raya Kebayoran Lama No.1119 Jakarta

www.firafira. multiply. com
www.imajinasi- ku.blogspot. com 


      

Kirim email ke