hal kecil yang kongkrit bis akita lakukan saat ketemu dengan mereka, ya..bisa 
saja dengan ajakin ngobrol... kasih smangat.... (jangan kasih duit,ntar makin 
betah idup di jalan). klo emang mreka blom makan, ajakin makan bareng aja 
smabil ngobrol2...

Nasehatin supaya blajar yg rajin biar terbebas dari kemiskinan ;p

Yang paling penting... jangan lupa kasih 'sentuhan sayang'
he..he...
misalnya ya itu tadi, dengan mengusap kpala nya....
stidaknya 'sentuhan' itu akan menumbuhkan kenyamanan di hati mereka..
meskipun sedikit...

yah..lebih baik sedikit, tapi nyata, khan....



[EMAIL PROTECTED] wrote:                                   
  Apa yang bisa kita perbuat sekarang………..??????????
   
    with best regards 
 Vanda 
  
      
---------------------------------
  
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Beto FLP
 Sent: Thursday, 22 May, 2008 2:14 PM
 To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
 Subject: Re: [sma1bks] gadis kecil di bus..
  
   
          Nice posting mba.
 Memang Indonesia ini "kejam" sekali
 ... jadi ingat lagu Iwan Fals "Sore Tugu Pancoran" ...
     " anak sekecil itu berkelahi dengan waktu ... demi sebuah impian yang 
kerap ganggu tidurmu .."
 
 Indonesia oh ... Indonesia
     
  
     
    ----- Original Message ----
 From: ELFIRA ROSA <[EMAIL PROTECTED]>
 To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[email protected]; [EMAIL PROTECTED]
 Sent: Thursday, May 22, 2008 1:37:20 PM
 Subject: [sma1bks] gadis kecil di bus..
      Tubuh mungil itu berjalan tertatih...
  
    Rambut kusutnya berantakan
  
    Mata setengah ‘sadar’
  
    Celana krem selutut, kaos merah terang
  
    Tak menjadikan keadaannya tampak lebih ‘layak’
  
     
  
    Di dalam bus kota model jepang,
  
    Dari ibukota menuju daerah penyangganya
  
     
  
    Beberapa amplop lusuh dalam genggamannya
  
    Satu persatu ia bagikan pada para penumpang bus
  
     
  
    Tak ramai saat itu..
  
    Namun cukuplah membuat gadis mungil itu kewalahan
  
    Menjelajahi bus dari depan, hingga ujung belakang
  
     
  
    Jalannya sempoyongan
  
    Ditambah lagi laju bus yang tak karuan
  
    Beberapa kali ia nyaris terjatuh karenanya
  
    Namun, berkali-kali itu pula ia mampu bertahan
  
     
  
    Miris hatiku mengamati 
  
    Si mungil yang tak mampu menyembunyikan kantuknya
  
    Gadis kecil yang seharusnya sudah nyenyak dalam buaian
  
    Justru masih berada di jalan
  
    Mengarungi derasnya kehidupan
  
     
  
    Sari, nama gadis mungil itu. 
  
    Ia membuat kami terpesona. Aku dan kedua temanku tak habis fikir.
  
    Betapa anak se kecil itu (berusia 4 tahun) 
  
    Diatas pukul 10 malam masih mencari nafkah di jalan.
  
    Kantuk yang mendera, tak dihiraukannya. Ku rasa, yang difikirkannya hanya 
satu: “Tugasku bagi-bagi amplop, sementara kakakku bernyanyi”.
  
     
  
    Ya, memang, si mungil tak sendiri.
  
    Eka, sang kakak yang tak kalah imutnya, tak sungkan bernyanyi 
  
    Sambil memainkan sendiri gitarnya. 
  
    Suaranya boleh juga...
  
    Serak-serak basah, berkarakter, khas Indonesia 
  
     
  
    Setelah selesai melakukan aksi ‘panggung’ nya, 
  
    Si mungil kembali menarik amplop dari para penumpang
  
    Lalu, terjadilah saat itu...
  
    Saat dimana aku diperlihatkan,
  
    Betapa anak kecil, yang ku kira lemah
  
    Ternyata memiliki kekuatan tuk ‘survive’ yang luar biasa
  
     
  
    Luar biasa...
  
    Aku dan temanku terkagum dibuatnya
  
    Ketika posisi gadis kecil ini di tengah-tengah bus
  
    Dalam posisi dimana tangannya tak kan mampu 
  
    Menggapai sesuatu tuk dijadikan pegangan
  
    Bus berguncang cukup keras
  
    Dan bisa ditebak
  
    Si mungil yang sudah lelah plus ngantuk ini
  
    Semakin sempoyongan saja posisinya
  
     
  
    Tapi ditengah guncangan itu
  
    Anak yang terlihat sangat lemah seperti dia
  
    Mampu bertahan
  
    Tanpa berpegang pada apapun
  
    Dia hanya mengandalkan kekuatan kakinya, kurasa...
  
     
  
    Beberapa kali terguncang
  
    Miring kanan miring kiri
  
    Nyaris jatuh ke depan & ke belakang
  
    Tapi nyatanya
  
    Dengan sedikit gurat senyum di wajah lugunya
  
    Ia mampu bertahan...
  
     
  
    Hingga sang kakak ‘menyelamatkannya’
  
    Dan menariknya ke tepi dekat bangku penumpang
  
     
  
    Aku dan temanku terkagum-kagum menyaksikan adegan itu
  
    Sang kondektur bus ikut nimrung
  
    “Yah, namanya juga udah terbiasa dari kecil turun-naik bis”, ujarnya
  
     
  
    “Rumahnya dimana, dik?” ujarku
  
    “Di Perumpung,” ujar Eka, sang kakak.
  
     
  
    Reflek, ku tak kuasa menahan diri
  
    Tuk membelai lembut kepala mungil itu
  
     
  
    Belaian.... Yah... belaian...
  
    Mungkin mereka jarang sekali ya, merasakan belaian di kepalanya...
  
    Sementara kepala mereka selalu di jejali 
  
    Pemikiran tuk bertahan hidup di dunia yang keras.... dan tak ramah
  
     
  
    Bergelenglah kepalaku...
  
    Tak habis pikir...
  
    Betapa kejamnya dunia ini
  
    Hingga membuat anak-anak ini 
  
    Berjuang mengarungi hidup yang begini keras...
  
     
  
    Sekitar pukul 22 lewat saat itu...
  
    Di pinggiran Uki...
  
    Bisa disaksikan dengan mata-kepala sendiri
  
    Betapa banyak anak seusia mereka
  
    Masih berada di jalan
  
    Dengan peralatan ‘tempur’ nya
  
    Gitar dan alat musik lainnya...
  
     
  
    Sejurus kemudian,
  
    Pemikiran apatis ku mencuat ke permukaan
  
     
  
    Ah...Indonesiaku. ..
  
    Beginilah cerminan bangsaku....
  
     
  
    Bekasi, 22 mei 2008
  
    00.50 WIB
  
     
  
    -Elfira Rosa J-
  
  
 
 Elfira Rosa J
 Kompas Gramedia
 Mingguan Bisnis & Investasi KONTAN
 Jl. Raya Kebayoran Lama No.1119 Jakarta
 
 www.firafira. multiply. com
 www.imajinasi- ku.blogspot. com
  
  
  
  
   
  
  

         


     
                                       


Elfira Rosa J
Kompas Gramedia
Mingguan Bisnis & Investasi KONTAN
Jl. Raya Kebayoran Lama No.1119 Jakarta

www.firafira.multiply.com
www.imajinasi-ku.blogspot.com
       

Kirim email ke