That's a good one...
Good start....

Salam,
Morry Infra
+966-533214840
2008/8/12 axic0092 <[EMAIL PROTECTED]>

>   sore All..
> ngambil dari intranet, dari salah satu situs,gw tertarik forward
> karena ada bawa2 SMA 1 Bekasi
> semoga bermanfaat
>
> ======================
>
> Orang bilang, korupsi terjadi karena dua unsur, yakni adanya
> kesempatan dan kemauan. Keduanya tak bisa berdiri sendiri karena
> saling melengkapi. Dan para siswa di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1,
> keduanya di Bekasi, kini menghadapi uji mental atas dua hal tersebut.
> Sejak seminggu lalu, di dua sekolah unggulan itu didirikan "kantin
> kejujuran". Berbeda dari kantin pada umumnya, kantin kejujuran adalah
> tempat semuanya serba self service alias melayani diri sendiri. Tidak
> ada penjaga, tidak ada yang akan menerima dan menghitung uang
> kembalian jika ada. Semuanya dilakukan sendiri.
>
> Di situlah tantangannya. Kesempatan untuk mengambil makanan dan
> minuman tanpa membayar terbuka lebar karena tidak ada yang menjaga.
> Para siswa dituntut jujur pada dirinya sendiri untuk membayar makanan
> dan minuman yang dibelinya.
> Pukul 10 pagi itu, misalnya. Usai pelajaran olahraga, Muhammad Dendy
> Burhan dan teman-temannya dari kelas VII-7 SMPN 1 berkerumun untuk
> mengambil minuman kotak dan botol dari lemari es di kantin kejujuran.
> Mereka kemudian mencomot kudapan, seperti donat keju, roti cokelat,
> dan martabak yang terpajang di etalase.
> Bukannya langsung melahap makanan yang sudah ada di tangan, mereka
> malah antre untuk menulis barang-barang pembelian mereka itu pada
> sebuah buku besar. Lalu mereka itu pada sebuah buku besar. Lalu mereka
> memasukkan uang ribuan ke dalam kaleng yang disediakan di atas meja.
> "Aku kurang kembalian Rp500, nggak ada disini, pake duitmu dulu yah,"
> ujar Dendy kepada seorang temannya.
> Dendy, bocah berpostur kecil kelahiran 12 tahun laulu itu tampak
> bersemangat ketika berceloteh tentang kantin kejujuran. "Asik malah,
> kita jadi latihan buat jujur. Dari dulu kan nggak ada kayak ginian,"
> katanya. Menurut dia, kantin itu selalu penuh sesak.
> Ide kantin kejujuran ini bermula dari Komisi Pemberantas Korupsi.
> Penyakit korupsi yang mencapai titik kronis di Indonesia cukup membuat
> puyeng para penegak hukum yang masih punya hati nurani. Pendidikan
> anti-korupsi tak tepat lagi diberikan kepada orang-orang yang telah
> menikmati jabatan atau mencicipi kekuasaan. Makin dini pendidikan
> moral diberikan, diharapkan makin tergerus juga keinginan untuk
> melakukan korupsi.
> Ide inilah yang kemudian diwujudkan beberapa pemerintah daerah,
> termasuk Bekasi. Wali kota Mochtar Mohammad membuat nota kesepahaman
> dengan kejaksaan negeri, kecamatan, karang taruna, dan dua sekolah,
> yakni SMAN 1 dan SMPN 1, sebagai pilot project. Peresmian secara
> simbolis kantin kejujuran ini dilakukan di SMAN 1 Bekasi, sehari
> sebelum tahun ajaran baru dilaksanakan, pertengahan Juli lalu.
> Karena bersifat self service dan tak ada yang mengawasi, selain
> kejujuran, menulis makanan dan minuman yang dibeli adalah wajib.
> Uniknya, di kantin kejujuran sekolah ini, para siswa atau guru yang
> "lupa" membayar diberi kesempatan membayar esok harinya. "Itu untuk
> menunjukkan bahwa kami tidak mau men-judge (menghakimi) siapapun yang
> hari ini belum membayar. Dia diberi kesempatan untuk membenahi diri,"
> tutur Henny Widhaningsih, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1
> Bekasi.
> Dendy dan Dimas pernah menjumpai teman-teman mereka yang memanfaatkan
> kesempatan untuk mengambil makanan tanpa membayar. "Pernah kami tegur
> juga sih, tapi kadang males juga karena malah bikin keributan," kata
> Dimas.
> Indikator berhasil tidaknya program ini adalah dari modal. "Kalau
> bertambah, berarti kami berhasil. Tetapi, kalau rugi, itu artinya
> masih banyak yang tidak jujur alias tidak membayar," kata Henny.
> Selain untuk melatih kejujuran, kantin kejujuran juga mendatangkan
> manfaat lai. "Kami jadi belajar berwira usaha. Meski kecil-kecilan,
> kami jadi tahun bagaimana pencatatan dan penghitungan setiap pembelian
> dan penjualan," kata Muhammad Ghany Iskandar, Ketua OSIS SMPN 1 Bekasi.
> Kantin Kejujuran memang tidak menjamin seseorang bisa bersih dari
> korupsi. Namun, meski kesempatan itu ada, bila kemauan untuk menilap
> itu tak ada, bolehlah kita berharap bangsa ini agak tersembuhkan dari
> penyakit kronis itu.
>
> Sumber: Gatra No. 39 Tahun XIV ... Agustus 2008
>
>
> Situs Direktorat KITSDA
>
> ===
> Adjie
> Fis1/94
>
> 
>

Kirim email ke