hmmm...gimana ya?
begini.......berapa orang sih di antara kita yang mengharapkan kejujuran,
ngacung! (ups jangan tinggi2, kalo belum pake r*x*n*) tapi berapa orang sih
yang benar2 menghargai kejujuran? ga perlu ngacung

artis sheila marcia, yang kemaren baru jadi berita, dalam wawancara
sebelumnya menyoroti tentang buruknya pergaulan bebas di kalangan artis
ternyata melakukan juga.
aktor ronaldo, yang ketangkap gara2 narkoba, bilangnya gak pernah konsumsi
narkoba.
anggota DPR, bulyan royan, malah pernah bilang anggota DPR yang jadi calo
semestinya dihukum pancung, eh gak taunya dia malah jadi calo (ow...ow...
kamu ketahuan?)

pada dasarnya setiap kita menginginkan kejujuran, baik dari diri sendiri
maupun dari orang lain, karena itu kita didik tentang kejujuran mulai kecil
(awas kalo bohong masuk neraka). setelah besar hasil didikan tersebut seolah
gone with the wind. kita bukan hanya menjadi tidak jujur pada orang lain,
kita juga menjadi tidak jujur pada diri kita sendiri. ngapel ke rumah pacar
kagak pake motor? bela2in pinjem motor temen tapi ngakunya itu motor sendiri
(syukur kalo hasil minjem, kalo hasil maling?). dapet pinjeman mobil kantor
ngakunya mobil sendiri. dapet penghasilan lebih yang di laporin di SPT
Tahunan gak nyampe setengahnya, kadang malah gak dilaporin, punya NPWP aja
kagak (sorry, iklan sponsor kemasyarakatan :-) ).

setiap elemen masyarakat pasti ingin kejujuran, baik yang miskin maupun yang
kayak, baik penjahat maupun orang (yang ngakunya) baik. kalo gak salah dulu
ada yang posting tentang preman yang ribut di antara mereka karena jatah
pembagiannya gak adil. keadilan timbul dari kejujuran, gak mungkin bisa adil
kalo gak bisa jujur. begitu juga sebaliknya. kalo pemda bekasi jujur tentang
berapa sih sebenarnya hasil pembagian dari tambang minyak di Bekasi Utara,
tentunya bang komar gak perlu turun gunung.

kita menginginkan kejujuran , kita mengajarkan kejujuran pada orang lain,
tapi ternyata kita (kita? lo kalee)............
jangan2 kita menginginkan kejujuran dari orang lain supaya kita tidak perlu
melakukan kejujuran seperti yang lain. seperti kisah tentang desa yang
hendak melakukan pesta rakyat dimana kepala desanya meminta masing2 keluarga
menyumbang satu botol anggur, kemudian satu keluarga berfikir "kalo saya
menyumbang satu botol air tentu tidak akan ketahuan", ternyata semua juga
berfikir seperti itu, sehingga....tarik kesimpulan sendiri deh.

weit, panjang bener gw nulis, bukan tugas gw neh nulis panjang2, tugasnya
bang Komar, secara dia kan seorang penulis (contoh penggunaan kata secara
yang benar dalam kalimat :-) )

2008/8/13 Morry Infra <[EMAIL PROTECTED]>

>   Sorry... gak get it...
>
> Maksudnya apa Kur?
>
> Salam,
> Morry Infra
> +966-533214840
>
> 2008/8/13 kurniawan iswanto <[EMAIL PROTECTED]>
>
>>    hari gini jujur? hmmm.....kejujuran adalah paradox (atau paradon?)
>> yang mengerikan :-)
>>
>> 2008/8/12 Morry Infra <[EMAIL PROTECTED]>
>>
>>     That's a good one...
>>> Good start....
>>>
>>> Salam,
>>> Morry Infra
>>> +966-533214840
>>> 2008/8/12 axic0092 <[EMAIL PROTECTED]>
>>>
>>>    sore All..
>>>> ngambil dari intranet, dari salah satu situs,gw tertarik forward
>>>> karena ada bawa2 SMA 1 Bekasi
>>>> semoga bermanfaat
>>>>
>>>> ======================
>>>>
>>>> Orang bilang, korupsi terjadi karena dua unsur, yakni adanya
>>>> kesempatan dan kemauan. Keduanya tak bisa berdiri sendiri karena
>>>> saling melengkapi. Dan para siswa di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1,
>>>> keduanya di Bekasi, kini menghadapi uji mental atas dua hal tersebut.
>>>> Sejak seminggu lalu, di dua sekolah unggulan itu didirikan "kantin
>>>> kejujuran". Berbeda dari kantin pada umumnya, kantin kejujuran adalah
>>>> tempat semuanya serba self service alias melayani diri sendiri. Tidak
>>>> ada penjaga, tidak ada yang akan menerima dan menghitung uang
>>>> kembalian jika ada. Semuanya dilakukan sendiri.
>>>>
>>>> Di situlah tantangannya. Kesempatan untuk mengambil makanan dan
>>>> minuman tanpa membayar terbuka lebar karena tidak ada yang menjaga.
>>>> Para siswa dituntut jujur pada dirinya sendiri untuk membayar makanan
>>>> dan minuman yang dibelinya.
>>>> Pukul 10 pagi itu, misalnya. Usai pelajaran olahraga, Muhammad Dendy
>>>> Burhan dan teman-temannya dari kelas VII-7 SMPN 1 berkerumun untuk
>>>> mengambil minuman kotak dan botol dari lemari es di kantin kejujuran.
>>>> Mereka kemudian mencomot kudapan, seperti donat keju, roti cokelat,
>>>> dan martabak yang terpajang di etalase.
>>>> Bukannya langsung melahap makanan yang sudah ada di tangan, mereka
>>>> malah antre untuk menulis barang-barang pembelian mereka itu pada
>>>> sebuah buku besar. Lalu mereka itu pada sebuah buku besar. Lalu mereka
>>>> memasukkan uang ribuan ke dalam kaleng yang disediakan di atas meja.
>>>> "Aku kurang kembalian Rp500, nggak ada disini, pake duitmu dulu yah,"
>>>> ujar Dendy kepada seorang temannya.
>>>> Dendy, bocah berpostur kecil kelahiran 12 tahun laulu itu tampak
>>>> bersemangat ketika berceloteh tentang kantin kejujuran. "Asik malah,
>>>> kita jadi latihan buat jujur. Dari dulu kan nggak ada kayak ginian,"
>>>> katanya. Menurut dia, kantin itu selalu penuh sesak.
>>>> Ide kantin kejujuran ini bermula dari Komisi Pemberantas Korupsi.
>>>> Penyakit korupsi yang mencapai titik kronis di Indonesia cukup membuat
>>>> puyeng para penegak hukum yang masih punya hati nurani. Pendidikan
>>>> anti-korupsi tak tepat lagi diberikan kepada orang-orang yang telah
>>>> menikmati jabatan atau mencicipi kekuasaan. Makin dini pendidikan
>>>> moral diberikan, diharapkan makin tergerus juga keinginan untuk
>>>> melakukan korupsi.
>>>> Ide inilah yang kemudian diwujudkan beberapa pemerintah daerah,
>>>> termasuk Bekasi. Wali kota Mochtar Mohammad membuat nota kesepahaman
>>>> dengan kejaksaan negeri, kecamatan, karang taruna, dan dua sekolah,
>>>> yakni SMAN 1 dan SMPN 1, sebagai pilot project. Peresmian secara
>>>> simbolis kantin kejujuran ini dilakukan di SMAN 1 Bekasi, sehari
>>>> sebelum tahun ajaran baru dilaksanakan, pertengahan Juli lalu.
>>>> Karena bersifat self service dan tak ada yang mengawasi, selain
>>>> kejujuran, menulis makanan dan minuman yang dibeli adalah wajib.
>>>> Uniknya, di kantin kejujuran sekolah ini, para siswa atau guru yang
>>>> "lupa" membayar diberi kesempatan membayar esok harinya. "Itu untuk
>>>> menunjukkan bahwa kami tidak mau men-judge (menghakimi) siapapun yang
>>>> hari ini belum membayar. Dia diberi kesempatan untuk membenahi diri,"
>>>> tutur Henny Widhaningsih, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1
>>>> Bekasi.
>>>> Dendy dan Dimas pernah menjumpai teman-teman mereka yang memanfaatkan
>>>> kesempatan untuk mengambil makanan tanpa membayar. "Pernah kami tegur
>>>> juga sih, tapi kadang males juga karena malah bikin keributan," kata
>>>> Dimas.
>>>> Indikator berhasil tidaknya program ini adalah dari modal. "Kalau
>>>> bertambah, berarti kami berhasil. Tetapi, kalau rugi, itu artinya
>>>> masih banyak yang tidak jujur alias tidak membayar," kata Henny.
>>>> Selain untuk melatih kejujuran, kantin kejujuran juga mendatangkan
>>>> manfaat lai. "Kami jadi belajar berwira usaha. Meski kecil-kecilan,
>>>> kami jadi tahun bagaimana pencatatan dan penghitungan setiap pembelian
>>>> dan penjualan," kata Muhammad Ghany Iskandar, Ketua OSIS SMPN 1 Bekasi.
>>>> Kantin Kejujuran memang tidak menjamin seseorang bisa bersih dari
>>>> korupsi. Namun, meski kesempatan itu ada, bila kemauan untuk menilap
>>>> itu tak ada, bolehlah kita berharap bangsa ini agak tersembuhkan dari
>>>> penyakit kronis itu.
>>>>
>>>> Sumber: Gatra No. 39 Tahun XIV ... Agustus 2008
>>>>
>>>>
>>>> Situs Direktorat KITSDA
>>>>
>>>> ===
>>>> Adjie
>>>> Fis1/94
>>>>
>>>>
>>>
>>
>>
>> --
>> The New World is not America
>> It is Internet
>> .....and I wanna take my share in the New World
>>
>>
>  
>



-- 
The New World is not America
It is Internet
.....and I wanna take my share in the New World

Kirim email ke