Kantin kejujuran sebenarnya sudah pernah coba dijalankan oleh Aa Gym semasa mudanya dalam bentuk warung bakso tapi ya begitulah... karena masyarakatnya belum siap akhirnya malah amblas banyak yang g' mbayar karena g ada yang jagain... terobosan yang beginian emang patut dicoba karena yang namanya swalayan aja g lepas dari yang namanya kamera, security, CCTV, dsb, dll.. tapi udah ada blom ya yang kaya' beginian selain di bekasi??? mungkin gw y kurang informasi kaya-nya baru kita yang begini ini... lha wong dinegra maju aja masih ada yang namanya pengutil apalagi negara separo berkembang separo maju kaya' kita... apa g terlalu cepat ya??? tapi kalo baca artikelnya ada nama Bu Henny.... yang suka ngomong "nanti kalo kamu masuk UI atau ITB..bla..bla..bla...." hmmm.....masih cakep g ya =)...
[ade rinto] -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of vivi fajar Sent: 13 Agustus 2008 16:41 To: [email protected] Subject: Re: [sma1bks] KANTIN KEJUJURAN Kurni yang aneh...hehehe... anyway, Morry, dulu di SMP 1 ada kantin 'Bu Idat' istrinya 'Pak Idat' guru Bahasa Indonesia.. Bu Idat udah nerapin manajemen 'swalayan' model kantin kejujuran ini...haha..tentu saja dengan dukungan pengawasan ketat dari Pak Idat..yang sampe sekarang kadang gw nggak ngerti beliau ini bersemayam disudut kantin yang mana..kok ya bisa2nya beliau tau kalao ada satu dua murid yang nggak jujur...makan tiga ngaku satu misalnya ato ambil es langsung bablas...serunya lagi beliau ini bakalan langsung 'menagih' utang sang murid langsung dikelas ketika pelajaran bahasa Indonesia berlangsung..haha..seru .....biasanya sih temen2 yang 'mbalelo' ini trus jadi insyaf , karena malu tentunya..tapi ada juga yang nggak kapok2..baru pada ngaku pas udah lulus dari sana.. tapi paling nggak..kantin Bu Idat udah jadi sarang pembelajaran buat kita2 dulu... buat Kurni,..knapa skeptis banget ya'??? vivifajar/Fis3 - 93 --- Morry Infra <morry.infra@ <mailto:morry.infra%40gmail.com> gmail.com> wrote: > Sorry... gak get it... > > Maksudnya apa Kur? > > Salam, > Morry Infra > +966-533214840 > > 2008/8/13 kurniawan iswanto > <kurniawan.iswanto@ <mailto:kurniawan.iswanto%40gmail.com> gmail.com> > > > hari gini jujur? hmmm.....kejujuran adalah > paradox (atau paradon?) yang > > mengerikan :-) > > > > 2008/8/12 Morry Infra <morry.infra@ <mailto:morry.infra%40gmail.com> gmail.com> > > > > That's a good one... > >> Good start.... > >> > >> Salam, > >> Morry Infra > >> +966-533214840 > >> 2008/8/12 axic0092 <[EMAIL PROTECTED] <mailto:ap0092%40gmail.com> com> > >> > >> sore All.. > >>> ngambil dari intranet, dari salah satu situs,gw > tertarik forward > >>> karena ada bawa2 SMA 1 Bekasi > >>> semoga bermanfaat > >>> > >>> ====================== > >>> > >>> Orang bilang, korupsi terjadi karena dua unsur, > yakni adanya > >>> kesempatan dan kemauan. Keduanya tak bisa > berdiri sendiri karena > >>> saling melengkapi. Dan para siswa di SMP Negeri > 1 dan SMA Negeri 1, > >>> keduanya di Bekasi, kini menghadapi uji mental > atas dua hal tersebut. > >>> Sejak seminggu lalu, di dua sekolah unggulan itu > didirikan "kantin > >>> kejujuran". Berbeda dari kantin pada umumnya, > kantin kejujuran adalah > >>> tempat semuanya serba self service alias > melayani diri sendiri. Tidak > >>> ada penjaga, tidak ada yang akan menerima dan > menghitung uang > >>> kembalian jika ada. Semuanya dilakukan sendiri. > >>> > >>> Di situlah tantangannya. Kesempatan untuk > mengambil makanan dan > >>> minuman tanpa membayar terbuka lebar karena > tidak ada yang menjaga. > >>> Para siswa dituntut jujur pada dirinya sendiri > untuk membayar makanan > >>> dan minuman yang dibelinya. > >>> Pukul 10 pagi itu, misalnya. Usai pelajaran > olahraga, Muhammad Dendy > >>> Burhan dan teman-temannya dari kelas VII-7 SMPN > 1 berkerumun untuk > >>> mengambil minuman kotak dan botol dari lemari es > di kantin kejujuran. > >>> Mereka kemudian mencomot kudapan, seperti donat > keju, roti cokelat, > >>> dan martabak yang terpajang di etalase. > >>> Bukannya langsung melahap makanan yang sudah ada > di tangan, mereka > >>> malah antre untuk menulis barang-barang > pembelian mereka itu pada > >>> sebuah buku besar. Lalu mereka itu pada sebuah > buku besar. Lalu mereka > >>> memasukkan uang ribuan ke dalam kaleng yang > disediakan di atas meja. > >>> "Aku kurang kembalian Rp500, nggak ada disini, > pake duitmu dulu yah," > >>> ujar Dendy kepada seorang temannya. > >>> Dendy, bocah berpostur kecil kelahiran 12 tahun > laulu itu tampak > >>> bersemangat ketika berceloteh tentang kantin > kejujuran. "Asik malah, > >>> kita jadi latihan buat jujur. Dari dulu kan > nggak ada kayak ginian," > >>> katanya. Menurut dia, kantin itu selalu penuh > sesak. > >>> Ide kantin kejujuran ini bermula dari Komisi > Pemberantas Korupsi. > >>> Penyakit korupsi yang mencapai titik kronis di > Indonesia cukup membuat > >>> puyeng para penegak hukum yang masih punya hati > nurani. Pendidikan > >>> anti-korupsi tak tepat lagi diberikan kepada > orang-orang yang telah > >>> menikmati jabatan atau mencicipi kekuasaan. > Makin dini pendidikan > >>> moral diberikan, diharapkan makin tergerus juga > keinginan untuk > >>> melakukan korupsi. > >>> Ide inilah yang kemudian diwujudkan beberapa > pemerintah daerah, > >>> termasuk Bekasi. Wali kota Mochtar Mohammad > membuat nota kesepahaman > >>> dengan kejaksaan negeri, kecamatan, karang > taruna, dan dua sekolah, > >>> yakni SMAN 1 dan SMPN 1, sebagai pilot project. > Peresmian secara > >>> simbolis kantin kejujuran ini dilakukan di SMAN > 1 Bekasi, sehari > >>> sebelum tahun ajaran baru dilaksanakan, > pertengahan Juli lalu. > >>> Karena bersifat self service dan tak ada yang > mengawasi, selain > >>> kejujuran, menulis makanan dan minuman yang > dibeli adalah wajib. > >>> Uniknya, di kantin kejujuran sekolah ini, para > siswa atau guru yang > >>> "lupa" membayar diberi kesempatan membayar esok > harinya. "Itu untuk > >>> menunjukkan bahwa kami tidak mau men-judge > (menghakimi) siapapun yang > >>> hari ini belum membayar. Dia diberi kesempatan > untuk membenahi diri," > >>> tutur Henny Widhaningsih, Wakil Kepala Sekolah > Bidang Kesiswaan SMAN 1 > >>> Bekasi. > >>> Dendy dan Dimas pernah menjumpai teman-teman > mereka yang memanfaatkan > >>> kesempatan untuk mengambil makanan tanpa > membayar. "Pernah kami tegur > >>> juga sih, tapi kadang males juga karena malah > bikin keributan," kata > >>> Dimas. > >>> Indikator berhasil tidaknya program ini adalah > dari modal. "Kalau > >>> bertambah, berarti kami berhasil. Tetapi, kalau > rugi, itu artinya > >>> masih banyak yang tidak jujur alias tidak > membayar," kata Henny. > >>> Selain untuk melatih kejujuran, kantin kejujuran > juga mendatangkan > >>> manfaat lai. "Kami jadi belajar berwira usaha. > Meski kecil-kecilan, > >>> kami jadi tahun bagaimana pencatatan dan > penghitungan setiap pembelian > >>> dan penjualan," kata Muhammad Ghany Iskandar, > Ketua OSIS SMPN 1 Bekasi. > >>> Kantin Kejujuran memang tidak menjamin seseorang > bisa bersih dari > >>> korupsi. Namun, meski kesempatan itu ada, bila > kemauan untuk menilap > >>> itu tak ada, bolehlah kita berharap bangsa ini > agak tersembuhkan dari > >>> penyakit kronis itu. > >>> > >>> Sumber: Gatra No. 39 Tahun XIV ... Agustus 2008 > >>> > >>> > >>> Situs Direktorat KITSDA > >>> > >>> === > >>> Adjie > >>> Fis1/94 > >>> > >>> > >> > > > > > > -- > > The New World is not America > > It is Internet > > .....and I wanna take my share in the New World > > > > > > > -------------------------------------------------------- Mail ini telah discan oleh IMSS Trend Micro Tigaraksa -------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------- Mail ini telah discan oleh IMSS Trend Micro Tigaraksa --------------------------------------------------------
