Eh... Kantin Pa Ruslan masuk pilot project ga...????
 dulu tempat anak2 DARMAJI...hehehe..
Kasian juga tuh.. pa guru...hihihi...
 ayo... yang dulu suka darmaji... musti bayar ama pa ruslan sekarang ... 
hihihi..... mumpung masih bisa minta maaf....hehehe....

--- On Tue, 8/12/08, axic0092 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: axic0092 <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [sma1bks] KANTIN KEJUJURAN
To: [email protected]
Date: Tuesday, August 12, 2008, 9:21 AM






sore All..
ngambil dari intranet, dari salah satu situs,gw tertarik forward
karena ada bawa2 SMA 1 Bekasi
semoga bermanfaat

============ ========= =

Orang bilang, korupsi terjadi karena dua unsur, yakni adanya
kesempatan dan kemauan. Keduanya tak bisa berdiri sendiri karena
saling melengkapi. Dan para siswa di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1,
keduanya di Bekasi, kini menghadapi uji mental atas dua hal tersebut.
Sejak seminggu lalu, di dua sekolah unggulan itu didirikan "kantin
kejujuran". Berbeda dari kantin pada umumnya, kantin kejujuran adalah
tempat semuanya serba self service alias melayani diri sendiri. Tidak
ada penjaga, tidak ada yang akan menerima dan menghitung uang
kembalian jika ada. Semuanya dilakukan sendiri.

Di situlah tantangannya. Kesempatan untuk mengambil makanan dan
minuman tanpa membayar terbuka lebar karena tidak ada yang menjaga.
Para siswa dituntut jujur pada dirinya sendiri untuk membayar makanan
dan minuman yang dibelinya.
Pukul 10 pagi itu, misalnya. Usai pelajaran olahraga, Muhammad Dendy
Burhan dan teman-temannya dari kelas VII-7 SMPN 1 berkerumun untuk
mengambil minuman kotak dan botol dari lemari es di kantin kejujuran.
Mereka kemudian mencomot kudapan, seperti donat keju, roti cokelat,
dan martabak yang terpajang di etalase.
Bukannya langsung melahap makanan yang sudah ada di tangan, mereka
malah antre untuk menulis barang-barang pembelian mereka itu pada
sebuah buku besar. Lalu mereka itu pada sebuah buku besar. Lalu mereka
memasukkan uang ribuan ke dalam kaleng yang disediakan di atas meja.
"Aku kurang kembalian Rp500, nggak ada disini, pake duitmu dulu yah,"
ujar Dendy kepada seorang temannya.
Dendy, bocah berpostur kecil kelahiran 12 tahun laulu itu tampak
bersemangat ketika berceloteh tentang kantin kejujuran. "Asik malah,
kita jadi latihan buat jujur. Dari dulu kan nggak ada kayak ginian,"
katanya. Menurut dia, kantin itu selalu penuh sesak.
Ide kantin kejujuran ini bermula dari Komisi Pemberantas Korupsi.
Penyakit korupsi yang mencapai titik kronis di Indonesia cukup membuat
puyeng para penegak hukum yang masih punya hati nurani. Pendidikan
anti-korupsi tak tepat lagi diberikan kepada orang-orang yang telah
menikmati jabatan atau mencicipi kekuasaan. Makin dini pendidikan
moral diberikan, diharapkan makin tergerus juga keinginan untuk
melakukan korupsi.
Ide inilah yang kemudian diwujudkan beberapa pemerintah daerah,
termasuk Bekasi. Wali kota Mochtar Mohammad membuat nota kesepahaman
dengan kejaksaan negeri, kecamatan, karang taruna, dan dua sekolah,
yakni SMAN 1 dan SMPN 1, sebagai pilot project. Peresmian secara
simbolis kantin kejujuran ini dilakukan di SMAN 1 Bekasi, sehari
sebelum tahun ajaran baru dilaksanakan, pertengahan Juli lalu.
Karena bersifat self service dan tak ada yang mengawasi, selain
kejujuran, menulis makanan dan minuman yang dibeli adalah wajib.
Uniknya, di kantin kejujuran sekolah ini, para siswa atau guru yang
"lupa" membayar diberi kesempatan membayar esok harinya. "Itu untuk
menunjukkan bahwa kami tidak mau men-judge (menghakimi) siapapun yang
hari ini belum membayar. Dia diberi kesempatan untuk membenahi diri,"
tutur Henny Widhaningsih, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1
Bekasi.
Dendy dan Dimas pernah menjumpai teman-teman mereka yang memanfaatkan
kesempatan untuk mengambil makanan tanpa membayar. "Pernah kami tegur
juga sih, tapi kadang males juga karena malah bikin keributan," kata
Dimas.
Indikator berhasil tidaknya program ini adalah dari modal. "Kalau
bertambah, berarti kami berhasil. Tetapi, kalau rugi, itu artinya
masih banyak yang tidak jujur alias tidak membayar," kata Henny.
Selain untuk melatih kejujuran, kantin kejujuran juga mendatangkan
manfaat lai. "Kami jadi belajar berwira usaha. Meski kecil-kecilan,
kami jadi tahun bagaimana pencatatan dan penghitungan setiap pembelian
dan penjualan," kata Muhammad Ghany Iskandar, Ketua OSIS SMPN 1 Bekasi.
Kantin Kejujuran memang tidak menjamin seseorang bisa bersih dari
korupsi. Namun, meski kesempatan itu ada, bila kemauan untuk menilap
itu tak ada, bolehlah kita berharap bangsa ini agak tersembuhkan dari
penyakit kronis itu.

Sumber: Gatra No. 39 Tahun XIV ... Agustus 2008


Situs Direktorat KITSDA 

===
Adjie
Fis1/94

 














      

Kirim email ke