tuh... mpoknya bro adji nongol ;p
aturan tidak tertulis di milis ini, jangan pernah ngomongin pajek, soale
disini temennya banyak, kekekke

berikut sedikit cerita soal sragen
http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=7794



2008/9/10 vivi fajar <[EMAIL PROTECTED]>

>   Mohon maaf sebelumnya,
> Mudah2an Oom Komar sudah pernah mendapat pencerahan
> tentang mekanisme pemungutan/pemotongan PPh termasuk
> sistem pengumpulan pajak pusat..(insya Alloh semuanya
> ada di materi Pengantar Hukum Pajak (Indonesia) banyak
> referensinya)..sehingga cukup capable untuk menilai
> arus dana tersebut didalam kantong dana APBD termasuk
> milik kota/kabupaten Bekasi..aturan terkait silakan
> merujuk ke website resmi direktorat perimbangan
> keuangan (search mandiri ya..lagi ga sempet buka2
> nih)..
>
> Yang jelas mekanisme pajak pusat tidak meminggirkan
> potensi kebutuhan pembangunan suatu daerah..semua dana
> yang dibutuhkan dapat saja dipenuhi selama jumlah dana
> terkumpul dalam APBN (yang pasti oom Komar lebih tau
> ya..berasal dari pajak, migas dan lainnya) memadai.
> Masing-masing daerah akan memajukan semacam 'proposal'
> untuk didanai..pemerintah pusat akan menilai
> kelayakannya dari banyak segi sebelum menurunkan dana
> tersebut dalam bentuk APBD maupun dalam bentuk lain
> yang ditentukan oleh undang-undang (check out UU
> perbendaharaan dan perimbangan keuangan, plizzzz....)
>
> kalaupun besarnya dana APBD dianggap belum memadai,
> sekali lagi sebaiknya kita kembali melihat pada
> kekuatan keuangan negara secara utuh...plus apakah
> wakil2 rakyat didaerah tersebut cukup cerdas untuk
> menlurkan proyek-proyek/proposal pengembangan
> daerahnya sehingga masuk dalam standar kelayakan yang
> ditetapkan...begitu.... :)
>
> Negara ini berdiri tidak dimaksudkan agar pengembangan
> daerahnya bergerak secara parsial..ada memang yang
> bisa dijalankan dengan sistem demikian (selagi sumber
> daya memungkinkan) tapi lebih banyak lagi yang bisa
> dijalankan hanya dengan turun tangan
> pemerintah..ingat..saat ini salah satu sumber
> pembiayaan negara juga berasal dari pembiayaan luar
> negeri..yang bisa diperoleh dengan sponsor pemerintah
> pusat..ingat juga ini termasuk settlement utang2
> pemerintah daerahnya lo...jangan dikira semua pemda
> bertanggung jawab..
>
> Sekali lagi,..bincang-bincang ini cuma dimaksudkan
> untuk pelengkap diskusi (kalau bukan dibilang sambutan
> atas bola yang sudah dilempar Oom Komar...) soalnya
> bolak balik Oom Komar menyitir soal pajak pusat tapi
> belum sekalipun saya melihat klarifikasi mekanismenya
> secara mendalam... sebelum mengajukan protes
> yuuukkkk...kita gali dalem2 ilmunya...)
>
> Ada satu pengalaman berkesan ketika saya melakukan
> perjalanan menyusur pantai selatan jawa beberapa waktu
> silam...saya sempat melewati kota Sragen,..yang
> terkenal sebagai kota kabupaten termakmur di jawa
> tengah..kalo diliat2 kotanya biasa aja..tapi kok bisa
> ya pendapatan perkapita penduduknya diberitakan
> memadai...dana APBD yang dikucurkan kesana juga biasa2
> aja (dibandingkan dengan daerah lain)..tapi mungkin
> pelaksanaan amanahnya yang dimanajemen-i dengan lebih
> baik..buktinya,...dana proyek yang turun benar2
> dimaksimalkan penggunaannya..sehingga semua fasilitas
> umum bagi masyarakat benar2 tersedia..semua aparat
> daerahnya 'berani' ambil risiko menggelontorkan dana
> proyek secara bertanggung jawab..alhasil tidak ada
> dana yang dikembalikan lagi di akhir taun anggaran
> (dengan sia2..karena alasan takut menyelenggarakan
> Pengadaan akibat tongkrongan KPK)...mreka mungkin
> berani karena lebih jujur ya?...(haha..saya nggak
> bilang aparat di bekasi sini lebih korup ya...nilai
> sendiri...kalo perlu check out jalannya pengadaan2
> pelayanan publik yg didanai pemerintah ato liat
> aja...gejala berantakannya aturan tata kota nya
> ...ya????? )
>
> kesimpulannya,...Sragen , dengan segala
> keterbatasannya bisa menghadirkan nilai lebih buat
> masyarakatnya,..multiplier efeknya luar
> biasa...denger2..banyak investor yg berniat masuk
> kesana karena menganggap kota ini 'sangat terurus'..so
> then,....kapan bekasi menyusul? (sehingga nggak lagi
> malah terdengar keluhan investor angkat kaki dari sini
> )...ada wakil rakyat disini????
>
> vivifajar/fis3-93
>
> --- OpiK <[EMAIL PROTECTED] <miliscampurcampur%40gmail.com>>
> wrote:
>
> > M E R D E K A !!!!!!!!!!!!!!!!
> >
> > 2008/9/10 komarudin ibnu mikam
> > <[EMAIL PROTECTED] <komaribnumikam%40gmail.com>>
> >
> > > Bekasi Minta Potongan Pajak Badan
> > >
> > > Senin, 26 Februari 2007 | 19:52 WIB
> > >
> > > TEMPO Interaktif, Jakarta:
> > >
> > > Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten
> > Bekasi
> > > meminta Pemerintah Pusat membagi pajak penghasilan
> > (PPh) badan orang
> > > asing kepada Bekasi. "Itu agar pendapatan asli
> > daerah Bekasi
> > > bertambah," Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi,
> > Damanhuri di sela-sela
> > > acara sosialisasi pembentukan Zona Ekonomi
> > Internasional Cikarang,
> > > Bekasi, kemarin.
> > >
> > > Menurut dia, setiap tahun sebanyak Rp 36 triliun
> > PPh badan orang asing
> > > yang bekerja di Bekasi masuk ke pemerintah pusat.
> > Warga asing itu
> > > bekerja di tujuh kawasan industri Kabupaten
> > Bekasi. "Investor itu
> > > didominasi oleh pengusaha asal Jepang dan Korea,"
> > katanya.
> > >
> > > Ke-tujuh zona industri di Cikarang antara lain, PT
> > Jababeka , PT Lippo
> > > Cikarang , Delta Mas, PT East Jakarta Industrial
> > Park, PT Megapolis
> > > Manunggal Industrial Development, PT Bekasi Fadjar
> > Hungkang, PT
> > > Hyundai Inti Development Park Dae Woo.
> > >
> > > Siswanto
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > --
> > OpiK
> > http://taufiek.wordpress.com
> >
>
>  
>



-- 
OpiK
http://taufiek.wordpress.com

Kirim email ke