Wah... repot yeh....
pantesan komar ampe mau nge-rampok... 
wong duit kalo dah masuk ke pusat susah keluarnye....
ade UU ini... ada UU itu ... trus bla.. bla...
itu namanya jawaban birokrat...bos... 
ribet...mumet... trus ga ada jalan keluar mampet... hehehe...
 
Pantes aje bang komar mau diriin negare BEKASI UTARA....
wong keciprataan dari pusatnye lama.... yeh... hihihi..
udeh... pade sabar aje... tungguin... tuh... duit dari pusat...
ape kita geragotin aje tuh ekspat langsung.???/[EMAIL PROTECTED]/
 

--- On Wed, 9/10/08, vivi fajar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: vivi fajar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [sma1bks] Bekasi Gugat Pusat untuk Pph orang Asing
To: [email protected]
Date: Wednesday, September 10, 2008, 6:56 AM






Mohon maaf sebelumnya,
Mudah2an Oom Komar sudah pernah mendapat pencerahan
tentang mekanisme pemungutan/pemotong an PPh termasuk
sistem pengumpulan pajak pusat..(insya Alloh semuanya
ada di materi Pengantar Hukum Pajak (Indonesia) banyak
referensinya) ..sehingga cukup capable untuk menilai
arus dana tersebut didalam kantong dana APBD termasuk
milik kota/kabupaten Bekasi..aturan terkait silakan
merujuk ke website resmi direktorat perimbangan
keuangan (search mandiri ya..lagi ga sempet buka2
nih)..

Yang jelas mekanisme pajak pusat tidak meminggirkan
potensi kebutuhan pembangunan suatu daerah..semua dana
yang dibutuhkan dapat saja dipenuhi selama jumlah dana
terkumpul dalam APBN (yang pasti oom Komar lebih tau
ya..berasal dari pajak, migas dan lainnya) memadai.
Masing-masing daerah akan memajukan semacam 'proposal'
untuk didanai..pemerintah pusat akan menilai
kelayakannya dari banyak segi sebelum menurunkan dana
tersebut dalam bentuk APBD maupun dalam bentuk lain
yang ditentukan oleh undang-undang (check out UU
perbendaharaan dan perimbangan keuangan, plizzzz....)

kalaupun besarnya dana APBD dianggap belum memadai,
sekali lagi sebaiknya kita kembali melihat pada
kekuatan keuangan negara secara utuh...plus apakah
wakil2 rakyat didaerah tersebut cukup cerdas untuk
menlurkan proyek-proyek/ proposal pengembangan
daerahnya sehingga masuk dalam standar kelayakan yang
ditetapkan.. .begitu.. .. :)

Negara ini berdiri tidak dimaksudkan agar pengembangan
daerahnya bergerak secara parsial..ada memang yang
bisa dijalankan dengan sistem demikian (selagi sumber
daya memungkinkan) tapi lebih banyak lagi yang bisa
dijalankan hanya dengan turun tangan
pemerintah.. ingat..saat ini salah satu sumber
pembiayaan negara juga berasal dari pembiayaan luar
negeri..yang bisa diperoleh dengan sponsor pemerintah
pusat..ingat juga ini termasuk settlement utang2
pemerintah daerahnya lo...jangan dikira semua pemda
bertanggung jawab..

Sekali lagi,..bincang- bincang ini cuma dimaksudkan
untuk pelengkap diskusi (kalau bukan dibilang sambutan
atas bola yang sudah dilempar Oom Komar...) soalnya
bolak balik Oom Komar menyitir soal pajak pusat tapi
belum sekalipun saya melihat klarifikasi mekanismenya
secara mendalam... sebelum mengajukan protes
yuuukkkk...kita gali dalem2 ilmunya...)

Ada satu pengalaman berkesan ketika saya melakukan
perjalanan menyusur pantai selatan jawa beberapa waktu
silam...saya sempat melewati kota Sragen,..yang
terkenal sebagai kota kabupaten termakmur di jawa
tengah..kalo diliat2 kotanya biasa aja..tapi kok bisa
ya pendapatan perkapita penduduknya diberitakan
memadai...dana APBD yang dikucurkan kesana juga biasa2
aja (dibandingkan dengan daerah lain)..tapi mungkin
pelaksanaan amanahnya yang dimanajemen- i dengan lebih
baik..buktinya, ...dana proyek yang turun benar2
dimaksimalkan penggunaannya. .sehingga semua fasilitas
umum bagi masyarakat benar2 tersedia..semua aparat
daerahnya 'berani' ambil risiko menggelontorkan dana
proyek secara bertanggung jawab..alhasil tidak ada
dana yang dikembalikan lagi di akhir taun anggaran
(dengan sia2..karena alasan takut menyelenggarakan
Pengadaan akibat tongkrongan KPK)...mreka mungkin
berani karena lebih jujur ya?...(haha. .saya nggak
bilang aparat di bekasi sini lebih korup ya...nilai
sendiri...kalo perlu check out jalannya pengadaan2
pelayanan publik yg didanai pemerintah ato liat
aja...gejala berantakannya aturan tata kota nya
....ya????? )

kesimpulannya, ...Sragen , dengan segala
keterbatasannya bisa menghadirkan nilai lebih buat
masyarakatnya, ..multiplier efeknya luar
biasa...denger2. .banyak investor yg berniat masuk
kesana karena menganggap kota ini 'sangat terurus'..so
then,....kapan bekasi menyusul? (sehingga nggak lagi
malah terdengar keluhan investor angkat kaki dari sini
)...ada wakil rakyat disini????

vivifajar/fis3- 93
--- OpiK <miliscampurcampur@ gmail.com> wrote:

> M E R D E K A !!!!!!!!!!!! !!!!
> 
> 2008/9/10 komarudin ibnu mikam
> <komaribnumikam@ gmail.com>
> 
> > Bekasi Minta Potongan Pajak Badan
> >
> > Senin, 26 Februari 2007 | 19:52 WIB
> >
> > TEMPO Interaktif, Jakarta:
> >
> > Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten
> Bekasi
> > meminta Pemerintah Pusat membagi pajak penghasilan
> (PPh) badan orang
> > asing kepada Bekasi. "Itu agar pendapatan asli
> daerah Bekasi
> > bertambah," Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi,
> Damanhuri di sela-sela
> > acara sosialisasi pembentukan Zona Ekonomi
> Internasional Cikarang,
> > Bekasi, kemarin.
> >
> > Menurut dia, setiap tahun sebanyak Rp 36 triliun
> PPh badan orang asing
> > yang bekerja di Bekasi masuk ke pemerintah pusat.
> Warga asing itu
> > bekerja di tujuh kawasan industri Kabupaten
> Bekasi. "Investor itu
> > didominasi oleh pengusaha asal Jepang dan Korea,"
> katanya.
> >
> > Ke-tujuh zona industri di Cikarang antara lain, PT
> Jababeka , PT Lippo
> > Cikarang , Delta Mas, PT East Jakarta Industrial
> Park, PT Megapolis
> > Manunggal Industrial Development, PT Bekasi Fadjar
> Hungkang, PT
> > Hyundai Inti Development Park Dae Woo.
> >
> > Siswanto
> > 
> >
> 
> 
> 
> -- 
> OpiK
> http://taufiek. wordpress. com
> 

 














      

Kirim email ke