ha..ha..ha berat kalo Vivi udah ngomong.... gue setuju, barangkali persoalannya bukan hanya terletak pada aturan main, atau sistem perundang2an. tapi juga kinerja dari pemda setempat. Pemda yang gak becus bikin proposal plus menaikan bargaining power. atau anggota dewan yang tidak terlalu cerdas untuk menelurkan program bermanfaat. Semua berjalin berkelindan.
Gue juga setuju dengan Sragen. Dana mepet, tapi bisa naekan kualitas. Investor pun comfort di sana. Msalahnya complicated ya? sayangnya kita juga cuma bisa ngomong. Gak lebih.... anyway, masukan yang bagus.... On 9/10/08, vivi fajar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mohon maaf sebelumnya, > Mudah2an Oom Komar sudah pernah mendapat pencerahan > tentang mekanisme pemungutan/pemotongan PPh termasuk > sistem pengumpulan pajak pusat..(insya Alloh semuanya > ada di materi Pengantar Hukum Pajak (Indonesia) banyak > referensinya)..sehingga cukup capable untuk menilai > arus dana tersebut didalam kantong dana APBD termasuk > milik kota/kabupaten Bekasi..aturan terkait silakan > merujuk ke website resmi direktorat perimbangan > keuangan (search mandiri ya..lagi ga sempet buka2 > nih).. > > Yang jelas mekanisme pajak pusat tidak meminggirkan > potensi kebutuhan pembangunan suatu daerah..semua dana > yang dibutuhkan dapat saja dipenuhi selama jumlah dana > terkumpul dalam APBN (yang pasti oom Komar lebih tau > ya..berasal dari pajak, migas dan lainnya) memadai. > Masing-masing daerah akan memajukan semacam 'proposal' > untuk didanai..pemerintah pusat akan menilai > kelayakannya dari banyak segi sebelum menurunkan dana > tersebut dalam bentuk APBD maupun dalam bentuk lain > yang ditentukan oleh undang-undang (check out UU > perbendaharaan dan perimbangan keuangan, plizzzz....) > > kalaupun besarnya dana APBD dianggap belum memadai, > sekali lagi sebaiknya kita kembali melihat pada > kekuatan keuangan negara secara utuh...plus apakah > wakil2 rakyat didaerah tersebut cukup cerdas untuk > menlurkan proyek-proyek/proposal pengembangan > daerahnya sehingga masuk dalam standar kelayakan yang > ditetapkan...begitu.... :) > > Negara ini berdiri tidak dimaksudkan agar pengembangan > daerahnya bergerak secara parsial..ada memang yang > bisa dijalankan dengan sistem demikian (selagi sumber > daya memungkinkan) tapi lebih banyak lagi yang bisa > dijalankan hanya dengan turun tangan > pemerintah..ingat..saat ini salah satu sumber > pembiayaan negara juga berasal dari pembiayaan luar > negeri..yang bisa diperoleh dengan sponsor pemerintah > pusat..ingat juga ini termasuk settlement utang2 > pemerintah daerahnya lo...jangan dikira semua pemda > bertanggung jawab.. > > Sekali lagi,..bincang-bincang ini cuma dimaksudkan > untuk pelengkap diskusi (kalau bukan dibilang sambutan > atas bola yang sudah dilempar Oom Komar...) soalnya > bolak balik Oom Komar menyitir soal pajak pusat tapi > belum sekalipun saya melihat klarifikasi mekanismenya > secara mendalam... sebelum mengajukan protes > yuuukkkk...kita gali dalem2 ilmunya...) > > Ada satu pengalaman berkesan ketika saya melakukan > perjalanan menyusur pantai selatan jawa beberapa waktu > silam...saya sempat melewati kota Sragen,..yang > terkenal sebagai kota kabupaten termakmur di jawa > tengah..kalo diliat2 kotanya biasa aja..tapi kok bisa > ya pendapatan perkapita penduduknya diberitakan > memadai...dana APBD yang dikucurkan kesana juga biasa2 > aja (dibandingkan dengan daerah lain)..tapi mungkin > pelaksanaan amanahnya yang dimanajemen-i dengan lebih > baik..buktinya,...dana proyek yang turun benar2 > dimaksimalkan penggunaannya..sehingga semua fasilitas > umum bagi masyarakat benar2 tersedia..semua aparat > daerahnya 'berani' ambil risiko menggelontorkan dana > proyek secara bertanggung jawab..alhasil tidak ada > dana yang dikembalikan lagi di akhir taun anggaran > (dengan sia2..karena alasan takut menyelenggarakan > Pengadaan akibat tongkrongan KPK)...mreka mungkin > berani karena lebih jujur ya?...(haha..saya nggak > bilang aparat di bekasi sini lebih korup ya...nilai > sendiri...kalo perlu check out jalannya pengadaan2 > pelayanan publik yg didanai pemerintah ato liat > aja...gejala berantakannya aturan tata kota nya > ...ya????? ) > > kesimpulannya,...Sragen , dengan segala > keterbatasannya bisa menghadirkan nilai lebih buat > masyarakatnya,..multiplier efeknya luar > biasa...denger2..banyak investor yg berniat masuk > kesana karena menganggap kota ini 'sangat terurus'..so > then,....kapan bekasi menyusul? (sehingga nggak lagi > malah terdengar keluhan investor angkat kaki dari sini > )...ada wakil rakyat disini???? > > vivifajar/fis3-93 > --- OpiK <[EMAIL PROTECTED] <miliscampurcampur%40gmail.com>> > wrote: > > > M E R D E K A !!!!!!!!!!!!!!!! > > > > 2008/9/10 komarudin ibnu mikam > > <[EMAIL PROTECTED] <komaribnumikam%40gmail.com>> > > > > > Bekasi Minta Potongan Pajak Badan > > > > > > Senin, 26 Februari 2007 | 19:52 WIB > > > > > > TEMPO Interaktif, Jakarta: > > > > > > Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten > > Bekasi > > > meminta Pemerintah Pusat membagi pajak penghasilan > > (PPh) badan orang > > > asing kepada Bekasi. "Itu agar pendapatan asli > > daerah Bekasi > > > bertambah," Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, > > Damanhuri di sela-sela > > > acara sosialisasi pembentukan Zona Ekonomi > > Internasional Cikarang, > > > Bekasi, kemarin. > > > > > > Menurut dia, setiap tahun sebanyak Rp 36 triliun > > PPh badan orang asing > > > yang bekerja di Bekasi masuk ke pemerintah pusat. > > Warga asing itu > > > bekerja di tujuh kawasan industri Kabupaten > > Bekasi. "Investor itu > > > didominasi oleh pengusaha asal Jepang dan Korea," > > katanya. > > > > > > Ke-tujuh zona industri di Cikarang antara lain, PT > > Jababeka , PT Lippo > > > Cikarang , Delta Mas, PT East Jakarta Industrial > > Park, PT Megapolis > > > Manunggal Industrial Development, PT Bekasi Fadjar > > Hungkang, PT > > > Hyundai Inti Development Park Dae Woo. > > > > > > Siswanto > > > > > > > > > > > > > > -- > > OpiK > > http://taufiek.wordpress.com > > > > > -- Komarudin Ibnu Mikam WTS - Writer Trainer Speaker komarmikam.multiply.com 0818721014 karya-karya ; sekuntum cinta untuk istriku (GIP) prahara buddenovsky (GIP) dinda izinkan aku melamarmu (KBP) sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat) nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat) merit yuk! (qultum media) rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)
