So, Ayo dong.... jangan beli Premium bersubsidi lagi.....Belinya Premix....he..he..e.e.e.. Di Malaysia... harga Premium yang disubsidi cuma untuk angkutan umum saja. Bocoran: Indonesia mau bikin seperti itu...(Premium bersubsudi hanya untuk angkuta umum)... ech pengusaha SPBU protes.... Mereka takut nantinya pasar mereka lari ke Shell, BP, Petronas, Caltex, dll... Dan kemungkinan SPBU asing juga akan bukan station di seluruh Indonesia...
Memang kecenderungan bisnis di Indonesia itu selalunya ada keberpihakan dengan pihak2 yang dekat dengan kekuasaan (Nepotism). Di Malaysia juga begitu.... tapi di Indonesia... amat2 terlalu.... Cerita jaman Pak Harto... masih terus berlangsung.... walau ganti baju dan ganti nama aja. Nah kembali soal minyak, Saran Prof. saya... ahli minyak dan ahli ekonomi... di Indonesia... sekarang Anggota DEN, Dia bilang....Kalau harga BBM diturunkan.... he.e.e.e yang untung sebenarnya yang banyak ya pengusaha kaya.... rakyat banyak gak terlalu banyak nikmati... Dengan harga BBM di Indonesia mahal seperti sekarang.... Banyak energi alternative bermunculan.... BBN (bahan bakar nabati) berbagai rupa dah muncul... minyak jarak... Bio Gas... dll. Dan rakyat kecil jadi kreatif dan banyak lapangan usaha bermunculan dari BBN ini.... pada nanam jarak... dsb... So far orang takut kalau kelapa sawit jadi BBN.... bisa2 minyak sayur naik gila.... sementar ini memang agak2 di-discourage BBN dari kelapa sawit. So, orang2 DEPKEU bilang... orang bijak taat pajak.... Orang Pertamina bilang... orang baik... jangan ikutan beli BBM subsidi... kan ngurangin pendapatan negara dan menyulitkan orang miskin... jadi dech BBM bersubsidi langka.....he.e.e..e.e. Salam, Morry Infra +966-533214840 On 10/16/08, Risman Rais <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hmmm, gw coba liat dari sisi yang beda y... > > Gw bingung negara kita emang dah biasa disuapin + subsidi kali yah... gara2 > minyak naek langsung demo disana sini, yang berakibat pada kerusuhan > beberapa waktu yang lalu. Padahal Katanya harga minyak kita adalah terendah > di negara ASEAN. Dan pemerintah juga udah nambal sulam buat subsidi beratus > triliun. > > Disaat minyak turun, memang seh Malaysia dah turunin harganya terakhir > menjadi 2.30 ringgit dan vietnam juga dah 3x nurunin harga bensin dari > Agustus jadi $1. Namun dikita juga gara2 masih subsidi mungkin masih berat > buat nurunin kali yah... karena itu artinya subsidi pemerintah gak > berkurang, dan devisa negara tetap terpakai buat subsidi. Beda hal nya > dengan pertamax dan pertamax plus yang karena harga minyak turun dan tidak > disubsidi pemerintah, akhirnya pertamina nurunin harga jualnya, walaupun > kurang tajam dengan alasannya karena biar bisa bersaing dengan harga retail > Shell dan Petronas. > > > --- On *Wed, 10/15/08, Toby Fittivaldy <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > From: Toby Fittivaldy <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [sma1bks] MINYAK TURUN BOOO.. NGARUH KAGAK YAAA....KE KITE... > To: "Kirim Pesan" <[email protected]> > Date: Wednesday, October 15, 2008, 8:28 PM > > *New-York* - Harga minyak mintah dunia kembali anjlok tajam. Minyak > Brent bahkan untuk pertama kalinya kembali melorot di bawah US$ 70 per > barel, dipicu oleh kekhawatiran resesi ekonomi. > > Pada perdagangan Rabu (15/10/2008) kontrak utama New York untuk minyak > jenis *light *pengiriman November melorot 4,09 dolar ke level US$ 74,54 > per barel. Kontrak ini sempat melorot tajam hingga 74,32 per barel, atau > berarti turun hingga 50% dari puncak harga tertinggi di US$ 147 per barel > yang dicetak pada pertengahan Juli lalu. > > Sementara minyak jenis *Brent *sempat melorot hingga US$ 69,97 per barel, > sebelum akhirnya ditutup turun 3,73 dolar ke level US$ 70,80 per barel. Ini > adalah level terendah sejak Agustus 2007. > > "Pasar saham terperangkap dalam 4 tsunami: resesi global, pengetatan > kredit, meningkatnya kapasitas kilang dan meningkatnya suplai minyak non > OPEC. Semua hal itu akan menekan permintaan minyak dari OPEC," jelas > Lawrence Eagles, analis dari JPMorgan dalam laporannya seperti dikutip dari > AFP, Kamis (16/10/2008) . > > OPEC telah memangkas pertumbuhan permintaan tahun ini dan mencukur proyeksi > tahun 2009, dengan alasan menurunnya permintaan di AS yang merupakan negara > konsumen terbesar. > > Kemelorotan harga minyak terjadi seiring jatuhnya saham-saham di Wall > Street<http://www.detikfinance.com/read/2008/10/16/064105/1020761/6/wall-street-jatuh-lagi>setelah > keluarnya data penjualan ritel yang memicu kekhawatiran bahwa resesi > semakin nyata. Kemarin indeks Dow Jones kembali mencetak rekor terbesar > dalam sejarahnya lagi. > > Kejatuhan ekonomi AS sangat berperan penting bagi permintaan minyak dunia. > Apalagi kemerosotan perekonomian AS bisa menular ke berbagai ekonomi negara > berkembang lainnya, > > "Kejatuhan kontrak harga minyak merefleksikan pergerakan di pasar saham > yang mencerminkan kekhawatiran tentang resesi yang akan memangkas permintaan > minyak mentah," ujar Joe Possillico, broker dari MF Global seperti dikutip > dari* Reuters*. > > > Toby Fittivaldy > Fis2 '94 > > > > > >
