Bahasa politiknya nanti ; "harga disesuaikan" alias kalo udah naik gak akan 
pernah bisa turun...
 
It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
omongkosongku.blogspot.com
answerlieswithin.multiply.com
  
 



----- Original Message ----
From: Morry Infra <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, October 17, 2008 2:46:48 AM
Subject: Re: [sma1bks] MINYAK TURUN BOOO.. NGARUH KAGAK YAAA....KE KITE...


Kurni,
Saya tambahin kutipannya.. . 
"Kalau harga BBM diturunkan.. .. he.e.e.e yang untung sebenarnya yang banyak ya 
pengusaha kaya dan orang kaya.... rakyat banyak gak terlalu banyak nikmati..." 

Logika yang dia sampaikan seperti ini (waktu di kuliah dia sering banget 
ngomong):
Contohnya kalau seharusnya harga BBM itu 15000/liter.
Lantas dijual oleh negara dengan harga subsidi jadi 10000/liter.
Jadi tiap orang bisa berhemat 5000/liter dari volume yang dipakai/konsumsi. .. 
Karenanya pengusaha dan orang kaya lebih diuntungkan. ....karena volume yang 
mereka pakai/konsumsi baik untuk pribadi maupun bisnisnya luar biasa banyaknya 
dibanding rakyat miskin.

Setuju 'nggak Kur?

Makanya Pemerintah naikin harga BBM sekaligus ngurangin subsidi...jadi yang 
sempet di Subsidi 5000 jadi 2000 aja misalnya....
Dan dana yang disaving dari pengurangan subsidi itu sebagian diberi langsung ke 
rakyat miskin.
Jadi beban pemerintah agak berkurang... ..
Mudah2an bisa dimengerti.. ..

Soal harga minyak dunia dah turun tapi BBM juga belum turun....
Mungkin belum aja diturunkan.. .. pemerintah SBY masih itung2an.... dan 
mencari/memikirkan kebijakan yang paling baik....
Sebenarnya sich buat SBY agak enak.... langsung aja turunin abis.... kan banyak 
orang pada seneng tuch... termasuk rakyat kecil....
Nah buat tahun depan... kans menang tambah besar lagi....he.. e.e.e.e.
Cara2 ini yang juga dilakukan Mega dahulu.... walau minyak dunia dah naik... 
dan kita dah jadi net importir.... tetep gak mau naikin BBM....
Alasannya bisa ditebak.... selain demi kepentingan bisnis SPBU sang Bapak 
Presiden (TK)... juga Mega takut kehilangan populeritas di Pemilu 
Presiden...he. .e.e.e.
Tapi tetep kalah.... dengan capres yang iklannya pakai jaket kulit, dibilang 
ganteng dan nyanyi2....he. .e.e.e..

Salam,
Morry Infra
+966-533214840
 
On 10/16/08, kurniawan iswanto <kurniawan.iswanto@ gmail.com> wrote: 
Bang Morry

Saya bukan bermaksud mengada2 

cuma mau ngomentarin saran Prof. anda yang bilang "Kalau harga BBM diturunkan.. 
.. he.e.e.e yang untung sebenarnya yang banyak ya pengusaha kaya.... rakyat 
banyak gak terlalu banyak nikmati..." dimana komennya sudah saya tulis di email 
sebelumnya

masalah perminyakan tentunya bang Morry lebih tau


2008/10/16 Morry Infra <morry.infra@ gmail.com> 


Kurni,

Bukan mengada2....
Harusnya orang DEPKEU lebih tahu soal ini.....
Saya sih denger diskusinya orang DEN, Pertamina, BP Migas  dan ESDM....
DEPKEU dibawa2 dalam hal ini (acknowledge) ....

Jalan keluar yang dilakukan pemerintah saat  ini kan dah pada tahu...
Dikasih bantuan langsung ke orang miskin...dari sebagian dana subsidi yang 
di-safe.
Jadi orang miskin merasakan...
Cuma ketika pelaksanaanya ada yang gak bener... sebenarnya bukan idenya yang 
salah....
Tapi memang banyak oknum2 di Indonesia yang sukanya... nyusahin orang... dengan 
KKN...
Dan masih gak malu dan takut....

Dan soal kok harga minyak dunia dah turun harga BBM kita belum turun....he. 
e..e.e
Belum aja.... karena mungkin pemerintahan SBY lagi lihat timing dan untung 
ruginya...

Soal keuntungan pengusaha gak lari ke luar negeri?
Lah ini sich masalah baru lagi... gak berhubungan dengan BBM.....

Kalau saya punya opini....
Dulu waktu krismon 97-98... Mahattir di Malaysia untuk ngatasin hal itu...
Dia bilang yang intinya begini: "Uang yang dibawa ke LN... dia tahu nomor 
serinya... akan dinyatakan gak berlaku lagi jika hingga tanggal sekian... "
....he..ee.. ee...
Entah gertak sambal atau bukan... akhirnya banyak pengusaha yang bawa balik 
uangnya ke DN....
It works...

Salam,
Morry Infra
+966-533214840
 
On 10/16/08, kurniawan.iswanto@ gmail.com <kurniawan.iswanto@ gmail.com> wrote: 
apa kalo harga BBM dinaekin, rakyat banyak bisa nikmatin? ga juga kan.
kalo alasan BBM tidak perlu diturunkan karena hanya menguntungkan
pengusaha kaya, kok seperti mencari-cari alasan.

yang perlu dicari jalan keluarnya adalah bagaimana supaya keuntungan
pengusaha kaya ini gak lari keluar negeri atau hanya disimpan di bank
saja. bagaimana supaya keuntungan ini bisa berputar di masyarakat. 


On 10/16/08, Morry Infra <morry.infra@ gmail.com> wrote:
> So,
> Ayo dong.... jangan beli Premium bersubsidi lagi.....Belinya
> Premix....he. .he..e.e. e..
> Di Malaysia... harga Premium yang disubsidi cuma untuk angkutan umum saja.
> Bocoran:
> Indonesia mau bikin seperti itu...(Premium bersubsudi hanya untuk angkuta
> umum)... ech pengusaha SPBU protes....
> Mereka takut nantinya pasar mereka lari ke Shell, BP, Petronas, Caltex,
> dll...
> Dan kemungkinan SPBU asing juga akan bukan station di seluruh Indonesia...
>
> Memang kecenderungan bisnis di Indonesia itu selalunya ada keberpihakan
> dengan pihak2 yang dekat dengan kekuasaan (Nepotism).
> Di Malaysia juga begitu.... tapi di Indonesia... amat2 terlalu....
> Cerita jaman Pak Harto... masih terus berlangsung. ... walau ganti baju dan
> ganti nama aja.
>
> Nah kembali soal minyak,
> Saran Prof. saya... ahli minyak dan ahli ekonomi... di Indonesia... sekarang
> Anggota DEN,
> Dia bilang....Kalau harga BBM diturunkan.. .. he.e.e.e yang untung sebenarnya
> yang banyak ya pengusaha kaya.... rakyat banyak gak terlalu banyak
> nikmati...
> Dengan harga BBM di Indonesia mahal seperti sekarang....
> Banyak energi alternative bermunculan. ... BBN (bahan bakar nabati) berbagai
> rupa dah muncul... minyak jarak... Bio Gas... dll.
> Dan rakyat kecil jadi kreatif dan banyak lapangan usaha bermunculan dari BBN
> ini.... pada nanam jarak... dsb...
>
> So far orang takut kalau kelapa sawit jadi BBN.... bisa2 minyak sayur naik
> gila.... sementar ini memang agak2 di-discourage BBN dari kelapa sawit.
>
> So, orang2 DEPKEU bilang... orang bijak taat pajak....
> Orang Pertamina bilang... orang baik... jangan ikutan beli BBM subsidi...
> kan ngurangin pendapatan negara dan menyulitkan orang miskin... jadi dech
> BBM bersubsidi langka.....he. e.e..e.e.
>
> Salam,
> Morry Infra
> +966-533214840
>
> On 10/16/08, Risman Rais <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
>>
>> Hmmm, gw coba liat dari sisi yang beda y...
>>
>> Gw bingung negara kita emang dah biasa disuapin + subsidi kali yah...
>> gara2
>> minyak naek langsung demo disana sini, yang berakibat pada kerusuhan
>> beberapa waktu yang lalu. Padahal Katanya harga minyak kita adalah
>> terendah
>> di negara ASEAN. Dan pemerintah juga udah nambal sulam buat subsidi
>> beratus
>> triliun.
>>
>> Disaat minyak turun, memang seh Malaysia dah turunin harganya terakhir
>> menjadi 2.30 ringgit dan vietnam juga dah 3x nurunin harga bensin dari
>> Agustus jadi $1. Namun dikita juga gara2 masih subsidi mungkin masih berat
>> buat nurunin kali yah... karena itu artinya subsidi pemerintah gak
>> berkurang, dan devisa negara tetap terpakai buat subsidi. Beda hal nya
>> dengan pertamax dan pertamax plus yang karena harga minyak turun dan tidak
>> disubsidi pemerintah, akhirnya pertamina nurunin harga jualnya, walaupun
>> kurang tajam dengan alasannya karena biar bisa bersaing dengan harga
>> retail
>> Shell dan Petronas.
>>
>>
>> --- On *Wed, 10/15/08, Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ yahoo.com>* wrote:
>>
>> From: Toby Fittivaldy <toby.fittivaldy@ yahoo.com>
>> Subject: [sma1bks] MINYAK TURUN BOOO.. NGARUH KAGAK YAAA....KE KITE...
>> To: "Kirim Pesan" <[EMAIL PROTECTED] .com>
>> Date: Wednesday, October 15, 2008, 8:28 PM
>>
>> *New-York* - Harga minyak mintah dunia kembali anjlok tajam. Minyak
>> Brent bahkan untuk pertama kalinya kembali melorot di bawah US$ 70 per
>> barel, dipicu oleh kekhawatiran resesi ekonomi.
>>
>> Pada perdagangan Rabu (15/10/2008) kontrak utama New York untuk minyak
>> jenis *light *pengiriman November melorot 4,09 dolar ke level US$ 74,54
>> per barel. Kontrak ini sempat melorot tajam hingga 74,32 per barel, atau
>> berarti turun hingga 50% dari puncak harga tertinggi di US$ 147 per barel
>> yang dicetak pada pertengahan Juli lalu.
>>
>> Sementara minyak jenis *Brent *sempat melorot hingga US$ 69,97 per barel,
>> sebelum akhirnya ditutup turun 3,73 dolar ke level US$ 70,80 per barel.
>> Ini
>> adalah level terendah sejak Agustus 2007.
>>
>> "Pasar saham terperangkap dalam 4 tsunami: resesi global, pengetatan
>> kredit, meningkatnya kapasitas kilang dan meningkatnya suplai minyak non
>> OPEC. Semua hal itu akan menekan permintaan minyak dari OPEC," jelas
>> Lawrence Eagles, analis dari JPMorgan dalam laporannya seperti dikutip
>> dari
>> AFP, Kamis (16/10/2008) .
>>
>> OPEC telah memangkas pertumbuhan permintaan tahun ini dan mencukur
>> proyeksi
>> tahun 2009, dengan alasan menurunnya permintaan di AS yang merupakan
>> negara
>> konsumen terbesar.
>>
>> Kemelorotan harga minyak terjadi seiring jatuhnya saham-saham di Wall
>> Street<http://www.detikfin ance.com/ read/2008/ 10/16/064105/ 1020761/6/ 
>> wall-street- jatuh-lagi>setelah
>> keluarnya data penjualan ritel yang memicu kekhawatiran bahwa resesi
>> semakin nyata. Kemarin indeks Dow Jones kembali mencetak rekor terbesar
>> dalam sejarahnya lagi.
>>
>> Kejatuhan ekonomi AS sangat berperan penting bagi permintaan minyak dunia.
>> Apalagi kemerosotan perekonomian AS bisa menular ke berbagai ekonomi
>> negara
>> berkembang lainnya,
>>
>> "Kejatuhan kontrak harga minyak merefleksikan pergerakan di pasar saham
>> yang mencerminkan kekhawatiran tentang resesi yang akan memangkas
>> permintaan
>> minyak mentah," ujar Joe Possillico, broker dari MF Global seperti dikutip
>> dari* Reuters*.
>>
>>
>> Toby Fittivaldy
>> Fis2 '94
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>

-- 
Kurniawan
http://www.ptc- vaganza.info

 



-- 
Kurniawan
http://www.ptc- vaganza.info

 


      

Kirim email ke