Jadi penasaran nih kalo yang ini maksudnya apa?



     Normal   0               false   false   false      IN   X-NONE   X-NONE   
                                                  MicrosoftInternetExplorer4    
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                    /* Style 
Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  
mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  
mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  
mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan; 
 font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  
mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  
mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}    Tapi saya juga bilang....
  "Jangan salah... sebagian orang2 berdarah biru dan kerja buat VOC dan KNIL 
dulu... merasa sedih ketika Indonesia merdeka..... .
  Sebagian dari mereka milih pergi ke Belanda jadi WN Belanda..... dan sebagian 
masih sering bikin makar di Indonesia..."
   
  Dan sampai hari ini juga...masih banyak yang nyayangin kenapa Belanda harus 
pergi.... seperti sedihnya para orang2 yang diuntungkan di Jaman Pak Harto 
dulu.....
  Ciri2nya... kalau yang seneng dijajah Belanda/VOC. .. mereka masih pakai 
Bahasa Belanda....
  Kalau yang seneng sama Pak Harto... karena dah kebiasaan... ngomong akhiran 
'Kan" jadi "Ken"...he..e.e.e dulu susah2 membiasakan. .. sekarang jadi susah 
dihilangkan. ...he.e.. e.e.e.e.e


Thank's you

   
  

Morry Infra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Wah tertarik ikutan ngomongin sejarah dikit....
 Bukan mau ngebahas Golput, Apatis dan Cuek Aza! atau NPWP -nya....he..e.e.e.
  
 Saya baru aja berkawan 7 minggu dengan orang Belanda....
 Bahasa Indonesianya lumayan....
 Tapi tetep.... dari awal kita ketemu sampai berangkat dan pulang kantor tiap 
hari berdua di "truck" sepanjang 80 KM one way...
 Saya selalu bilang kalau saya punya kesan buruk dengan penjajahan Belanda....
 Makanya saya susah kalau mau dukung kesebelasan Belanda dalam World Cup 
ataupun Euro Cup.... dan Alhamdulillah....
 Dia gak defensive... dia bisa ngerti....
  
 Nah dari dia saya dapat cerita yang kurang lebih sama dengan tulisan Pak 
Mohamad di bawah.
 Dia cerita kalau dia punya sejarah panjang dengan Indonesia.
 Dari garis Bapaknya, Kakeknya adalah salah satu mandor VOC di Deli di 
sekitaran 1930-an.
 Kakeknya menikah ketika bertugas di Batavia/Jakarta dengan perempuan Belanda 
(anak orang VOC juga) yang lahir di Jakarta.
 Terus punya anak di Jakarta... ya Bapaknya kawan saya ini.
 Dia juga cerita kalau Kakeknya ini pernah dipenjara Jepang waktu Jepang 
masuk... Jepang itu memang luar biasa kejem....
 Itu tawanan disuruh kerja Rodi... dia bilang kakeknya ditawan dan dipekerjakan 
di Pulau Seram....
 Dan ketika Jepang kalah mereka terus diusir oleh rakyat Indonesia karena 
rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya.... walau memang Belanda baru 
mengakuinya tahun 2007 lalu...
 Nah dia bilang... waktu Spain, Portugis, Perancis dan Inggris menjajah negara 
Afrika, Asia dan Amerika...
 Mereka niatannya menjadikan negara2 jajahan tersebut negara2 kolonialnya.... 
seperti Inggris dengan commonwealth-nya hingga sekarang....
 Beda dengan Belanda.... mereka datang niatnya dagang.....dan cari untung yang 
sebesar2nya...
 Mungkin juga VOC adalah Company pertama di dunia.... dan luar biasa sukses 
disekitaran tahun 1800-an pertengahan 1800-an....
 Mereka ambruk ya sejak awal2 1900-an.....
 Pada awalnya mereka datang baik2 dan berfikir longterm ketika berbisnis.... 
untung kecil gak apa2...yang penting longterm.... jadi ya harus pandai2 
mengambil hati lawan bisnis.... dan ambruknya mereka ya saat miss management 
yang mana management-nya orang2 baru yang pengennya untung sebesar2nya dan 
secepat2-nya... yang jadi main kasar terus... dan brutal... termasuk di 
Suriname....
  Sehingga mereka kurang banget dalam membangun infrastruktur... dibandingkan 
dengan Inggris misalnya....
 In fact... di Belanda itu nyetir di kiri dan jalan di sebelah kanan..... 
kenapa di Indonesia kebalikan dari Belanda... dan sama dengan Australia dan 
Malaysia? Karena memang waktu Rafles/British sempet berkuasa di Indonesia.... 
dia langsung membangun yang kecil2 seperti itu....kita akhirnya nyetir seperti 
orang Inggris...
  Keuntungan VOC pada 1800 membuat Belanda termasuk negara yang disegani secara 
ekonomi..... alias negara kaya... jauh lebih kaya dibanding Italy, Perancis, 
Inggris bahkan Spanyol yang pernah menjajah mereka.
 Hingga saat ini Belanda tetep sebagai negara makmur.... kayaknya selain hasil2 
keuntungan ekonomi masa lalunya... juga management mereka juga bagus.... 

 Kesimpulan yang saya tangkap.... kita dijajah oleh VOC.... yang di-support 
oleh Kerajaan Belanda.....
 Susahnya Kerajaan Belanda untuk minta maaf dan ngakuin kemerdekaan Belanda... 
mungkin karena itu juga....he.e..e.e. Mereka gak merasa langsung bertanggung 
jawab terhadap kesengsaraan rakyat Indonesia akibat penjajahan dulu.... karena 
mereka bilang itu VOC yang bikin....he.e..e.e.
   
 Kawan saya juga pernah cerita yang lain...
 Soal seringnya Shell gagal dalan eksplorasi minyak di Indonesia.....
 Karena most of orang2 Sehll yang mau kerja di Indonesia dulu2 itu... adalah 
orang2 yang punya ikatan dengan Indonesia....
 Contohnya ya Bapaknya temen saya itu.... Bapaknya kerja di Shell....
 Saat itu... orang2 Shell boro2 focus nyari minyak... mereka sibuk nostalgia 
dan cari temen2 lama.....he..ee.e.e..
 Dia pribadi minta maaf atas sejarah masa lalu Indonesia.... dia ngerti kenapa 
saya masih sakit hati....he.e..e.e
  
 Tapi saya juga bilang....
 "Jangan salah... sebagian orang2 berdarah biru dan kerja buat VOC dan KNIL 
dulu... merasa sedih ketika Indonesia merdeka......
 Sebagian dari mereka milih pergi ke Belanda jadi WN Belanda..... dan sebagian 
masih sering bikin makar di Indonesia..."
  
 Dan sampai hari ini juga...masih banyak yang nyayangin kenapa Belanda harus 
pergi.... seperti sedihnya para orang2 yang diuntungkan di Jaman Pak Harto 
dulu.....
 Ciri2nya... kalau yang seneng dijajah Belanda/VOC... mereka masih pakai Bahasa 
Belanda....
 Kalau yang seneng sama Pak Harto... karena dah kebiasaan... ngomong akhiran 
'Kan" jadi "Ken"...he..e.e.e dulu susah2 membiasakan... sekarang jadi susah 
dihilangkan....he.e..e.e.e.e.e
  
 Harusnya... yang baik di masa lalu dicontoh... yang lama dibuang...
 Mulailah baik dari diri sendiri, dari yang kecil dan dari sekarang.....
  
 Salam,
 Morry Infra
 +966-533214840

 On Thu, Nov 27, 2008 at 11:40 AM, Mohamad Insan Kamil <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
       
  Rekans,
  
 Membicarakan masalah Indonesia dengan segala pernik-perniknya (baik yang 
positif maupun negative)  menarik untuk dijadikan bahan renungan kita bersama. 
Adalah wajar apabila kita merasa pusing, frustasi dan patah arang bahkan 
barangkali acuh beibeh dengan kondisi Negara ini. 
   
 Sepanjang sejarahnya –mohon koreksi para sejarawan—berdasarkan pengamatan 
pribadi, perjalanan negeri ini selalu dipenuhi oleh intrik dan pergulatan 
kekuasaan. Waktu di bangku Sekolah Dasar kita diberi tahu  bagaimana Ken Arok 
dapat merebut kekuasaan di tanah Kediri, dilanjutkan dengan episode 
pemberontakan yang dilakukan oleh para Rakrian dalam zaman Majapahit yang nota 
bene para rakrian ini sebagian adalah para pengikut setia R. Wijaya sebagai 
founding father kerajaan Majapahi sampai kemudian tragedi Perang Bubat yang 
efek psikologisnya samapai saat ini.
   
 Selepas itu kita dapat menemui, bagaimana Pangeran Diponegoro, Sentot 
Alibasyah sampai dengan Cut Nya Dien di tangkap, tidak dalam kondisi –head to 
head— di medan tempur, tetapi lebih kepada adanya penghianatan dari teman 
sendiri. Bahkan ampe si Pitung aja matinya gara-gara tikus busuk piaran kompeni 
buka rahasia ama tuh kompeni, jadi biangnye sih orang-orang kita juga!!. 
Sehingga ada beberapa teman saya berpendapat bahwa  tidaklah sepenuhnya salah 
kalau kita waktu itu di jajah sama Belanda 350 tahun, karena lamanya itu 
menurut bahasa matematika adalah fungsi dari kesetiaan kita terhadap Negara ini.
   
 Berbicara masalah penjajahan dalam Indonesia modern, sebenarnya pada awalnya 
kita dijajah oleh Perusahaan dagang VOC milik Belanda. Perusahaan ini agar 
tetap eksis dan dapat melebarkan sayapnya kemudian mempersenjatai diri, baik 
dengan bantuan resmi Kerajaan Belanda atau membentuk Pasukan sendiri dengan 
anggotanya belanda item yang direkrut dari para pribumi untuk memusuhi bangsa 
sendiri. Sedangkan pada level ambtenar dan para ningrat, tidak sedikit para 
Demang, bupati dan Tumenggung yang berperan sebagai antek-anteknya. 
   
 Mari kita lihat bersama kondisi Negara kita saat ini, sudah merdekakah atau 
masih dijajah? Bagaimana Kondisi perekonomian kita? Bagaimana mental para 
Ambtenar kita? 
   
 Sekiranya negeri tercinta kita ini negeri yang sangat-sangat ideal –kalo kata 
orang kulon  Utopis apa? saya sendiri kagak tau—tentunya sudah tidak menarik 
lagi bagi kaum muda yang memiliki daya kreatifitas yang tinggi dengan sejumlah 
ide dan  gejolak pemikiran yang selalu haus akan tantangan
   
 Seperti halnya dahulu Gajahmada, Diponegoro, Sultan Hasanudin, Soetomo, 
Sukarno, Hatta, Syahrir dll masih banyak lagi, selalu saja ada cara dan celah 
yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan nasib negeri ini. Mereka semua orang 
yang tercatat dalam sejarah berhasil mengatasi keterpurukan dan menggapai 
kesuksesan? . Jasad mereka memang mati dan sudah habis dilebur tanah, tapi 
karakter, pemikiran, semangat juang mereka masih terasa oleh orang-orang yang 
terinspirasi. Belum terlambat untuk berbuat demi Indonesia, siapapun kita dan 
pada posisi apapun kita. Harapan masih ada di tangan kita, pikiran dan hati 
kita. Apabila urusan negeri ini dirasakan terlalu besar dan berat untuk kita 
gapai, setidaknya jangan kita biarkan tetangga kita tidak merasakan keberadaan 
diri kita.
   
 Menjadi GOLPUT, APATIS  atau CUEK AJA  merupakan sebuah pilihan. Sebagaimana 
halnya suatu pilihan berujung pada konsekwensi atau risiko tertentu. 
Konsekwensi dari ketiga hal tersebut di atas daalam kasus PEMILU atau PILKADA 
adalah menyerahkan pilihan dan hasilnya kepada orang-orang yang menggunakan hak 
pilihnya dengan cara mencontreng sebuah nama atau lambang partai yang ikut 
berlomba. Tetapi Golput, Apatis ataupun Cuek aja juga bukan merupakan suatu 
kebanggan atau kehinaan, karena kita harus meyakini bahwa pilihan tersebut 
diambil melalui proses berfikir yang panjang dan matang.
   
 Sebagai orang Indonesia, masih banyak PR kita. Idealisme masih belum bisa 
dikalahkan oleh realitas. Permata tetaplah permata, tidak akan berubah menjadi 
tidak berharaga walaupun benda tersebut berada dalam kubangan lumpur. Layaknya 
para pejuang dulu, akan muncul mutiara-mutiara baru di bumi Indonesia ini. Saya 
yakin rekan-rekan semua adalah bagian dari hal tersebut. Jangan biarkan " Ibu 
Pertiwi yang sedang bersusah hati,  makin berlinang air matanya" 
   
 Yang di butuhkan oleh Indonesia saat ini adalah berbaris bersama, saling  
rangkul dan bergandengan membangun Indonesia yang lebih baik, Jika kita tidak 
ingin berbaris, setidaknya jangan panggil kawan-kawan yang sudah berada dalam 
barisan, silahkan  nikmati kesendirian kita dan mempersiapkan masa depan untuk 
keturunan penyendiri itu sendiri.
   
 Mari berbuat untuk Indonesia. Biarpun sedikit, tapi itu lebih baik daripada 
menyerah
  
 Salam
 MIK
 3 IPA 4 -84
 Bukan anggota Partai, Just an Ordinary person



 


 





 
     
                                       

       
---------------------------------
  Dapatkan alamat Email baru Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Kirim email ke