Yang bagian mana yach? Yang saya maksud dari tulisan itu semua: Kenyataan bahwa Indonesia merdeka dan Belanda hengkang di Indonesia ada sebagian rakyat Indonesia yang gak suka.... Ada yang jadi WN Belanda... ada yang mau merdeka sendiri...dll...
Mirip seperti gak sukanya sebagian orang yang diuntungkan saat Pak Harto berkuasa dulu saat ini..... Salam, Morry Infra +966-533214840 2008/11/27 Purnama Edi <[EMAIL PROTECTED]> > Jadi penasaran nih kalo yang ini maksudnya apa? > > Tapi saya juga bilang.... > "Jangan salah... sebagian orang2 berdarah biru dan kerja buat VOC dan KNIL > dulu... merasa sedih ketika Indonesia merdeka..... . > Sebagian dari mereka milih pergi ke Belanda jadi WN Belanda..... dan > sebagian masih sering bikin makar di Indonesia..." > > Dan sampai hari ini juga...masih banyak yang nyayangin kenapa Belanda harus > pergi.... seperti sedihnya para orang2 yang diuntungkan di Jaman Pak Harto > dulu..... > Ciri2nya... kalau yang seneng dijajah Belanda/VOC. .. mereka masih pakai > Bahasa Belanda.... > Kalau yang seneng sama Pak Harto... karena dah kebiasaan... ngomong akhiran > 'Kan" jadi "Ken"...he..e.e.e dulu susah2 membiasakan. .. sekarang jadi susah > dihilangkan. ...he.e.. e.e.e.e.e > > Thank's you > > > > *Morry Infra <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Wah tertarik ikutan ngomongin sejarah dikit.... > Bukan mau ngebahas Golput, Apatis dan Cuek Aza! atau NPWP > -nya....he..e.e.e. > > Saya baru aja berkawan 7 minggu dengan orang Belanda.... > Bahasa Indonesianya lumayan.... > Tapi tetep.... dari awal kita ketemu sampai berangkat dan pulang kantor > tiap hari berdua di "truck" sepanjang 80 KM one way... > Saya selalu bilang kalau saya punya kesan buruk dengan penjajahan > Belanda.... > Makanya saya susah kalau mau dukung kesebelasan Belanda dalam World Cup > ataupun Euro Cup.... dan Alhamdulillah.... > Dia gak defensive... dia bisa ngerti.... > > Nah dari dia saya dapat cerita yang kurang lebih sama dengan tulisan Pak > Mohamad di bawah. > Dia cerita kalau dia punya sejarah panjang dengan Indonesia. > Dari garis Bapaknya, Kakeknya adalah salah satu mandor VOC di Deli > di sekitaran 1930-an. > Kakeknya menikah ketika bertugas di Batavia/Jakarta dengan perempuan > Belanda (anak orang VOC juga) yang lahir di Jakarta. > Terus punya anak di Jakarta... ya Bapaknya kawan saya ini. > Dia juga cerita kalau Kakeknya ini pernah dipenjara Jepang waktu Jepang > masuk... Jepang itu memang luar biasa kejem.... > Itu tawanan disuruh kerja Rodi... dia bilang kakeknya ditawan dan > dipekerjakan di Pulau Seram.... > Dan ketika Jepang kalah mereka terus diusir oleh rakyat Indonesia karena > rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya.... walau memang Belanda baru > mengakuinya tahun 2007 lalu... > Nah dia bilang... waktu Spain, Portugis, Perancis dan Inggris menjajah > negara Afrika, Asia dan Amerika... > Mereka niatannya menjadikan negara2 jajahan tersebut negara2 > kolonialnya.... seperti Inggris dengan commonwealth-nya hingga sekarang.... > Beda dengan Belanda.... mereka datang niatnya dagang.....dan cari untung > yang sebesar2nya... > Mungkin juga VOC adalah Company pertama di dunia.... dan luar biasa sukses > disekitaran tahun 1800-an pertengahan 1800-an.... > Mereka ambruk ya sejak awal2 1900-an..... > Pada awalnya mereka datang baik2 dan berfikir longterm ketika berbisnis.... > untung kecil gak apa2...yang penting longterm.... jadi ya harus pandai2 > mengambil hati lawan bisnis.... dan ambruknya mereka ya saat miss management > yang mana management-nya orang2 baru yang pengennya untung sebesar2nya dan > secepat2-nya... yang jadi main kasar terus... dan brutal... termasuk di > Suriname.... > Sehingga mereka kurang banget dalam membangun infrastruktur... dibandingkan > dengan Inggris misalnya.... > In fact... di Belanda itu nyetir di kiri dan jalan di sebelah kanan..... > kenapa di Indonesia kebalikan dari Belanda... dan sama dengan Australia dan > Malaysia? Karena memang waktu Rafles/British sempet berkuasa di > Indonesia.... dia langsung membangun yang kecil2 seperti itu....kita > akhirnya nyetir seperti orang Inggris... > Keuntungan VOC pada 1800 membuat Belanda termasuk negara yang disegani > secara ekonomi..... alias negara kaya... jauh lebih kaya dibanding Italy, > Perancis, Inggris bahkan Spanyol yang pernah menjajah mereka. > Hingga saat ini Belanda tetep sebagai negara makmur.... kayaknya selain > hasil2 keuntungan ekonomi masa lalunya... juga management mereka juga > bagus.... > Kesimpulan yang saya tangkap.... kita dijajah oleh VOC.... yang di-support > oleh Kerajaan Belanda..... > Susahnya Kerajaan Belanda untuk minta maaf dan ngakuin kemerdekaan > Belanda... mungkin karena itu juga....he.e..e.e. Mereka gak merasa langsung > bertanggung jawab terhadap kesengsaraan rakyat Indonesia akibat penjajahan > dulu.... karena mereka bilang itu VOC yang bikin....he.e..e.e. > > Kawan saya juga pernah cerita yang lain... > Soal seringnya Shell gagal dalan eksplorasi minyak di Indonesia..... > Karena most of orang2 Sehll yang mau kerja di Indonesia dulu2 itu... adalah > orang2 yang punya ikatan dengan Indonesia.... > Contohnya ya Bapaknya temen saya itu.... Bapaknya kerja di Shell.... > Saat itu... orang2 Shell boro2 focus nyari minyak... mereka sibuk nostalgia > dan cari temen2 lama.....he..ee.e.e.. > Dia pribadi minta maaf atas sejarah masa lalu Indonesia.... dia ngerti > kenapa saya masih sakit hati....he.e..e.e > > Tapi saya juga bilang.... > "Jangan salah... sebagian orang2 berdarah biru dan kerja buat VOC dan KNIL > dulu... merasa sedih ketika Indonesia merdeka...... > Sebagian dari mereka milih pergi ke Belanda jadi WN Belanda..... dan > sebagian masih sering bikin makar di Indonesia..." > > Dan sampai hari ini juga...masih banyak yang nyayangin kenapa Belanda harus > pergi.... seperti sedihnya para orang2 yang diuntungkan di Jaman Pak Harto > dulu..... > Ciri2nya... kalau yang seneng dijajah Belanda/VOC... mereka masih pakai > Bahasa Belanda.... > Kalau yang seneng sama Pak Harto... karena dah kebiasaan... ngomong akhiran > 'Kan" jadi "Ken"...he..e.e.e dulu susah2 membiasakan... sekarang jadi susah > dihilangkan....he.e..e.e.e.e.e > > Harusnya... yang baik di masa lalu dicontoh... yang lama dibuang... > Mulailah baik dari diri sendiri, dari yang kecil dan dari sekarang..... > > Salam, > Morry Infra > +966-533214840 > On Thu, Nov 27, 2008 at 11:40 AM, Mohamad Insan Kamil < > [EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> Rekans, >> >> Membicarakan masalah Indonesia dengan segala pernik-perniknya (baik yang >> *positif* maupun *negative*) menarik untuk dijadikan bahan renungan kita >> bersama. Adalah wajar apabila kita merasa pusing, frustasi dan patah arang >> bahkan barangkali *acuh beibeh* dengan kondisi Negara ini. >> >> Sepanjang sejarahnya –*mohon koreksi para sejarawan*—berdasarkan >> pengamatan pribadi, perjalanan negeri ini selalu dipenuhi oleh intrik dan >> pergulatan kekuasaan. Waktu di bangku Sekolah Dasar kita diberi tahu >> bagaimana >> Ken Arok dapat merebut kekuasaan di tanah Kediri, dilanjutkan dengan episode >> pemberontakan yang dilakukan oleh para Rakrian dalam zaman Majapahit yang >> nota bene para rakrian ini sebagian adalah para pengikut setia R. Wijaya >> sebagai *founding father* kerajaan Majapahi sampai kemudian tragedi >> Perang Bubat yang efek psikologisnya samapai saat ini. >> >> Selepas itu kita dapat menemui, bagaimana Pangeran Diponegoro, Sentot >> Alibasyah sampai dengan Cut Nya Dien di tangkap, tidak dalam kondisi –*head >> to head*— di medan tempur, tetapi lebih kepada adanya penghianatan dari >> teman sendiri. Bahkan *ampe si Pitung aja matinya gara-gara tikus busuk >> piaran kompeni buka rahasia ama tuh kompeni, jadi biangnye sih orang-orang >> kita juga!!. *Sehingga ada beberapa teman saya berpendapat bahwa * *tidaklah >> sepenuhnya salah kalau kita waktu itu di jajah sama Belanda 350 tahun, >> karena lamanya itu menurut bahasa matematika adalah fungsi dari kesetiaan >> kita terhadap Negara ini.** >> >> Berbicara masalah penjajahan dalam Indonesia modern, sebenarnya pada >> awalnya kita dijajah oleh *Perusahaan dagang* VOC milik Belanda. >> Perusahaan ini agar tetap eksis dan dapat melebarkan sayapnya kemudian >> mempersenjatai diri, baik dengan bantuan resmi Kerajaan Belanda atau >> membentuk Pasukan sendiri dengan anggotanya *belanda item* yang direkrut >> dari para pribumi untuk memusuhi bangsa sendiri. Sedangkan pada level >> ambtenar dan para ningrat, tidak sedikit para Demang, bupati dan Tumenggung >> yang berperan sebagai antek-anteknya. >> >> Mari kita lihat bersama kondisi Negara kita saat ini, sudah merdekakah >> atau masih dijajah? Bagaimana Kondisi perekonomian kita? Bagaimana mental >> para Ambtenar kita? >> >> Sekiranya negeri tercinta kita ini negeri yang sangat-sangat ideal –*kalo >> kata orang kulon Utopis apa? saya sendiri kagak tau—*tentunya sudah >> tidak menarik lagi bagi kaum muda yang memiliki daya kreatifitas yang tinggi >> dengan sejumlah ide dan gejolak pemikiran yang selalu haus akan >> tantangan >> >> Seperti halnya dahulu Gajahmada, Diponegoro, Sultan Hasanudin, Soetomo, >> Sukarno, Hatta, Syahrir dll masih banyak lagi, selalu saja ada cara dan >> celah yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan nasib negeri ini. Mereka semua >> orang yang tercatat dalam sejarah berhasil mengatasi keterpurukan dan >> menggapai kesuksesan? . Jasad mereka memang mati dan sudah habis dilebur >> tanah, tapi karakter, pemikiran, semangat juang mereka masih terasa oleh >> orang-orang yang terinspirasi. Belum terlambat untuk berbuat demi Indonesia, >> siapapun kita dan pada posisi apapun kita. Harapan masih ada di tangan kita, >> pikiran dan hati kita. Apabila urusan negeri ini dirasakan terlalu besar dan >> berat untuk kita gapai, setidaknya jangan kita biarkan tetangga kita tidak >> merasakan keberadaan diri kita. >> >> Menjadi GOLPUT, APATIS atau CUEK AJA merupakan sebuah pilihan. >> Sebagaimana halnya suatu pilihan berujung pada konsekwensi atau risiko >> tertentu. Konsekwensi dari ketiga hal tersebut di atas daalam kasus PEMILU >> atau PILKADA adalah menyerahkan pilihan dan hasilnya kepada orang-orang yang >> menggunakan hak pilihnya dengan cara mencontreng sebuah nama atau lambang >> partai yang ikut berlomba. Tetapi Golput, Apatis ataupun Cuek aja juga *bukan >> merupakan suatu kebanggan atau kehinaan*, karena kita harus meyakini >> bahwa pilihan tersebut diambil melalui proses berfikir yang panjang dan >> matang. >> >> Sebagai orang Indonesia, masih banyak PR kita. Idealisme masih belum bisa >> dikalahkan oleh realitas. Permata tetaplah permata, tidak akan berubah >> menjadi tidak berharaga walaupun benda tersebut berada dalam kubangan >> lumpur. Layaknya para pejuang dulu, akan muncul mutiara-mutiara baru di bumi >> Indonesia ini. Saya yakin rekan-rekan semua adalah bagian dari hal tersebut. >> Jangan biarkan " *Ibu Pertiwi yang sedang bersusah hati, makin berlinang >> air matanya" * >> >> Yang di butuhkan oleh Indonesia saat ini adalah berbaris bersama, saling >> rangkul dan bergandengan membangun Indonesia yang lebih baik, Jika kita >> tidak ingin berbaris, setidaknya jangan panggil kawan-kawan yang sudah >> berada dalam barisan, silahkan nikmati kesendirian kita dan >> mempersiapkan masa depan untuk keturunan penyendiri itu sendiri. >> >> *Mari berbuat untuk Indonesia. Biarpun sedikit, tapi itu lebih baik >> daripada menyerah* >> >> Salam >> MIK >> 3 IPA 4 -84 >> *Bukan anggota Partai, Just an Ordinary person* >> >> > > ------------------------------ > Dapatkan alamat Email baru Anda! > <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/> > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! > > >
