Sungguh, seharusnya kita bangga karena bangsa kita merupakan bangsa yang besar
yang memiliki jiwa besar dan rendah hati yang tidak mampu di miliki bangsa -
bangsa lain di dunia. Bangsa kita tidak hanya bangsa pilihan yang unggul, namun
lebih dari itu - dari konteks pemikiran, bangsa kita adalah bangsa terdepan
yang selalu beberapa langkah lebih maju daripada bangsa - bangsa lain di muka
bumi ini.
Di seluruh dunia, para pakar ilmu sosial, ekonomi, politik, dan kebudayan telah
terjebak kepada pemikiran salah akan bangsa ini. Seluruh dunia membayangkan
Indonesia merupakan negara dengan kampung - kampung kumuh di tepi sungai,
busung lapar, korupsi dan berbagai macam bencana alam yang tak kunjung henti
Padahal sebenarnya, tidak ada bangsa di seluruh dunia yang lebih bahagia dari
pada bahagianya penduduk indonesia. Tak ada masyarakat yang berpesta dan
tertawa-tawa, jagongan, serta segala macam kehangatan yang melebihi kebiasaan
masyarakat kita. Tidak ada di dunia ini anggaran biaya pakaian dinas pejabat
melebihi apa yang ada di Indonesia. Import kendaraan, dan alat elektronik
disini pasti akan dijamin laku terbeli, berapa kontainerpun yang mereka
datangkan ke negeri ini.
Masyarakat Internasional menyangka kita sedang krisis, padahal berita tentang
krisis moneter itu adalah suatu ungkapan kerendahan hati dari kita. Masyarakat
Internasional sering tidak memahami retorika budaya masyarakat kita. Kalau ada
yang mengatakan “marilah mampir ke gubug saya” . Mereka pasti menyangka kita
benar-benar memiliki gubug, padahal rumah kita adalah istana, yang gubernur
argentina dan Menteri di Mesirpun tidak memiliki apa yang kita miliki ini.
Kalau masyarakat kita mengatakan bahwa kita sedang dilanda krisis, sebenarnya
ungkapan itu menggambarkan sikap masyarakat kita yang tawadhu sosial, suatu
sikap yang menghindarkan diri dari sifat sombong. Jika pemerintah kita
berhutang milyaran dolar, sebenarnya itu adalah suatu strategi agar kita
disangka miskin. Itu sebuah taktik agar dunia meremehkan kita. Karena
masyarakat kita mempunyai prinsip religius bahwa semakin kita direndahkan oleh
sesama manusia, maka semakin tinggi derajat kita di hadapan Allah. Semakin kita
dihinakan manusia di muka bumi, semakin mulialah posisi kita dilangit.
Dahulu, ketika bangsa ini memiliki seorang Presiden buta, semua masyarakat
internasional mengejek
“Apakah 300 juta masyarakat indonesia tidak lagi mempunyai seorangpun yang
mampu jadi presiden, sampai-sampai harus mengangkat seorang pimpinan pesantren
menjadi presiden?”
Dan ketika ada seorang wanita yang menjadi Presiden negeri ini, mereka juga
mencemooh:
“Apakah Masyarakat Indonesia 99%nya adalah wanita, sehingga tidak ada satupun
laki - laki yang bisa menjadi Presiden?”
Sungguh sebuah ironis, jika masyarakat internasional yang katanya lebih
terpelajar dan beradab ternyata hanya memiliki pemikiran yang linier dan
tingkat kecerdasan yang tidak bisa diandalkan. Mereka tidak memiliki sikap
budaya seperti sanepo, misalnya. Juga tak punya pekewuh. Kita sebagai bangsa
yang memiliki kebudayaan tinggi dan berperadaban unggul - tidak akan pernah
memilih suatu sikap sosial yang gemedhe ataupun adigang adigung adiguna. Kita
tak akan pernah mau pamer keunggulan kepada bangsa lain, dan disitulah letak
keunggulan budaya kita. Kita tidak akan mencari kepuasan hidup dengan melalui
sikap ngendas-ngendasi bangsa lain, seperti yang mereka lakukan. Kita adalah
bangsa yang memiliki kemuliaan batin karena sanggup memprakekkan budaya andap
asor, budaya rendah hati.
Bukan hanya di bidang politik, dan sosial. Di Bidang Olahrgapun juga demikian,
Tim nasional sepakbola kita pun dirancang sedemikian rupa sehingga jangan
sampai menang atas kesebelasan bangsa-bangsa lain. Sudah berpuluh-puluh tahun
kita mempraktekkan filosofi ngalah kuwi dhuwur wekasanane, mengalah itu luhur
derajatnya.
Tidak hanya itu. masyarakat negeri ini juga memiliki sebuah konsep wibawa yang
tidak mampu ditandingi bangsa lain di seluruh dunia. Malaysia yang merupakan
negara tetangga kita itupun sudah mulai kehilangan wibawa. Anda tidak akan
pernah bisa menemukan orang Malaysia yang mempunyai wibawa, seperti apa yang
orang - orang kita punya. Datanglah ke malaysia dan berdiri tegaplah dengan
tangan bersedekap sambil memandang tajam ke orang-orang di sana. Saya yakin,
tidak akan ada orang yang berani menatap balik anda. Namun, coba jika hal
tersebut anda lakukan di Indonesia, misalnya di pasar Tanah Abang. Saya bisa
menjamin tidak lebih dari 5 menit akan terjadi pertengkaran.
Orang - orang etnis cina dari Jakarta atau Surabayapun memiliki kewibawaan yang
sangat tinggi. Jika mereka pergi ke Hong Kong, mereka sangat unggul dibanding
orang Cina asli. Mereka bisa teriak-teriak ala Jakarta, Siapa lu! atau ala
Surabaya dengan suara keras, Yo opo, rek!
Kenapa? Karena mereka telah unggul dalam kewibawaan karena sudah terlatih di
Indonesia. Sebab di Cina asli semua orang baik, tertib, dan lugu. Namun
bagaimana jika di Indonesia? Siapa yang menjamin hidupmu? Anda harus liar di
sini. Dirampok atau tidak, anda mesti bertanggungjawab sendiri karena tidak ada
perlindungan. Sehingga tidak ada pilihan lain untuk hidup di negeri Indonesia
ini selain menjadi pendekar.
Pemerintahan negeri inipun adalah pemerintahan yang paling mudah, sebab
rakyatnya adalah rakyat yang paling mandiri di seluruh dunia. Bencana yang
begitu dahsyatnya bisa dihadapi dengan tenang dan dengan sikap bersyukur.
Bagaimana kalo dibelahan bumi lain? di Amerika misalnya, Badai Katerina yang
melanda California membuat orang-orang di sana panik dan marah-marah kepada
pemerintah Amerika. Mereka mendemo pemerintahnya yang tidak antisipatif dan
tidak becus mengurusi masalah bencana alam itu. Begitu pula bencana badai di
New Orleans yang tidak ada sekukunya Tsunami di Aceh menyebabkan terjadinya
dehumanisasi total dan pemerintahnya dikritik habis-habisan. Coba lihat di
indonesia, mana ada masyarakat indonesia yang cengeng seperti itu? Kebijakan
menaikkan harga BBM hanya akan menyebabkan gejolak sosial yang sejenak, namun
setelah itu rakyat akan kembali tenang-tenang saja, jalan -jalan akan tetap
macet penuh mobil seolah kenaikan harga BBM tidak
mempengaruhi konsumsi bensin mereka. Pemerintah telah silih berganti serta
naik dan turun, tetapi rakyat tetap stabil seperti biasa.
Potensi yang dimiliki bangsa ini sangat besar untuk digali sehingga bangsa kita
bisa tampil dalam panggung kepemimpinan dunia. Masyarakat Indonesia memiliki
budaya yang kuat, iman yang kuat, dan tawakkalnyapun juga kuat, namun sayang
kurang serius dalam berilmu. Namun itu bukan berarti bodoh. Ilmu yang serius
bisa berarti mau mempelajari bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia itu bangsa
yang hebat dan begitu hebatnya sampai - sampai ketika menjadi malaikat, akan
menjadi malaikat yang pintar dan ketika menjadi setan, akan menjadi setan yang
juga tidak kalah jagoan.
Sehingga yang namanya Indonesia itu adalah negeri yang kontraversial. Di lain
pihak seperti terlihat miskin dan dilanda krisis, namun sungguh kita tidak bisa
menemukan tingkat kemewahan hidup melebihi orang-orang yang ada di Indonesia
ini. Ilmu yang serius bisa juga berarti menyadari bahwa hanya bangsa yang besar
yang diberi ujian beruntun dan mau menjadikan kejadian - kejadian yang ada
sebagai pembelajaran untuk menjadi kekuatan dan untuk bersiap menyambut masa
depan: yaitu Menjadi bangsa yang memimpin jagad raya.
Indonesia, Sebuah Renungan Sejarah.
Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
------------------------------------
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [email protected]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[email protected]! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/