Gak semua yg ke singapur "maling" dan shoping lho,
ada juga yg kuli, PRT mencoba mengembalikan uang ke negeri kita yg udah di 
maling *halah... sok nasionalis*

Good morning semua....



________________________________
From: komarudin ibnu mikam <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, December 29, 2008 7:21:33 AM
Subject: Re: [sma1bks] Bangsa Indonesia : Bangsa Pemimpin Dunia !


tulisan yang menarik.

Fenomea paradoks negara jamrud khatulistiwa.
However, it's hard to say that we've proud of it.
Sulit buat saya untuk otomatis bangga.

Karena negeri sedemikian kaya ini, banyak rakyatnya yang masih miskin.
maling ayam digebukin mati, maling uang rakyat trilyunan bebas shoping ke 
singapur.
hm.....
berat!


 
2008/12/27 QiDHiR Abdul Salam <qid...@yahoo. com>

Sungguh, seharusnya kita bangga karena bangsa kita merupakan bangsa yang besar 
yang memiliki jiwa besar dan rendah hati yang tidak mampu di miliki bangsa - 
bangsa lain di dunia. Bangsa kita tidak hanya bangsa pilihan yang unggul, namun 
lebih dari itu - dari konteks pemikiran, bangsa kita adalah bangsa terdepan 
yang selalu beberapa langkah lebih maju daripada bangsa - bangsa lain di muka 
bumi ini.

Di seluruh dunia, para pakar ilmu sosial, ekonomi, politik, dan kebudayan telah 
terjebak kepada pemikiran salah akan bangsa ini. Seluruh dunia membayangkan 
Indonesia merupakan negara dengan kampung - kampung kumuh di tepi sungai, 
busung lapar, korupsi dan berbagai macam bencana alam yang tak kunjung henti

Padahal sebenarnya, tidak ada bangsa di seluruh dunia yang lebih bahagia dari 
pada bahagianya penduduk indonesia. Tak ada masyarakat yang berpesta dan 
tertawa-tawa, jagongan, serta segala macam kehangatan yang melebihi kebiasaan 
masyarakat kita. Tidak ada di dunia ini anggaran biaya pakaian dinas pejabat 
melebihi apa yang ada di Indonesia. Import kendaraan, dan alat elektronik 
disini pasti akan dijamin laku terbeli, berapa kontainerpun yang mereka 
datangkan ke negeri ini.

Masyarakat Internasional menyangka kita sedang krisis, padahal berita tentang 
krisis moneter itu adalah suatu ungkapan kerendahan hati dari kita. Masyarakat 
Internasional sering tidak memahami retorika budaya masyarakat kita. Kalau ada 
yang mengatakan "marilah mampir ke gubug saya" . Mereka pasti menyangka kita 
benar-benar memiliki gubug, padahal rumah kita adalah istana, yang gubernur 
argentina dan Menteri di Mesirpun tidak memiliki apa yang kita miliki ini.

Kalau masyarakat kita mengatakan bahwa kita sedang dilanda krisis, sebenarnya 
ungkapan itu menggambarkan sikap masyarakat kita yang tawadhu sosial, suatu 
sikap yang menghindarkan diri dari sifat sombong. Jika pemerintah kita 
berhutang milyaran dolar, sebenarnya itu adalah suatu strategi agar kita 
disangka miskin. Itu sebuah taktik agar dunia meremehkan kita. Karena 
masyarakat kita mempunyai prinsip religius bahwa semakin kita direndahkan oleh 
sesama manusia, maka semakin tinggi derajat kita di hadapan Allah. Semakin kita 
dihinakan manusia di muka bumi, semakin mulialah posisi kita dilangit.

Dahulu, ketika bangsa ini memiliki seorang Presiden buta, semua masyarakat 
internasional mengejek

"Apakah 300 juta masyarakat indonesia tidak lagi mempunyai seorangpun yang 
mampu jadi presiden, sampai-sampai harus mengangkat seorang pimpinan pesantren 
menjadi presiden?"

Dan ketika ada seorang wanita yang menjadi Presiden negeri ini, mereka juga 
mencemooh:

"Apakah Masyarakat Indonesia 99%nya adalah wanita, sehingga tidak ada satupun 
laki - laki yang bisa menjadi Presiden?"

Sungguh sebuah ironis, jika masyarakat internasional yang katanya lebih 
terpelajar dan beradab ternyata hanya memiliki pemikiran yang linier dan 
tingkat kecerdasan yang tidak bisa diandalkan. Mereka tidak memiliki sikap 
budaya seperti sanepo, misalnya. Juga tak punya pekewuh. Kita sebagai bangsa 
yang memiliki kebudayaan tinggi dan berperadaban unggul - tidak akan pernah 
memilih suatu sikap sosial yang gemedhe ataupun adigang adigung adiguna. Kita 
tak akan pernah mau pamer keunggulan kepada bangsa lain, dan disitulah letak 
keunggulan budaya kita. Kita tidak akan mencari kepuasan hidup dengan melalui 
sikap ngendas-ngendasi bangsa lain, seperti yang mereka lakukan. Kita adalah 
bangsa yang memiliki kemuliaan batin karena sanggup memprakekkan budaya andap 
asor, budaya rendah hati.

Bukan hanya di bidang politik, dan sosial. Di Bidang Olahrgapun juga demikian, 
Tim nasional sepakbola kita pun dirancang sedemikian rupa sehingga jangan 
sampai menang atas kesebelasan bangsa-bangsa lain. Sudah berpuluh-puluh tahun 
kita mempraktekkan filosofi ngalah kuwi dhuwur wekasanane, mengalah itu luhur 
derajatnya.

Tidak hanya itu. masyarakat negeri ini juga memiliki sebuah konsep wibawa yang 
tidak mampu ditandingi bangsa lain di seluruh dunia. Malaysia yang merupakan 
negara tetangga kita itupun sudah mulai kehilangan wibawa. Anda tidak akan 
pernah bisa menemukan orang Malaysia yang mempunyai wibawa, seperti apa yang 
orang - orang kita punya. Datanglah ke malaysia dan berdiri tegaplah dengan 
tangan bersedekap sambil memandang tajam ke orang-orang di sana. Saya yakin, 
tidak akan ada orang yang berani menatap balik anda. Namun, coba jika hal 
tersebut anda lakukan di Indonesia, misalnya di pasar Tanah Abang. Saya bisa 
menjamin tidak lebih dari 5 menit akan terjadi pertengkaran.

Orang - orang etnis cina dari Jakarta atau Surabayapun memiliki kewibawaan yang 
sangat tinggi. Jika mereka pergi ke Hong Kong, mereka sangat unggul dibanding 
orang Cina asli. Mereka bisa teriak-teriak ala Jakarta, Siapa lu! atau ala 
Surabaya dengan suara keras, Yo opo, rek!

Kenapa? Karena mereka telah unggul dalam kewibawaan karena sudah terlatih di 
Indonesia. Sebab di Cina asli semua orang baik, tertib, dan lugu. Namun 
bagaimana jika di Indonesia? Siapa yang menjamin hidupmu? Anda harus liar di 
sini. Dirampok atau tidak, anda mesti bertanggungjawab sendiri karena tidak ada 
perlindungan. Sehingga tidak ada pilihan lain untuk hidup di negeri Indonesia 
ini selain menjadi pendekar.

Pemerintahan negeri inipun adalah pemerintahan yang paling mudah, sebab 
rakyatnya adalah rakyat yang paling mandiri di seluruh dunia. Bencana yang 
begitu dahsyatnya bisa dihadapi dengan tenang dan dengan sikap bersyukur. 
Bagaimana kalo dibelahan bumi lain? di Amerika misalnya, Badai Katerina yang 
melanda California membuat orang-orang di sana panik dan marah-marah kepada 
pemerintah Amerika. Mereka mendemo pemerintahnya yang tidak antisipatif dan 
tidak becus mengurusi masalah bencana alam itu. Begitu pula bencana badai di 
New Orleans yang tidak ada sekukunya Tsunami di Aceh menyebabkan terjadinya 
dehumanisasi total dan pemerintahnya dikritik habis-habisan. Coba lihat di 
indonesia, mana ada masyarakat indonesia yang cengeng seperti itu? Kebijakan 
menaikkan harga BBM hanya akan menyebabkan gejolak sosial yang sejenak, namun 
setelah itu rakyat akan kembali tenang-tenang saja, jalan -jalan akan tetap 
macet penuh mobil seolah kenaikan harga BBM tidak
mempengaruhi konsumsi bensin mereka. Pemerintah telah silih berganti serta naik 
dan turun, tetapi rakyat tetap stabil seperti biasa.

Potensi yang dimiliki bangsa ini sangat besar untuk digali sehingga bangsa kita 
bisa tampil dalam panggung kepemimpinan dunia. Masyarakat Indonesia memiliki 
budaya yang kuat, iman yang kuat, dan tawakkalnyapun juga kuat, namun sayang 
kurang serius dalam berilmu. Namun itu bukan berarti bodoh. Ilmu yang serius 
bisa berarti mau mempelajari bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia itu bangsa 
yang hebat dan begitu hebatnya sampai - sampai ketika menjadi malaikat, akan 
menjadi malaikat yang pintar dan ketika menjadi setan, akan menjadi setan yang 
juga tidak kalah jagoan.

Sehingga yang namanya Indonesia itu adalah negeri yang kontraversial. Di lain 
pihak seperti terlihat miskin dan dilanda krisis, namun sungguh kita tidak bisa 
menemukan tingkat kemewahan hidup melebihi orang-orang yang ada di Indonesia 
ini. Ilmu yang serius bisa juga berarti menyadari bahwa hanya bangsa yang besar 
yang diberi ujian beruntun dan mau menjadikan kejadian - kejadian yang ada 
sebagai pembelajaran untuk menjadi kekuatan dan untuk bersiap menyambut masa 
depan: yaitu Menjadi bangsa yang memimpin jagad raya.

Indonesia, Sebuah Renungan Sejarah.

Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email 
atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ invite/



-- 
Komarudin Ibnu Mikam
WTS - Writer Trainer Speaker
komarmikam.multiply .com
0818721014-33113503
karya-karya ;
Novel Intelijen SOA (luxima)
sekuntum cinta untuk istriku (GIP)
prahara buddenovsky (GIP)
dinda izinkan aku melamarmu (KBP)
sabar, kunci sukses karir gemilang (Dian rakyat)
nasroon, kisah sufi kantoran (dian rakyat)
merit yuk! (qultum media)
rahasia dan keutamaan jumat (qultum media)

 


      

Kirim email ke