Budaya sama kebudayaan artinya beda lho bro. Liat deh di tesaurus bahasa. Posting dimilis juga perlu QC bro, bukan cuma buat org media, karena milis juga media.
Jangan asal lempar kesalahan deh! OpiK sent from My Samsul Smartphone powered by Tsel, kadang nyambung kadang nggak! -----Original Message----- From: Irzan Supriyadi <[email protected]> Sent: Thursday, April 16, 2009 4:17 PM To: [email protected] Subject: RE: [sma1bks] Aturan Baru dari Mahkamah Agung Brgkali itu sebuah istilah yg ada Negara sono, yg diadopsi oleh orang media. Mestinya orang industri media, sebelum ditayangkan sebuah acara perlu diQC (Quality Control) dulu termasuk tata bahasa, jam tayang, design-nya, animasinya, citra artisnya, dll. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Pinto Sjafri Sent: Thursday, April 16, 2009 3:53 PM To: [email protected] Subject: Re: [sma1bks] Aturan Baru dari Mahkamah Agung Iya setuju. Tapi coba deh liat, bahasa koran dan tv Budaya korupsi Nah sekarang siapa yang memulainya, walau mungkin dari tata bahasa yang baik dan benar itu salah :P -- Best regards, -Pinto Sjafri- ~Work like you don't need the money~ ~Love like you've never been hurt~ ~Dance like nobody is looking~ _____ From: "Irzan Supriyadi" Date: Thu, 16 Apr 2009 15:51:06 +0700 To: <[email protected]> Subject: RE: [sma1bks] Aturan Baru dari Mahkamah Agung Yg melenceng2 bukan budaya. Istilah budaya, kita berikan kepada tarian bali, karapan sapi, batik solo, dll. Tapi kalau suap oknum hakim, adalah kebiasaan buruk yg dibiasakan bahkan dimaklumi. Masa iya kita rela, kalo ada orang asing menyatakan budaya Indonesia antara lain tarian bali, karapan sapi, batik solo, suap oknum hakim. Wah.. [The entire original message is not included]
