Iya neh..nyalahin orang media mulu..... QC mah ada lah..mo tayang juga perlu QC, gak asal tayang...
Mungkin kalo gak ngerti how to run media jadinya seperti ini, menghakimi pemberi informasi alias media.... It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [email protected] [email protected] omongkosongku.blogspot.com answerlieswithin.multiply.com ________________________________ From: OpiK <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, April 16, 2009 5:25:51 PM Subject: RE: [sma1bks] Aturan Baru dari Mahkamah Agung Budaya sama kebudayaan artinya beda lho bro. Liat deh di tesaurus bahasa. Posting dimilis juga perlu QC bro, bukan cuma buat org media, karena milis juga media. Jangan asal lempar kesalahan deh! OpiK sent from My Samsul Smartphone powered by Tsel, kadang nyambung kadang nggak! -----Original Message----- From: Irzan Supriyadi <irza...@faber- castell.co. id> Sent: Thursday, April 16, 2009 4:17 PM To: sma1...@yahoogroups .com Subject: RE: [sma1bks] Aturan Baru dari Mahkamah Agung Brgkali itu sebuah istilah yg ada Negara sono, yg diadopsi oleh orang media. Mestinya orang industri media, sebelum ditayangkan sebuah acara perlu diQC (Quality Control) dulu termasuk tata bahasa, jam tayang, design-nya, animasinya, citra artisnya, dll. From: sma1...@yahoogroups .com [mailto:sma1...@yahoogroups .com] On Behalf Of Pinto Sjafri Sent: Thursday, April 16, 2009 3:53 PM To: sma1...@yahoogroups .com Subject: Re: [sma1bks] Aturan Baru dari Mahkamah Agung Iya setuju. Tapi coba deh liat, bahasa koran dan tv Budaya korupsi Nah sekarang siapa yang memulainya, walau mungkin dari tata bahasa yang baik dan benar itu salah :P -- Best regards, -Pinto Sjafri- ~Work like you don't need the money~ ~Love like you've never been hurt~ ~Dance like nobody is looking~ _____ From: "Irzan Supriyadi" Date: Thu, 16 Apr 2009 15:51:06 +0700 To: <sma1...@yahoogroups .com> Subject: RE: [sma1bks] Aturan Baru dari Mahkamah Agung Yg melenceng2 bukan budaya. Istilah budaya, kita berikan kepada tarian bali, karapan sapi, batik solo, dll. Tapi kalau suap oknum hakim, adalah kebiasaan buruk yg dibiasakan bahkan dimaklumi. Masa iya kita rela, kalo ada orang asing menyatakan budaya Indonesia antara lain tarian bali, karapan sapi, batik solo, suap oknum hakim. Wah.. [The entire original message is not included]
