Memang setau saya, para sahabat itu kaya raya tapi bisa dapet cerita
sedetail ini kok rasanya Takjub banget  niyy,...
boleh tau sumbernya Bang Komar ?


2009/5/2 komarudin ibnu mikam <[email protected]>

>
>
> *Kekayaan Umar bin Khattab ra *
> • Mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160juta (total Rp
> 11,2 Triliun)
> • Cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 jt = 2,8 Triliun/ tahun
> atau 233 Miliar/bulan.
> • Simpanan = hutang dalam bentuk cash
>
> *Kekayaan Utsman bin ‘Affan ra *
> • Simpanan uang = 151 ribu dinar plus seribu dirham
> • Mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar
> • Beberapa sumur senilai 200 ribu dinar (Rp 240 M)
>
> *Kekayaan Zubair bin Awwam ra*
> • 50 ribu dinar
> • 1000 ekor kuda perang
> • 1000 orang budak
>
> *K**ekayaan Amr bin Al-Ash ra*
> • 300 ribu dinar
>
> *Kekayaan Abdurrahman bin Auf ra *
> • Melebihi seluruh kekayaan sahabat!!
> • Dalam satu kali duduk, pada masa Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf
> berinfaq sebesar 64 Milyar (40 ribu dinar)
>
> *Bukan hanya sahabat utama yang kaya, namun juga rakyatnya hidup
> berkecukupan*
>
> *Pada masa Umar bin Khattab ra (10 tahun bertugas),*
> • Mu’adz bin Jabal menuturkan di Yaman sampai kesulitan menemukan seorang
> miskin pun yang layak diberi zakat (Al-Amwal, hal 596)
> • Mampu menggaji guru di Madinah masing-masing 15 dinar atau +/- 18
> juta/bulan (Ash-Shinnawi, 2006)
>
> *Pada masa Umar bin Abdul Azis ra (3 tahun bertugas)*
> • Yahya bin Sa’id (petugas zakat) berkata, “Ketika hendak membagikan zakat,
> saya tidak menjumpai seorang miskin pun. Umar bin Abdul Azis telah
> menjadikan setiap individu rakyat pada waktu itu berkecukupan”. (Ibnu Abdil
> Hakam, siroh Umar bin Abdul Azis, hal 59)
> • Surat Gubernur Bashrah, “Semua rakyat hidup sejahtera sampai saya sendiri
> khawatir mereka akan menjadi takabbur dan sombong.” (Al-Amwal, hal 256)
>  
>

Kirim email ke