Fyi Saat ini 1 Dinar = 1,354juta rupiah Jaman rasul 1 Dinar = 1 ekor kambing Jaman sekarang 1 Dinar = 1 ekor kambing
Mata uang yang sangat stabil bukan. Salah satu sebab perekonomian maju adalah mata uang yang stabil tidak ada inflasi dan tidak ada devaluasi Dikutip dari www.geraidinar.com AriefK Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL -----Original Message----- From: lina sri rosmawan <[email protected]> Date: Tue, 5 May 2009 07:53:05 To: <[email protected]> Subject: Re: [sma1bks] Sahabat Nabi, TErnyata Trilyuner Memang setau saya, para sahabat itu kaya raya tapi bisa dapet cerita sedetail ini kok rasanya Takjub banget niyy,... boleh tau sumbernya Bang Komar ? 2009/5/2 komarudin ibnu mikam <[email protected]> > > > *Kekayaan Umar bin Khattab ra * > • Mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160juta (total Rp > 11,2 Triliun) > • Cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 jt = 2,8 Triliun/ tahun > atau 233 Miliar/bulan. > • Simpanan = hutang dalam bentuk cash > > *Kekayaan Utsman bin ‘Affan ra * > • Simpanan uang = 151 ribu dinar plus seribu dirham > • Mewariskan properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar > • Beberapa sumur senilai 200 ribu dinar (Rp 240 M) > > *Kekayaan Zubair bin Awwam ra* > • 50 ribu dinar > • 1000 ekor kuda perang > • 1000 orang budak > > *K**ekayaan Amr bin Al-Ash ra* > • 300 ribu dinar > > *Kekayaan Abdurrahman bin Auf ra * > • Melebihi seluruh kekayaan sahabat!! > • Dalam satu kali duduk, pada masa Rasulullah SAW, Abdurrahman bin Auf > berinfaq sebesar 64 Milyar (40 ribu dinar) > > *Bukan hanya sahabat utama yang kaya, namun juga rakyatnya hidup > berkecukupan* > > *Pada masa Umar bin Khattab ra (10 tahun bertugas),* > • Mu’adz bin Jabal menuturkan di Yaman sampai kesulitan menemukan seorang > miskin pun yang layak diberi zakat (Al-Amwal, hal 596) > • Mampu menggaji guru di Madinah masing-masing 15 dinar atau +/- 18 > juta/bulan (Ash-Shinnawi, 2006) > > *Pada masa Umar bin Abdul Azis ra (3 tahun bertugas)* > • Yahya bin Sa’id (petugas zakat) berkata, “Ketika hendak membagikan zakat, > saya tidak menjumpai seorang miskin pun. Umar bin Abdul Azis telah > menjadikan setiap individu rakyat pada waktu itu berkecukupan”. (Ibnu Abdil > Hakam, siroh Umar bin Abdul Azis, hal 59) > • Surat Gubernur Bashrah, “Semua rakyat hidup sejahtera sampai saya sendiri > khawatir mereka akan menjadi takabbur dan sombong.” (Al-Amwal, hal 256) > >
