buat brother Beto dan kawan-kawan lain,

Pertama, gue apreciate ama elo yang berani 'bicara'. Mudah-mudahn gak ada
yang protes neg. Kita melakukan dialog antar iman. Kalau pun kkita berbeda.
Mari kita sepakat untuk tidak sepakat. Paling gak lo udah paham maksud gue.
Atau, gue udah paham maksud lo....

kalo sekadar dialog gini gue pikir bukan SARA ya. SARA itu apabila kita
menghina agama lain. Dan Islam pun melarang umatnya untuk menghina tuhan
agama lain.

Firman Allah swt dalam surat Al an Am :108. *“**Dan janganlah kamu (wahai
kaum Muslim) memaki sembahan-sembahan** **(seperti berhala-berhala atau
manusia betapapun agungnya) yang mereka sembah** **selain Allah, (karena
jika kamu memakinya) maka akibatnya mereka akan memaki (pula)** **Allah
dengan melampaui batas (dan secara tergesa-gesa tanpa berpikir serta) tanpa*
* **pengetahuan. Apa yang dapat mereka lakukan dari cacian itu sama dengan
apa yang telah** **dilakukan oleh kaum musyrik yang lain sepanjang masa,
karena) demikianlah Kami** **memperindah bagi setiap umat, amal (buruk)
mereka (akibat kebejatan budi mereka dan** **akibat godaan setan terhadap
mereka. Tetapi jangan duga mereka akan lepas dari tanggung
jawab, karena) kemudian, (yakni nanti setelah datang waktu yang ditentukan,
yang boleh jadi kamu anggap lama—nanti—hanya) kepada Tuhan merekalah (yang
sampai saat ini masih terus memelihara mereka), kembali mereka, (yakni pada
akhirnya mereka pasti kembali kepada Allah swt. lalu) Dia (yang Mahakuasa
dan Maha Mengetahui itu) memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka
kerjakan (sambil menuntut pertanggungjawaban mereka) (QS. al-An‘âm [6]: 108)
*.

Brother Beto.

Soal mendirikan Negara islam, gue jujur memang ada yang sekelompok orang
Islam yang masih ngotot untuk mendirikan Negara Islam. Tapi, kalau lihat
statistic dimana hampir 80% orang yang nyontreng itu  beragama Islam. Nah,
apa masih relevan kalau menuduh orang islam itu akan mendirikan Negara
Islam?

Kedua, apakah ada sekelompok orang terlatih (well trained), terorganisir
dengan rapih (well organized) dengan dukungan financial yang hebat. Lalu,
mereka mendesakan keinginan untuk mendirikan Negara Islam.

Atau, mari kita flash back ke tahun 45. Ketika tujuh kalimat dihapus.
Tokoh-tokoh Islam waktu itu mengikhlaskan. Apakah masih menuduh umat Islam
akan mendirikan Negara Islam?

Percayalah, cita-cita politik Islam adalah juga cita-cita politik Indonesia.
Indonesia dan Islam merupakan bagian organic yang tidak terpisahkan. Buat
Beto dan teman-teman lain percayalah dengan saya. Jangan takut! Bagi kami
yang penting adalah bagaimana ibadah yang kami lakukan dapat sempurna
terlaksana. Sementara yang lain, bila dilakukan dengan nilai-nilai kebaikan,
jujur, amanah, professional berpihak ke rakyat,. Itulah Islam. Tanpa perlu
gembar-gembor bahwa ini Islam atau bukan. Umat kini berpikir gak apa-apa
‘baju’ partainya merah, kuning, biru,atau merah putih atau apa lah warnanya.
Yang penting, ia melakukan segala sesuatu sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Duhai saudaraku umat Kristiani dan yang lainnya,

Tenang saja. Kami masih punya banyak perbendaharaan cinta dan kasih. Untuk
kita membangun bangsa ini lebih baik. Mengentaskan kemiskinan. Menegakan
keadilan, memberantas korupsi.

Soal FPI dan FBR,

Yang gue mau kalau ada tikus di gudang. Bukan gudangnya dibakar. Kalau ada
anggota fpi dan fbr yang melanggar pasal2 KUHAP, laporkan aza. Kejadiannya
dimana, peristiwanya apa, korbannya siapa, bawa aza ke polisi. Begitu juga
kalau ada oknum dari gereja yang bermasalah bukan gerejanya dibakar. Bawa
aza oknumnya ke polisi.

Mari kita lihat dari frame yang lebih besar. FBR itu merupakan resul dari
pembangunan yang tidak memperhatikan penduduk asli. Kotanya modern. Orangnya
terpinggir. Kotanya metropolitan, penduduk aslinya belepotan.

Soal gereja,

Kan kita udah punya mekanisme melalui perundang-undangan yang ada. SKB 2
menteri. Melalui FKUB. Ajukan saja ke FKUB. Kalau sudah keluar izin dari
FKUB yang itu sah.

Sorry lho, di wisma asri terus taman kebalen indah ada lebih dari 8 gereja.
Aman-aman aza tuh! Walau pun gereja itu di ruko. Kan salah perizinan! Ruang
yang diperuntukan usaha malah dijadikan buat ibadah.

Soal Homo,

GAK ADA KOMPROMI HOMO ITU HARAM!

He..he..he….gitu aza bro,

Gue mohon maaf kalo ada yang nyinggung. Gue terbuka buat diskusi koq.
Apalagi kalo sembari  ngupi……

Kirim email ke