Sebagai Yang masih waras ane ngalah aja ah *gpp pikiran sempit daripada so pikiran luas tapi kenyataannya.......
AriefK Sent from my NerdBerry® freakz smartphone powered by XL -----Original Message----- From: Beto FLP <[email protected]> Date: Sat, 16 May 2009 11:07:28 To: <[email protected]> Subject: Re: [sma1bks] Testimoni Romo: "Dirikanlah Negara Islam" @ Arief: kan sudah gw bilang yang berpikiran sempit gak usah posting. Kayaknya di tulisan gw gak pernak bilang suka homo ya? gw juga gak setuju sama homo dan perkawinan sejenis, trus kalau begitu kenapa lo nyerang gw? inilah contoh islam berpikiran sempit. Gak suka dikit, sikat, berbeda pandangan sedikit hina, ganggu dikit bakar. Gak bisa apa membangun wacana yang konstruktif? yang gw sampaikan itu cuma fakta dan sekedar menjawab pertanyaan bang komar dan itu semua fakta. Mengenai oknum (sekali lagi OKNUM)? tanya aja JI sama MI apa tujuan mereka mengenai FBR, gak peduli motifnya apa, mau puncak dari ketidakpuasan kek, mau atas nama kebenaran kek, yang namaya melanggar hukum ya melanggar hukum. mengenai gereja, kan bang komar tanya ada apa gak ada, bukan banyak atau sedikit. Kalau pertanyaannya ada atau gak ada ya ada tuh. HKBP Pondok Ungu Permai (dibakar ---> masuk SCTV) HKBP Cinere ditutup (masuk kompas), dll. Gitu loh sodaraku arief yang masih berpikiran sempit. Sorry ya. Please open your mind so we can talk, kalau gak mau buka pikiran yah.. silahkan saja hina saya, saya tidak akan membalas toh juga gak nyambung juga omongannya jadi buat apa. @ bang komar: 1. At least kita sudah sepakat mengenai ada oknum yang memang berbuat begitu. Soal dukuangan financial, saya tidak punya data jadi saya tidak kompeten berbicara. 2. Tentang FBR dan FPI, sudahlah bubarkan saja. Lebih baik anak2x muda di FPI dan FBR melamar jadi polisi, jadi bisa memberantas kejahatan atas nama hukum, bukan atas nama sentimen pribadi (agama?) 3. Soal gereja. John F.Fuller mengatakan, hukum yang tidak bisa dilakukan oleh masyarakat yang diaturnya sama sekali bukan hukum. Hukum itu harus realistis dan adil. Kalau tidak kenal siapa Fuller tanya om gugle. SKB2 menteri hampir tidak mungkin dilaksanakan. masakan harus meminta persetujuan at least 50 KK yang berebeda agama (tujuannya sih sebagai representasi kalau sudah ada 50 KK yang setuju "dianggap" tidak mengganggu masyarakat sekitar) untuk mendirikan gereja di wilayah tersebut? hampir tidak mungkin bisa dilaksanakan (tidak logis). Lagipula hukum dalam ruang lingkup publik (hukum yang mengatur hubungan masyarakat dengan negara) harus bersifat non-retroaktif. Tidak boleh hukum publik bersifat retroaktif (kecuali UU.39/1999 tentang HAM). Artinya keberlakuan SKB2 menteri itu hanya diperuntukan bagi pendirian rumah ibadah yang akan didirikan setelah SKB tersebut berlaku, tidak bisa ditarik ulur kebelakang. Masakan gereja yang sudah 10 tahun berdiri tiba2x bisa ditutup karena ada sentimen tidak suka dan dikhawatirkan akan menimbulkan kericuhan? tidak adil namanya. Kecuali memang gereja tersebut benar2x mengganggu, seperti jemaatnya suka mabuk2xan suka ribut di malam hari dsb dsb. kalau begitu jangankan dari orang luar, saya sendiri sebagai orang kristen mendukung gereja tersebut ditutup karena buat apa ada gereja kalau gereja itu tidak bisa mengajarkan, memperbaiki, dan menjadikan jemaatnya garam dan terang bagi sekitar. soal HOMO? memang ada agama yang melegalkan ya? dan setahu saya perkawinan sejenis yang dilegalakan cuma ada di luar negeri bukan di NKRI. Salam kasih. ________________________________ From: komarudin ibnu mikam <[email protected]> To: [email protected] Sent: Saturday, May 16, 2009 5:55:42 PM Subject: Re: [sma1bks] Testimoni Romo: "Dirikanlah Negara Islam" buat brother Beto dan kawan-kawan lain, Pertama, gue apreciate ama elo yang berani 'bicara'. Mudah-mudahn gak ada yang protes neg. Kita melakukan dialog antar iman. Kalau pun kkita berbeda. Mari kita sepakat untuk tidak sepakat. Paling gak lo udah paham maksud gue. Atau, gue udah paham maksud lo.... kalo sekadar dialog gini gue pikir bukan SARA ya. SARA itu apabila kita menghina agama lain. Dan Islam pun melarang umatnya untuk menghina tuhan agama lain. Firman Allah swt dalam surat Al an Am :108. “Dan janganlah kamu (wahai kaum Muslim) memaki sembahan-sembahan(seperti berhala-berhala atau manusia betapapun agungnya) yang mereka sembahselain Allah, (karena jika kamu memakinya) maka akibatnya mereka akan memaki (pula)Allah dengan melampaui batas (dan secara tergesa-gesa tanpa berpikir serta) tanpapengetahuan. Apa yang dapat mereka lakukan dari cacian itu sama dengan apa yang telahdilakukan oleh kaum musyrik yang lain sepanjang masa, karena) demikianlah Kamimemperindah bagi setiap umat, amal (buruk) mereka (akibat kebejatan budi mereka danakibat godaan setan terhadap mereka. Tetapi jangan duga mereka akan lepas dari tanggung jawab, karena) kemudian, (yakni nanti setelah datang waktu yang ditentukan, yang boleh jadi kamu anggap lama—nanti—hanya) kepada Tuhan merekalah (yang sampai saat ini masih terus memelihara mereka), kembali mereka, (yakni pada akhirnya mereka pasti kembali kepada Allah swt. lalu) Dia (yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui itu) memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan (sambil menuntut pertanggungjawaban mereka) (QS. al-An‘âm [6]: 108). Brother Beto. Soal mendirikan Negara islam, gue jujur memang ada yang sekelompok orang Islam yang masih ngotot untuk mendirikan Negara Islam. Tapi, kalau lihat statistic dimana hampir 80% orang yang nyontreng itu beragama Islam. Nah, apa masih relevan kalau menuduh orang islam itu akan mendirikan Negara Islam? Kedua, apakah ada sekelompok orang terlatih (well trained), terorganisir dengan rapih (well organized) dengan dukungan financial yang hebat. Lalu, mereka mendesakan keinginan untuk mendirikan Negara Islam. Atau, mari kita flash back ke tahun 45. Ketika tujuh kalimat dihapus. Tokoh-tokoh Islam waktu itu mengikhlaskan. Apakah masih menuduh umat Islam akan mendirikan Negara Islam? Percayalah, cita-cita politik Islam adalah juga cita-cita politik Indonesia. Indonesia dan Islam merupakan bagian organic yang tidak terpisahkan. Buat Beto dan teman-teman lain percayalah dengan saya. Jangan takut! Bagi kami yang penting adalah bagaimana ibadah yang kami lakukan dapat sempurna terlaksana. Sementara yang lain, bila dilakukan dengan nilai-nilai kebaikan, jujur, amanah, professional berpihak ke rakyat,. Itulah Islam. Tanpa perlu gembar-gembor bahwa ini Islam atau bukan. Umat kini berpikir gak apa-apa ‘baju’ partainya merah, kuning, biru,atau merah putih atau apa lah warnanya. Yang penting, ia melakukan segala sesuatu sesuai dengan nilai-nilai Islam. Duhai saudaraku umat Kristiani dan yang lainnya, Tenang saja. Kami masih punya banyak perbendaharaan cinta dan kasih. Untuk kita membangun bangsa ini lebih baik. Mengentaskan kemiskinan. Menegakan keadilan, memberantas korupsi. Soal FPI dan FBR, Yang gue mau kalau ada tikus di gudang. Bukan gudangnya dibakar. Kalau ada anggota fpi dan fbr yang melanggar pasal2 KUHAP, laporkan aza. Kejadiannya dimana, peristiwanya apa, korbannya siapa, bawa aza ke polisi. Begitu juga kalau ada oknum dari gereja yang bermasalah bukan gerejanya dibakar. Bawa aza oknumnya ke polisi. Mari kita lihat dari frame yang lebih besar. FBR itu merupakan resul dari pembangunan yang tidak memperhatikan penduduk asli. Kotanya modern. Orangnya terpinggir. Kotanya metropolitan, penduduk aslinya belepotan. Soal gereja, Kan kita udah punya mekanisme melalui perundang-undangan yang ada. SKB 2 menteri. Melalui FKUB. Ajukan saja ke FKUB. Kalau sudah keluar izin dari FKUB yang itu sah. Sorry lho, di wisma asri terus taman kebalen indah ada lebih dari 8 gereja. Aman-aman aza tuh! Walau pun gereja itu di ruko. Kan salah perizinan! Ruang yang diperuntukan usaha malah dijadikan buat ibadah. Soal Homo, GAK ADA KOMPROMI HOMO ITU HARAM! He..he..he….gitu aza bro, Gue mohon maaf kalo ada yang nyinggung. Gue terbuka buat diskusi koq. Apalagi kalo sembari ngupi……
